SUMATRA UTARA, SURYA INDONESIA, – Balige, di Awal Tahun 2025, Praktek Mafia Tanah masih marak terjadi di Kabupaten Toba. Senin, (13/1/2025)
Faktanya, Kepala Desa Paindoan berinisial BS yang menjabat sebagai Kepala Desa Paindoan di Kabupaten Toba Bekerja sampingan menjadi Mafia Tanah di Parsuratan Kecamatan Balige yang Bukan di wilayah Administrasi Desanya.
Praktek mafia tanah yang didukung oleh BS Kades Paindoan Kabupaten Toba bertentangan dengan Asta Cita Presiden RI Prabowo Subianto.
Didapat keterangan dari Antonius Simanjuntak selaku Pemilik Tanah yang bersertifikat BPN RI Tahun 2013 yang beralamat di Desa Parsuratan Kecamatan Balige menerangkan bahwa Kami yang tergabung pada Keluarga Besar Penyelamatan Aset Pomparan Op.
Mona Simanjuntak menyayangkan Sikap Arogan Kepala Desa Paindoan yang melegalkan jual beli tanah di Desa Parsuratan dengan mengeluarkan SKT Kepala Desa Tahun 2024 terhadap seorang perempuan berinisial NE yang berprofesi ASN di Kementerian Agama Kabupaten Toba.
Terkait adanya Mafia Tanah di Desa Parsuratan Kecamatan Balige, Antonius Simanjuntak telah melaporkan Tindak Pidana Penyerobotan Tanah yang dilakukan BS selaku Kepala Desa Paindoan.
Pihaknya berharap Penyidik Polres Toba jangan berlarut-larut melakukan Penyelidikan dan Penyidikan Adanya Pidana Penyerobotan Tanah di lahan seluas 685 (meter persegi), mengingat di Objek perkara yang sama Antonius Simanjuntak juga pernah melaporkan Penguasaan Lahan Tanpa Ijin pada Tahun 2018 namun hingga saat ini kasus tersebut Mangkrak.
Pihaknya juga telah melakukan sanggahan kepada Kepala BPN Toba agar tidak terbitkan Sertifikat di Objek tanah yang sedang perkara. (tim.red)