Breaking News

Warga Lingkungan IX Tandatangani Petisi Penolakan M. Salim Sebagai Kepling

Kamis, 30 April 2026 - 20:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

MEDAN | SURYA INDONESIA || – Sekitar 25 orang warga Jalan Perwira II, Lingkungan IX, Pulo Brayan Bengkel, Kecamatan Medan Timur geruduk Kantor Walikota Medan, Kamis (30/4). Kedatangan warga, menolak penunjukkan dan pengangkatan M. Salim sebagai Kepling IX.

“Kami minta Walikota Medan mencopot M. Salim sebagai Kepling IX. Karena menurut kami, M. Salim tidak amanah sewaktu menjabat Kepling. Siapapun yang menjadi Kepling IX kami terima asal jangan M. Salim,” ungkap salah seorang warga, Salbiah pada wartawan, Kamis (30/4).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dikatakan, warga yang sudah datang di Kantor Pemko Medan sejak pukul 09.00 WIB baru diterima sekitar pukul 11.45 WIB oleh salah seorang staff Bagian Tata Pemerintahan (Bag Tapem) Pemko Medan.

Selanjutnya, staff Bag Tapem tersebut berjanji akan segera menyampaikan keluhan warga Lingkungan IX, Kelurahan Pulo Brayan Bengkel, Medan Timur ke pimpinan.

“Selain itu kami juga disuruh menandatangani petisi penolakan atas pengangkatan M. Salim sebagai Kepling. Warga yang ikut menyampaikan aspirasi hari ini juga diintimidasi oleh M. Salim dengan ancaman tidak akan mendapat bantuan lagi,” ungkap Salbiah.

Warga berharap, aspirasi mereka segera ditindaklanjuti Walikota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas. Jika aspirasi mereka tidak ditanggapi, warga akan kembali mengerahkan massa ke Pemko Medan menagih janji Walikota.

Sebelumnya emak-emak warga Perwira II, Lingkungan IX, Kelurahan Pulo Brayan Bengkel, Kecamatan Medan Timur juga pernah mendatangi Kantor Camat Medan Timur Jalan HM. Said, Medan belum lama ini dengan aspirasi yang sama yakni, menolak pengangkatan M. Salim sebagai Kepala Lingkungan (Kepling) IX.

Aksi demo sempat ricuh karena tiga jam lebih para pedemo menunggu Camat Medan Timur tak kunjung menemui para pendemo yang membawa poster bertuliskan penolakkan M. Salim menjadi kepling lingkungan IX dan kericuan mereda setelah camat keluar dari ruangannya.

Massa emak-emak akhirnya diperbolehkan masuk kedalam aula kantor camat, dan mengungkapkan aspirasinya.

“Kami tidak mau pak M. Salim menjadi Kepling kami. Karena sebelumnya saat beliau menjabat sebagai Kepling IX dia tidak amanah dan mengecewakan kami sebagai wargannya. Kami tetap mendukung Endang Priska menjadi Kepling,” ungkap Irmawati salah seorang warga.

Warga lainnya, Rini mengatakan Endang tidak dilantik padahal mendapat dukungan 350 suara.

“Dan sewaktu menjabat ia selalu humanis tidak pernah menyusahkan kami masyarakat semua, urusan dibuatnya gratis,” jelasnya.

Sementara, sambung Rini, sewaktu M. Salim menjabat Kepling pada tahun 2021-2022 ketika mengurus surat selalu dikenakan biaya semua urusan pakai uang. kinerja M. Sallim sudah buruk di mata warga.

Adapun beberapa poin penolakan warga terhadap M. Salim diantaranya, sewaktu Salim menjabat Kepling IX tidak amanah, urusan surat menyurat susah, bantuan untuk masyarakat tidak pernah sampai ke masyarakat, banyak bantuan ditimbun di rumah, keluhan masyarakat tidak pernah didengar.

Warga menilai isu dugaan suap menerpa pengangkatan kepling IX Pulo Brayan.
Aspirasi emak-emak dijawab Camat Fernanda yang menyebutkan, pengangkatan Kepling ada mekanismenya, Camat beralasan M. Salim dinilai lebih baik dari pada Endang.

