Dinas Pendidikan kabupaten Probolinggo SAE Laksanakan Anugerah 2026 Dorong Sekolah Berani Berinovasi
Probolinggo
SURYA
Indonesia
Kamis-17/09/2026
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo mendorong satuan pendidikan untuk terus berbenah, berinovasi dan menghadirkan perubahan nyata bagi warga sekolah melalui Anugerah SAE Pendidikan 2026.
Program perdana yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikdaya) Kabupaten Probolinggo bekerja sama dengan Jawa Pos Radar Bromo tersebut menyasar satuan pendidikan jenjang SD dan SMP, baik negeri maupun swasta.
Mengusung tema “Pendidikan SAE, Aksi Nyata, Probolinggo Berdaya”, Anugerah SAE Pendidikan menjadi ruang apresiasi sekaligus evaluasi terhadap sekolah yang memiliki capaian dan praktik baik dalam membangun lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, inklusif, berintegritas serta mendorong anak tetap senang bersekolah.
Sosialisasi program digelar di ruang pertemuan Agus Salim Kantor Disdikdaya Kabupaten Probolinggo pada Rabu (16/9/2026). Kegiatan dihadiri Kepala Disdikdaya Kabupaten Probolinggo Hary Tjahjono, Kepala Bidang Pembinaan Ketenagaan Eksi Wulandari, perwakilan Jawa Pos Radar Bromo Didik Purwanto serta para Pengawas SD dan SMP se-Kabupaten Probolinggo.
Kepala Disdikdaya Kabupaten Probolinggo Hary Tjahjono mengatakan, Anugerah SAE Pendidikan tidak dirancang sekadar sebagai perlombaan antar sekolah. Lebih dari itu, ajang tersebut diharapkan menjadi momentum untuk melihat sejauh mana sekolah mampu membangun ekosistem pendidikan yang humanis, inklusif, berkeadaban dan berintegritas.
“Alhamdulillah, pada prinsipnya kita ingin berkolaborasi melaksanakan kegiatan sesuai dengan program dan visi-misi kepala daerah, yaitu semuanya SAE. Tahun ini kita mengawali kegiatan untuk Anugerah SAE Pendidikan,” katanya.
Konsep SAE merupakan akronim dari Sejahtera, Amanah-Religius serta Eksis Berdaya Saing. Filosofi tersebut diterjemahkan melalui empat pilar yang menjadi bagian penting dalam penilaian, yakni Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (BSAN), pengelolaan pendidikan berlayanan inklusif, tata kelola keuangan yang bersih dan bebas korupsi serta budaya anak senang sekolah.
“Melalui empat pilar tersebut, sekolah diberikan ruang untuk menunjukkan inovasi maupun praktik baik yang telah diterapkan di lingkungan masing-masing,” terangnya.
Disdikdaya Kabupaten Probolinggo memberikan sosialisasi Anugerah SAE Pendidikan 2026. (Foto : Disdikdaya)
Hary berharap ajang perdana ini tidak berhenti pada penilaian dan pemberian penghargaan. Hasil pelaksanaan diharapkan menjadi bahan evaluasi bagi sekolah untuk memperbaiki sekaligus mengembangkan program yang sudah berjalan.
“Semoga Anugerah SAE Pendidikan tahun 2026 yang dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Probolinggo melalui Disdikdaya yang bersinergi bersama Jawa Pos Radar Bromo berjalan sukses, aman, lancar, amanah sesuai dengan apa yang dicita-citakan kita semua. Semoga pendidikan kita akan lebih baik lagi,” harapnya.
Anugerah SAE Pendidikan 2026 terbagi dalam dua kategori, yakni satuan pendidikan tingkat SD dan SMP. Nantinya, sekolah peserta akan menunjukkan capaian dan inovasi sesuai ketentuan yang telah ditetapkan dalam petunjuk teknis.
Sosialisasi juga menghadirkan juri Siti Husnul Khotimah selaku Ketua Unit Layanan Disabilitas (ULD) Kabupaten Probolinggo dan Ketua APSI Kabupaten Probolinggo Miswagiyanto. Keduanya memaparkan petunjuk teknis pelaksanaan kepada para pengawas sebagai bagian dari persiapan peserta.
Panitia Anugerah SAE Pendidikan dari Disdikdaya Kabupaten Probolinggo Fitri Nur Shanti menyampaikan pendaftaran dibuka mulai 17 September hingga 9 Oktober 2026. “Untuk jenjang SD, ditetapkan satu lembaga per gugus. Sementara untuk jenjang SMP, minimal terdapat dua lembaga yang mengikuti dari setiap kecamatan,” ujarnya.
( Yib-mas )

























