MALANG | SURYA INDONESIA || — Suasana Taman Singha Merjosari, Lowokwaru, pada Sabtu (30/11/2025) pagi tampak lebih ramai dari biasanya.
Sekitar lima puluh relawan dari berbagai organisasi mahasiswa dan lembaga sosial berkumpul, menyiapkan diri sebelum turun ke jalan untuk melakukan Aksi Darurat Bencana.
Kegiatan ini digagas oleh FKMSB Malang, FIMP Malang, IMPRES Malang, IMABA Malang, bekerja sama dengan BMH Malang, Istana Ikan Balearjosari Foundation, LAZISKHU Malang, serta YASA Malang.
Aksi ini lahir dari kepedulian mendalam terhadap musibah yang menimpa masyarakat di Semeru, Sibolga, dan Tapanuli Tengah (TAPTENG).
Melalui penggalangan dana di beberapa titik traffic light Kota Malang, para relawan berharap bisa mengirimkan bantuan terbaik untuk meringankan beban para korban.
Setelah menjalani briefing dan doa bersama, para relawan berpencar menuju tiga titik utama: Jl. Veteran UB, depan Masjid Sabilillah, dan depan Malang Creative Center (MCC).
Selama tiga jam mereka berdiri di bawah terik matahari, mengangkat poster-poster bertuliskan ajakan peduli bencana, menyapa para pengendara, dan mengajak masyarakat menyalurkan donasinya.
Meski terbilang singkat, aksi ini membuahkan hasil yang menggembirakan. Total donasi yang terkumpul mencapai Rp 2.872.500, dengan rincian Rp 1.452.000 dari titik Jl. Veteran, dan Rp 1.420.500 dari area Sabilillah dan MCC.
Dana ini rencananya akan disalurkan pada Kamis, 11 Desember 2025, mulai pukul 07.00 WIB.
Para relawan terlihat antusias menjalankan tugas mereka. Beberapa di antaranya adalah mahasiswa dari IMABA, seperti Fathol Bari, Voni Legiawati, dan Zein Alvin. Dari IMPRES, hadir Moh. Rifki, Samsul Arifin, dan rekan-rekan lainnya.
Sementara dari FIMP, FKMSB, serta perwakilan lembaga sosial seperti LAZISKHU, YASA, BMH, dan Istana Ikan Balearjosari Foundation juga turut memperkuat aksi kemanusiaan ini.
Bagi mereka, aksi ini bukan sekadar penggalangan dana. Lebih dari itu, ini adalah wujud solidaritas, rasa kemanusiaan, dan doa untuk saudara-saudara yang sedang menghadapi cobaan berat.
“Bismillahirrahmanirrahim, semoga apa yang kita lakukan menjadi amal jariyah. Aamiin.” begitulah pesan penutup yang menggambarkan semangat kebersamaan seluruh relawan.
Aksi Darurat Bencana 2025 ini menjadi bukti bahwa Malang memiliki jiwa kepedulian yang kuat.
Ketika bencana datang menimpa, masyarakat dan para pemudanya sigap bersatu, menunjukkan bahwa sekecil apa pun donasi, dapat menghadirkan senyum besar bagi mereka yang sedang berduka. (aw/kw)





















