Aceh Singkil , Surya Indonesia.net – Desa panji Dusun genasing kecamatan longkip kota Subulussalam
Di tengah hutan yang sunyi dan sepi,
Berdiri gubuk sederhana, saksi hidupku ini.
Bukan tembok bata, bukan atap genteng,
Hanya bambu dan terpal, tempatku berteduh dan beristirahat.
Atapnya berwarna biru, tenda penahan hujan,
Dindingnya pun tak rapat, angin bebas masuk dan keluar.
Mereka bilang ini tempat yang tak layak,
Tapi bagiku, ini adalah istana yang paling berharga.
Aku tinggal di sini bukan karena mau,
Tapi karena terpaksa, karena tak punya pilihan.
Di desa, aku tak punya tanah, tak punya rumah,
Karena tangan ini kosong, karena dompetku tak berisi.
Orang-orang memandang dengan mata sinis,
Menganggap kami sampah, menganggap kami rendah.
Mereka lupa bahwa kami juga manusia,
Yang punya hati, yang punya rasa, yang butuh tempat untuk berjuang.
Membangun tempat berteduh dengan tangan sendiri.
Di bawah tenda biru ini,
Kami belajar arti kesederhanaan.
Makan seadanya, tidur seadanya,
Tapi kasih sayang di antara kami tak pernah kurang.
Biarlah kami tinggal di sini,
Jauh dari hiruk pikuk dan cemoohan mereka.
Biarlah kami hidup sederhana di tengah alam,
Asalkan kami bisa bersama, asalkan kami bisa bernapas.
Allah, lihatlah hamba-Mu ini,
Yang tak punya tempat berpijak di bumi.
Tapi percayalah, satu hal yang mereka tak tahu,
Di gubuk derita ini, kami masih punya mimpi.
Suatu hari nanti, tenda biru ini akan berganti,
Menjadi rumah yang kokoh, menjadi kebanggaan keluarga.
Karena kemiskinan bukanlah akhir dari segalanya,
Ini hanyalah ujian, sebelum Tuhan memberikan kemenangan.
(JAMAR)

























