Breaking News

15 Meninggal, 88 Luka-Luka. Pejabat Cuma Bilang Evaluasi

Rabu, 29 April 2026 - 03:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BEKASI, Surya Indonesia.net – Tragedi tabrakan kereta di Stasiun Bekasi Timur belum benar-benar selesai, meski proses evakuasi telah dinyatakan rampung. Hingga Selasa (28/4/2026), jumlah korban meninggal dunia tercatat mencapai 15 orang, sementara puluhan lainnya masih berjuang pulih di rumah sakit.

 

Benturan antara kereta komuter dan kereta jarak jauh pada Senin malam itu menyisakan kerusakan parah, terutama di bagian gerbong belakang KRL. Di titik itulah banyak penumpang terjebak, membuat proses evakuasi berjalan dramatis dan memakan waktu berjam-jam.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Kepala Basarnas, Mohammad Syafii, memastikan seluruh korban meninggal yang berhasil dievakuasi merupakan perempuan. Ia juga menyebut operasi pencarian dan penyelamatan telah ditutup pada Selasa pagi.

 

“Seratus persen yang kami evakuasi perempuan… operasi SAR selesai pagi tadi.”

 

Di sisi lain, Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia, Bobby Rasyidin, menegaskan bahwa penanganan korban menjadi prioritas utama.

 

“Kami memastikan seluruh korban mendapat perawatan terbaik.”

 

Pernyataan itu terdengar rapi, seperti prosedur yang berjalan sebagaimana mestinya. Namun di balik kalimat-kalimat resmi, ada fakta yang lebih sunyi: sebagian besar korban berada di gerbong yang paling terdampak, dan banyak di antaranya tidak sempat menyelamatkan diri.

 

Data sementara mencatat lebih dari 80 orang mengalami luka-luka. Sebagian dirawat dengan kondisi serius, sementara proses identifikasi korban meninggal masih terus berlangsung.

 

Di titik ini, tragedi bukan lagi sekadar soal angka. Ia berubah menjadi pertanyaan yang menggantung di udara, tentang sistem, tentang pengawasan, dan tentang seberapa sering kata “evaluasi” datang terlambat. Rel kembali sunyi, kereta mungkin akan kembali berjalan, tapi bagi sebagian keluarga, perjalanan sudah berhenti di Bekasi Timur.

 

(Redho)

Berita Terkait

Longsor Berulang di SDN Palangsari 1 Puspo, Warga Pertanyakan Keseriusan Pemerintah
Ditemukan BBM Bersubsidi  satu  Pic up Sopir Menghilang 
Jalan Haji Anif Diduga Masuk HGB PT GMC, Masyarakat Pertanyakan Legalitas Perizinan Proyek Pesona Indah Cemara
12 Jamaah Tertahan di Jeddah, AMI Pertanyakan Kinerja Imigrasi TPI Surabaya
Pemkot Malang Pasang Papan Pengawasan: Sudah Tau Kali Sukun Itu Fasum Ngotot Dibangun
Polisi Cinta Petani Polsek Sedati Dukung Swasembada Pangan Nasional
Tragis! Anak 12 Tahun Hilang Terseret Ombak di Pantai Yeh Gangga, Pencarian Diperluas
AMI Ancam Kepung DPRD Surabaya dan Kantor PKB, Desak Oknum Anggota Dewan Dipecat

Berita Terkait

Minggu, 14 Juni 2026 - 07:10 WIB

Longsor Berulang di SDN Palangsari 1 Puspo, Warga Pertanyakan Keseriusan Pemerintah

Sabtu, 13 Juni 2026 - 18:03 WIB

Ditemukan BBM Bersubsidi  satu  Pic up Sopir Menghilang 

Sabtu, 6 Juni 2026 - 18:40 WIB

Jalan Haji Anif Diduga Masuk HGB PT GMC, Masyarakat Pertanyakan Legalitas Perizinan Proyek Pesona Indah Cemara

Kamis, 4 Juni 2026 - 18:35 WIB

12 Jamaah Tertahan di Jeddah, AMI Pertanyakan Kinerja Imigrasi TPI Surabaya

Rabu, 3 Juni 2026 - 20:39 WIB

Pemkot Malang Pasang Papan Pengawasan: Sudah Tau Kali Sukun Itu Fasum Ngotot Dibangun

Sabtu, 30 Mei 2026 - 21:54 WIB

Polisi Cinta Petani Polsek Sedati Dukung Swasembada Pangan Nasional

Jumat, 29 Mei 2026 - 09:32 WIB

Tragis! Anak 12 Tahun Hilang Terseret Ombak di Pantai Yeh Gangga, Pencarian Diperluas

Jumat, 29 Mei 2026 - 08:39 WIB

AMI Ancam Kepung DPRD Surabaya dan Kantor PKB, Desak Oknum Anggota Dewan Dipecat

Berita Terbaru