Breaking News

BIADAB! Bayi Perempuan Dibuang di Halaman Rumah Warga Sanur, Tali Pusar Cuma Dijepit Penjepit Kertas!

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Denpasar, Surya Indonesia.net – BIADAB! Bayi Perempuan Dibuang di Halaman Rumah Warga Sanur, Tali Pusar Cuma Dijepit Penjepit Kertas

Lagi-lagi nurani manusia seolah mati! Warga Jalan Tirta Ening II, Sanur Kauh, Denpasar Selatan dibuat geger dan murka setelah menemukan jasad bayi perempuan tak berdosa di halaman rumah warga pada Sabtu (2/5) pagi.

 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bayi malang tersebut dibuang begitu saja seperti sampah, diletakkan di atas meja kayu samping rumah.

Kronologi Penemuan yang Menyayat Hati

Jasad bayi pertama kali ditemukan oleh pemilik rumah, Ni Nyoman Romiyanti (44), sekitar pukul 06.16 WITA saat sedang menyapu halaman. Betapa terkejutnya ia saat melihat sesosok bayi mungil terbujur kaku di atas meja kayu.

 

Korban ditemukan dalam posisi terlentang, beralaskan handuk pink, dan hanya mengenakan popok. Penemuan ini langsung memicu kepanikan dan amarah warga sekitar yang langsung berkerumun di lokasi.

Tali Pusar Dijepit Penjepit Kertas: Di Mana Hati Nurani Pelaku?

 

Tim Identifikasi Polresta Denpasar yang tiba di lokasi langsung melakukan olah TKP. Fakta yang ditemukan sungguh bikin mengelus dada:

 

Tidak ditemukan tanda kekerasan fisik. Namun, tali pusar bayi tersebut ternyata masih menempel!

Yang lebih mengenaskan, tali pusar itu hanya dibungkus tisu dan dijepit menggunakan penjepit kertas.

Bisa dibayangkan betapa teganya pelaku yang melahirkan tanpa bantuan medis yang layak, lalu langsung membuang darah dagingnya sendiri hingga tewas kedinginan!

Polisi Buru Pelaku Pembuangan

Kanit Reskrim Polsek Denpasar Selatan, Iptu Azel Arisandi, menegaskan pihaknya sedang bergerak cepat menyelidiki kasus ini dan memeriksa saksi-saksi untuk memburu siapa orang tua yang tega berbuat keji tersebut. Jasad bayi kini telah dievakuasi ke RSUP Prof. Ngoerah untuk pemeriksaan lebih lanjut.

 

Kasus ini menjadi tamparan keras bagi kita semua. Hubungan gelap atau masalah ekonomi sama sekali bukan alasan untuk membuang darah daging sendiri ke liang lahat!

 

Pelaku harus segera ditangkap dan dihukum seberat-beratnya! Bagaimana menurut Anda, apa hukuman yang pantas untuk orang tua keji seperti ini?

( red)

Berita Terkait

EDR (23), mahasiswi asal Sidoarjo menjadi korban begal di depan Wisata Bhakti Alam, Jalan Raya Dusun Wadung,
Hendak Kabur ke Kuala Lumpur, Tiga WNA Tiongkok Diamankan 
pencurian tabung gas elpiji kembali terjadi di kawasan padat penduduk.
Bareskrim Polri Dalami Dugaan Pemberangkatan Haji Ilegal, 8 Calon Jemaah Digagalkan Berangkat
SatNarkoba Polres Badung Bekuk 15 Tersangka Tindak Pidana Penyalagunaan Narkoba 
Polres Badung bersama Jajaran Polsek Berhasil Mengungkap Kasus C3
Polres Gianyar Ungkap 19 Kasus Kriminal Selama April 2026
Polresta Denpasar Serahkan 26 WNA ke Imigrasi, Tindak Lanjut Dugaan Penyekapan di Kedonganan

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 10:00 WIB

EDR (23), mahasiswi asal Sidoarjo menjadi korban begal di depan Wisata Bhakti Alam, Jalan Raya Dusun Wadung,

Sabtu, 2 Mei 2026 - 19:16 WIB

Hendak Kabur ke Kuala Lumpur, Tiga WNA Tiongkok Diamankan 

Sabtu, 2 Mei 2026 - 16:52 WIB

pencurian tabung gas elpiji kembali terjadi di kawasan padat penduduk.

Kamis, 30 April 2026 - 18:23 WIB

Bareskrim Polri Dalami Dugaan Pemberangkatan Haji Ilegal, 8 Calon Jemaah Digagalkan Berangkat

Kamis, 30 April 2026 - 16:27 WIB

SatNarkoba Polres Badung Bekuk 15 Tersangka Tindak Pidana Penyalagunaan Narkoba 

Kamis, 30 April 2026 - 16:24 WIB

Polres Badung bersama Jajaran Polsek Berhasil Mengungkap Kasus C3

Kamis, 30 April 2026 - 13:15 WIB

Polres Gianyar Ungkap 19 Kasus Kriminal Selama April 2026

Kamis, 30 April 2026 - 07:35 WIB

Polresta Denpasar Serahkan 26 WNA ke Imigrasi, Tindak Lanjut Dugaan Penyekapan di Kedonganan

Berita Terbaru

Serba-Serbi

Kapolres Magetan Ajak Warga Aktif Jaga Lingkungan Lewat Sat Kamling

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:50 WIB