Sidoarjo, suryaindonesia.net, – Manajemen Rumah Sakit (RS) Mitra Sehat Mandiri Sidoarjo yang beralamat di Jl. Krian–Mojosari No.KM, RW 3, Balepanjang, Desa Tropodo, Kecamatan Krian, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur 61264, memberikan klarifikasi resmi terkait penggunaan LPG subsidi 3 kilogram (kg) di lingkungan rumah sakit.
Pihak rumah sakit menegaskan bahwa penggunaan LPG 3 kg tersebut tidak dilakukan dengan unsur kesengajaan maupun untuk kepentingan bisnis. Penggunaan itu bersifat sementara dan darurat akibat keterbatasan pasokan LPG non-subsidi pada saat kejadian.
Dokter Dwiky Yuanasika, M.Kes., HPN menjelaskan bahwa LPG 3 kg digunakan oleh tim gizi rumah sakit dalam kondisi mendesak demi memastikan kebutuhan nutrisi pasien tetap terpenuhi.
“Kami tidak memiliki kesengajaan dalam menggunakan LPG 3 kg untuk tujuan bisnis. RS Mitra Sehat Mandiri selalu menjalankan pelayanan sesuai standar operasional prosedur (SOP) dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Penggunaan LPG 3 kg dilakukan secara sementara karena stok LPG pink tidak tersedia pada saat itu,” ujar dr. Dwiky, Jumat (2/1/2026).
Ia menambahkan, pada hari yang sama setelah pasokan LPG non-subsidi kembali tersedia, pihak rumah sakit langsung mengganti LPG 3 kg dengan LPG pink agar operasional kembali sesuai ketentuan.
Sementara itu, Direktur RS Mitra Sehat Mandiri Sidoarjo, dr. Nico, menegaskan bahwa manajemen rumah sakit berkomitmen penuh untuk mematuhi kebijakan dan regulasi pemerintah, termasuk dalam penggunaan LPG non-subsidi.
“Pada saat terjadi kendala pasokan LPG non-subsidi, pelayanan kepada pasien tetap harus berjalan dengan mengutamakan keselamatan dan standar keamanan yang ketat. Saat ini seluruh operasional rumah sakit telah kembali sepenuhnya menggunakan LPG non-subsidi,” tegasnya.
Menurut dr. Nico, pada unit gizi sempat dilakukan penanganan sementara akibat keterbatasan pasokan LPG non-subsidi. Namun, setelah pasokan tersedia kembali di hari yang sama, operasional unit gizi langsung dinormalkan.
“Manajemen juga telah melakukan evaluasi internal dan memperkuat sistem pasokan agar kejadian serupa tidak terulang, sekaligus memastikan pelayanan pasien tetap berkelanjutan dan sesuai regulasi,” pungkasnya.
Pihak RS Mitra Sehat Mandiri Sidoarjo berharap klarifikasi ini dapat memberikan informasi yang utuh dan berimbang kepada masyarakat serta menjaga kepercayaan publik terhadap pelayanan kesehatan yang diberikan. (Red).





















