Suryaindonesia.net || Probolinggo – Suasana Jumat pagi (1/5) di Wall Climbing Center GOR A. Yani, Kota Probolinggo, tampak hidup oleh semangat para pelajar yang berpartisipasi dalam Kejuaraan Panjat Tebing Piala Wali Kota Probolinggo 2026 tingkat SD/MI dan SMP/MTs se-Kota Probolinggo. Kejuaraan yang digelar oleh Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) ini menjadi ajang unjuk kemampuan sekaligus wadah pembinaan atlet muda sejak dini.
Hadir membuka kegiatan, Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin didampingi Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Muhammad Abas, Ketua Umum KONI Zulfikar Imawan, Ketua FPTI Kota Probolinggo Nur Fathur Rachman Efendi, serta para kepala sekolah se-Kota Probolinggo.
Dalam laporannya, Ketua Pelaksana Ervina Nursidi menegaskan bahwa kejuaraan ini merupakan langkah strategis dalam pembibitan atlet panjat tebing. “Kegiatan ini kami rancang sebagai ruang pencarian, pembinaan, dan pengembangan potensi generasi muda agar mampu berprestasi dan memperkuat kualitas atlet daerah menuju jenjang yang lebih tinggi,” ujarnya.
Senada dengan itu, mewakili Ketua Harian, Iwan Rosyidi menyampaikan tingginya minat pelajar terhadap cabang olahraga ini. “Peserta mencapai 148 atlet dari 37 sekolah, mulai kelompok usia U-9 hingga U-17, baik kelas pemula maupun umum. Ini menunjukkan potensi besar yang harus terus kita bina,” ungkapnya.
Iwan juga mengapresiasi capaian atlet panjat tebing Kota Probolinggo yang telah menorehkan prestasi di tingkat nasional hingga internasional, salah satunya raihan medali emas nomor boulder pada Kejurnas Kelompok Umur FPTI 2025 di Tangerang oleh Bomantara Bintang Prayuda yang juga berlaga di SEA Games 2025 Thailand.
“Kunci keberhasilan ada pada disiplin, sportif, dan pantang menyerah. Menang atau kalah adalah hal biasa, tetapi semangat untuk terus naik dan tidak takut jatuh itulah yang luar biasa.”
Sementara itu, Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin dalam arahannya menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung pembinaan atlet sejak usia dini. “Melalui kejuaraan ini, kita bisa melihat potensi atlet muda yang ke depan diharapkan mampu berprestasi secara berkelanjutan, baik di tingkat daerah, nasional, hingga internasional. Ini menjadi modal penting, didukung dengan pelatihan yang profesional,” ujarnya. Ia juga mengungkapkan rencana pembangunan wall panjat tebing baru pada tahun 2028 guna menunjang fasilitas latihan yang lebih representatif.
( Yib-mas )

























