Breaking News

Warga Geram, Truk Pasir Setor ke Rumah Kades Suwaloh Bikin Jalan dan Jembatan Rusak

Senin, 1 Desember 2025 - 14:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BOJONEGORO , suryaindonesia.net,— Ketika Pemerintah Kabupaten Bojonegoro tengah gencar-gencarnya membangun infrastruktur hingga pelosok desa, kondisi berbeda justru terlihat di Desa Suwaloh, Kecamatan Balen.

Upaya besar kabupaten untuk menghadirkan jalan mulus dan layak seolah tercoreng oleh ulah segelintir oknum.

Nama Kepala Desa Suwaloh menjadi sorotan setelah truk-truk raksasa pengangkut pasir yang diduga berkaitan dengan aktivitas usahanya lalu lalang setiap hari di jalan desa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kehadiran truk-truk berkapasitas besar itu tak hanya mengganggu kenyamanan warga, tetapi juga mengakibatkan kerusakan serius pada infrastruktur desa, terutama jalan dan jembatan.

Warga Suwaloh, Anto, mengungkapkan keresahannya. Ia menegaskan bahwa kerusakan tidak hanya dirasakan desa tetangga seperti Kemamang, melainkan jalan Desa Suwaloh sendiri kini ikut porak-poranda karena menjadi jalur distribusi truk tronton pengangkut pasir menuju rumah sang kades.

“Truk raksasa dan mobil molen itu setiap hari lewat. Jembatan desa sampai kayak gak kuat nahan beban. TPT nya juga ikut retak. Ini bukan cuma Desa Kemamang saja, Desa Suwaloh sendiri kena dampak,” keluh Anto, Sabtu (29/11/2025).

Pantauan warga, TPT yang ada dijalan Desa Suwaloh juga ada yang retak dan bergeser, sementara permukaan jalan mulai bergelombang dan berlubang. Padahal, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro sedang fokus membenahi infrastruktur untuk memperlancar mobilitas warga dan ekonomi desa.

Namun, aktivitas kendaraan berat yang diduga terhubung dengan usaha Kepala Desa Suwaloh justru dinilai bertentangan dengan program besar pembangunan Pemkab Bojonegoro.

Warga menilai sang kades lebih mengutamakan aktivitas bisnis daripada menjaga fasilitas umum yang menjadi hak bersama.

Masyarakat kini berharap ada langkah tegas dari pihak berwenang agar kerusakan tidak semakin parah dan pembangunan yang telah diperjuangkan pemerintah tidak sia-sia hanya karena kepentingan pribadi pihak tertentu. (Red).

Berita Terkait

WNA India Overstay 248 Hari Ditemukan Meninggal di Ruang Detensi Imigrasi Surabaya
AMI Desak Prabowo Copot Oknum Anggota DPRD Jember yang Viral Main Game dan Merokok Saat Rapat
Warga Lingkungan IX Tandatangani Petisi Penolakan M. Salim Sebagai Kepling
Ombudsman RI: Jaminan Keselamatan Transportasi Membutuhkan Solusi Sistemik
15 Meninggal, 88 Luka-Luka. Pejabat Cuma Bilang Evaluasi
Prabowo Subianto Kunjungi Korban Tragedi Tabrakan Kereta di RSUD CAM Bekasi
Putusan Praperadilan Mojokerto Disorot, Saat Rakyat Kecil Mencari Keadilan
Made Hiroki Laporkan Dugaan KDRT ke Polisi, Minta Publik Tidak Berspekulasi

Berita Terkait

Jumat, 15 Mei 2026 - 22:57 WIB

WNA India Overstay 248 Hari Ditemukan Meninggal di Ruang Detensi Imigrasi Surabaya

Kamis, 14 Mei 2026 - 22:33 WIB

AMI Desak Prabowo Copot Oknum Anggota DPRD Jember yang Viral Main Game dan Merokok Saat Rapat

Kamis, 30 April 2026 - 20:51 WIB

Warga Lingkungan IX Tandatangani Petisi Penolakan M. Salim Sebagai Kepling

Rabu, 29 April 2026 - 18:08 WIB

Ombudsman RI: Jaminan Keselamatan Transportasi Membutuhkan Solusi Sistemik

Rabu, 29 April 2026 - 03:19 WIB

15 Meninggal, 88 Luka-Luka. Pejabat Cuma Bilang Evaluasi

Selasa, 28 April 2026 - 14:42 WIB

Prabowo Subianto Kunjungi Korban Tragedi Tabrakan Kereta di RSUD CAM Bekasi

Senin, 27 April 2026 - 17:14 WIB

Putusan Praperadilan Mojokerto Disorot, Saat Rakyat Kecil Mencari Keadilan

Senin, 27 April 2026 - 17:08 WIB

Made Hiroki Laporkan Dugaan KDRT ke Polisi, Minta Publik Tidak Berspekulasi

Berita Terbaru