Sontak kericuanpun terjadi, para pendemo berteriak tidak terima dengan apa yang disampaikan camat.

Para emak-emak menduga penilaian subjektif tersebut sudah settingan, karena pengangkatan Kepling IX Pulo Brayan diduga kuat, ia adalah orangnya Camat dan oknum anggota DPRD, ucapan sejumlah emak-emak yang kesal sambil keluar dari aula

Menanggapi aksi warga Perwira II, Lingkungan IX, Camat Medan Timur, Fernanda mengatakan bahwa pengangkatan Kepling sesuai dengan mekanisme yang diatur melalui Perda Kota Medan Nomor: 9 Tahun 2017 dan Perwal Kota Medan Nomor : 21 Tahun 2021 tentang pengangkatan dan pemberhentian Kepala Lingkungan.

“Kami akan terus melakukan pengawasan kepada, M. Salim. Jika nantinya dia melanggar ketentuan-ketentuan yang berlaku segera kami copot,” tegas Camat.

Emak-emak kecewa atas keputusan Camat yang ngotot membela M. Sallim menjadi kepling IX Pulo Brayan.

Warga terus melakukan protes dan mengkritik Walikota Medan Rico Waas yang tidak tegas, dan warga mendesak menonaktifkan Camat Medan Timur serta lurah, adanya dugaan terlibat kecurangan dan ketidak netralan aparat terkait.

Warga Lingkungan IX akan kembali melakukan aksi demo ke kantor walikota ungkap seorang ibu rumah tangga yang kesal. (Tim)

Berita Terkait

Longsor Berulang di SDN Palangsari 1 Puspo, Warga Pertanyakan Keseriusan Pemerintah
Ditemukan BBM Bersubsidi  satu  Pic up Sopir Menghilang 
Jalan Haji Anif Diduga Masuk HGB PT GMC, Masyarakat Pertanyakan Legalitas Perizinan Proyek Pesona Indah Cemara
12 Jamaah Tertahan di Jeddah, AMI Pertanyakan Kinerja Imigrasi TPI Surabaya
Pemkot Malang Pasang Papan Pengawasan: Sudah Tau Kali Sukun Itu Fasum Ngotot Dibangun
Polisi Cinta Petani Polsek Sedati Dukung Swasembada Pangan Nasional
Tragis! Anak 12 Tahun Hilang Terseret Ombak di Pantai Yeh Gangga, Pencarian Diperluas
AMI Ancam Kepung DPRD Surabaya dan Kantor PKB, Desak Oknum Anggota Dewan Dipecat

Berita Terkait

Minggu, 14 Juni 2026 - 07:10 WIB

Longsor Berulang di SDN Palangsari 1 Puspo, Warga Pertanyakan Keseriusan Pemerintah

Sabtu, 13 Juni 2026 - 18:03 WIB

Ditemukan BBM Bersubsidi  satu  Pic up Sopir Menghilang 

Sabtu, 6 Juni 2026 - 18:40 WIB

Jalan Haji Anif Diduga Masuk HGB PT GMC, Masyarakat Pertanyakan Legalitas Perizinan Proyek Pesona Indah Cemara

Kamis, 4 Juni 2026 - 18:35 WIB

12 Jamaah Tertahan di Jeddah, AMI Pertanyakan Kinerja Imigrasi TPI Surabaya

Rabu, 3 Juni 2026 - 20:39 WIB

Pemkot Malang Pasang Papan Pengawasan: Sudah Tau Kali Sukun Itu Fasum Ngotot Dibangun

Sabtu, 30 Mei 2026 - 21:54 WIB

Polisi Cinta Petani Polsek Sedati Dukung Swasembada Pangan Nasional

Jumat, 29 Mei 2026 - 09:32 WIB

Tragis! Anak 12 Tahun Hilang Terseret Ombak di Pantai Yeh Gangga, Pencarian Diperluas

Jumat, 29 Mei 2026 - 08:39 WIB

AMI Ancam Kepung DPRD Surabaya dan Kantor PKB, Desak Oknum Anggota Dewan Dipecat

Berita Terbaru