Breaking News

Hanya Satu Saja Yang Bisa Masuk , Ucap Pegawai BPOM saat Wartawan Konfirmasi Maraknya Scincare Ilegal di Jember

Jumat, 17 Oktober 2025 - 07:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jember, suryaindonesia.net,- Upaya wartawan MEMO Online bersama dua rekannya untuk mengonfirmasi maraknya peredaran produk scincare ilegal di Kabupaten Jember berujung penolakan dari pihak Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Jember.

Padahal kedatangan mereka ke kantor BPOM Jember pada Rabu (16/10/2025) sore, adalah untuk meminta keterangan resmi terkait temuan scincare tanpa izin edar yang diduga beredar di puluhan titik.

Namun, kedatangan mereka justru tidak mendapat sambutan oleh pihak BPOM.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Petugas di bagian pelayanan informasi menolak memberikan keterangan dengan alasan “beda wartawan”.

Hanya satu orang yang diperbolehkan masuk dari empat wartawan yang hendak konfirmasi resmi terkait Maraknya peredaran scincare ilegal.

Bahkan, permintaan wawancara resmi yang sebelumnya sudah diajukan juga tidak mendapat tanggapan.

“Gak boleh masuk, Mas, karena Pak Guntur yang punya janji,” ujar salah satu petugas pelayanan BPOM Jember.

Sebelumnya, masyarakat melaporkan adanya aktivitas penjualan scincare tanpa izin edar di sekitar 90 titik di 31 kecamatan di Kabupaten Jember.

Namun hingga kini, belum ada langkah tegas dari BPOM setempat.

Sikap tertutup lembaga pengawas tersebut menimbulkan tanda tanya besar di kalangan publik.

Padahal, BPOM memiliki tanggung jawab dalam memastikan keamanan dan legalitas produk kosmetik yang beredar di pasaran.

“Kami hanya ingin klarifikasi agar informasi berimbang. Tapi pihak BPOM Jember menolak menemui dan enggan menjawab pertanyaan seputar dugaan scincer ilegal yang beredar luas di masyarakat,” ungkap Zainullah wartawan MEMO Online wilayah Jember.

Ia menambahkan, pihaknya merasa dibedakan lantaran media lain justru diizinkan masuk.

“Saya bersama dua wartawan lainnya dilarang masuk, sementara wartawan Beritabangsa diperbolehkan. Setelah kami hubungi beliaunya lewat WhatsApp, beliau hanya menjawab ‘silakan besok ke kantor ya, Pak’,” tambahnya.

Publik pun mendesak BPOM Jember untuk bersikap transparan dan segera menertibkan peredaran scincare ilegal yang berpotensi membahayakan kesehatan masyarakat.(Red).

Berita Terkait

Panen Raya di Tuban, Presiden Prabowo Apresiasi Peran Polri Wujudkan Ketahanan Pangan Nasional
WNA India Overstay 248 Hari Ditemukan Meninggal di Ruang Detensi Imigrasi Surabaya
AMI Desak Prabowo Copot Oknum Anggota DPRD Jember yang Viral Main Game dan Merokok Saat Rapat
Warga Lingkungan IX Tandatangani Petisi Penolakan M. Salim Sebagai Kepling
Ombudsman RI: Jaminan Keselamatan Transportasi Membutuhkan Solusi Sistemik
15 Meninggal, 88 Luka-Luka. Pejabat Cuma Bilang Evaluasi
Prabowo Subianto Kunjungi Korban Tragedi Tabrakan Kereta di RSUD CAM Bekasi
Putusan Praperadilan Mojokerto Disorot, Saat Rakyat Kecil Mencari Keadilan

Berita Terkait

Sabtu, 16 Mei 2026 - 19:30 WIB

Panen Raya di Tuban, Presiden Prabowo Apresiasi Peran Polri Wujudkan Ketahanan Pangan Nasional

Jumat, 15 Mei 2026 - 22:57 WIB

WNA India Overstay 248 Hari Ditemukan Meninggal di Ruang Detensi Imigrasi Surabaya

Kamis, 14 Mei 2026 - 22:33 WIB

AMI Desak Prabowo Copot Oknum Anggota DPRD Jember yang Viral Main Game dan Merokok Saat Rapat

Kamis, 30 April 2026 - 20:51 WIB

Warga Lingkungan IX Tandatangani Petisi Penolakan M. Salim Sebagai Kepling

Rabu, 29 April 2026 - 18:08 WIB

Ombudsman RI: Jaminan Keselamatan Transportasi Membutuhkan Solusi Sistemik

Rabu, 29 April 2026 - 03:19 WIB

15 Meninggal, 88 Luka-Luka. Pejabat Cuma Bilang Evaluasi

Selasa, 28 April 2026 - 14:42 WIB

Prabowo Subianto Kunjungi Korban Tragedi Tabrakan Kereta di RSUD CAM Bekasi

Senin, 27 April 2026 - 17:14 WIB

Putusan Praperadilan Mojokerto Disorot, Saat Rakyat Kecil Mencari Keadilan

Berita Terbaru