Breaking News

Tokoh legendaris drama gong Bali. Pria kelahiran Bangli, 1 September 1949 ini mulai merintis karirnya di dunia seni lawak

Selasa, 10 Juni 2025 - 10:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bali, Surya indonesia.net – I Nyoman Subrata (76 th) atau yang akrab dengan nama panggung “Petruk” merupakan salah satu tokoh legendaris drama gong Bali. Pria kelahiran Bangli, 1 September 1949 ini mulai merintis karirnya di dunia seni lawak khususnya drama gong pada tahun 1975.

Nyoman Subrata pernah beberapa kali menjuarai kompetisi lawak. Salah satunya ia pernah menjadi juara umum lawak se-Bali pada tahun 1983. Walaupun tidak sesering dulu, suami dari Ni Nyoman Sudiati ini masih tetap aktif menghibur masyarakat dalam beberapa acara di berbagai daerah.

Selama menjadi ikon drama gong, nama Petruk tidak bisa dilepaskan dari teman duetnya yaitu Dolar (I Wayan Tarma). Berawal dari sebuah pertunjukan yang mempertemukan mereka, akhirnyanya pada tahun 1979 mereka memutuskan untuk menjadi pasangan duet.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dengan menjadi pasangan duet, mereka berdua berhasil merajai seni pertunjukan drama gong Bali dan menempatkan diri sebagai dua tokoh penting yang mampu membawa drama gong mencapai puncak kesuksesan di era 80 sampai 90an. Dalam setiap aksi panggungnya, ia selalu berusaha menyelipkan pesan-pesan moral dan informasi bagi para penikmat drama gong.

Namun pada tahun 2002 Petruk-Dolar memutuskan untuk mengakhiri duet yang telah mereka jalani selama kurang lebih 20 tahun. Meski begitu, kenangan akan kebersamaan mereka tetap terpatri di hati penggemar. Dolar meninggal dunia pada Juli 2016, meninggalkan duka sekaligus warisan besar dalam kesenian Bali.

Dalam sebuah wawancara, Petruk mengungkapkan alasannya memutuskan untuk berpisah dengan Dolar dikarenakan oleh kesalahpahaman dan mulai adanya perbedaan pendapat serta pandangan antarkeduanya. Hal tersebut menyebabkan keduanya lebih memilih menjalani karirnya masing-masing.

Selama menekuni kesenian, Petruk tak hanya ngaturang ngayah di Bali saja. Kiprahnya hingga ke luar Bali seperti Lombok, Jakarta, Bogor, Palu, Palembang, Bontang (Kaltim), dan Pontianak. Hal ini membuktikan eksistensi Petruk sebagai legenda drama gong.

( ags )

Berita Terkait

Panen Raya di Tuban, Presiden Prabowo Apresiasi Peran Polri Wujudkan Ketahanan Pangan Nasional
WNA India Overstay 248 Hari Ditemukan Meninggal di Ruang Detensi Imigrasi Surabaya
AMI Desak Prabowo Copot Oknum Anggota DPRD Jember yang Viral Main Game dan Merokok Saat Rapat
Warga Lingkungan IX Tandatangani Petisi Penolakan M. Salim Sebagai Kepling
Ombudsman RI: Jaminan Keselamatan Transportasi Membutuhkan Solusi Sistemik
15 Meninggal, 88 Luka-Luka. Pejabat Cuma Bilang Evaluasi
Prabowo Subianto Kunjungi Korban Tragedi Tabrakan Kereta di RSUD CAM Bekasi
Putusan Praperadilan Mojokerto Disorot, Saat Rakyat Kecil Mencari Keadilan

Berita Terkait

Sabtu, 16 Mei 2026 - 19:30 WIB

Panen Raya di Tuban, Presiden Prabowo Apresiasi Peran Polri Wujudkan Ketahanan Pangan Nasional

Jumat, 15 Mei 2026 - 22:57 WIB

WNA India Overstay 248 Hari Ditemukan Meninggal di Ruang Detensi Imigrasi Surabaya

Kamis, 14 Mei 2026 - 22:33 WIB

AMI Desak Prabowo Copot Oknum Anggota DPRD Jember yang Viral Main Game dan Merokok Saat Rapat

Kamis, 30 April 2026 - 20:51 WIB

Warga Lingkungan IX Tandatangani Petisi Penolakan M. Salim Sebagai Kepling

Rabu, 29 April 2026 - 18:08 WIB

Ombudsman RI: Jaminan Keselamatan Transportasi Membutuhkan Solusi Sistemik

Rabu, 29 April 2026 - 03:19 WIB

15 Meninggal, 88 Luka-Luka. Pejabat Cuma Bilang Evaluasi

Selasa, 28 April 2026 - 14:42 WIB

Prabowo Subianto Kunjungi Korban Tragedi Tabrakan Kereta di RSUD CAM Bekasi

Senin, 27 April 2026 - 17:14 WIB

Putusan Praperadilan Mojokerto Disorot, Saat Rakyat Kecil Mencari Keadilan

Berita Terbaru

Serba-Serbi

Progres RTLH TMMD Ke-128 Lombok Timur Masuki Tahap Pemasangan Kramil

Selasa, 19 Mei 2026 - 06:32 WIB