Surya Indonesia.net – Dandim 1611/Badung: Pentingnya Sinergi Wujudkan Akses Jalan Strategis TPA Suwung Menuju Kawasan Akame
Sinergi TNI, Pemerintah, dan Adat: Cek Lokasi Rute Baru, Dukung Infrastruktur Pengelolaan Sampah Denpasar
BALI – Denpasar, Dalam rangka mendukung percepatan pembangunan infrastruktur dan peningkatan pengelolaan persampahan di wilayah Bali, Kapok Sahli Pangdam IX/Udayana, Brigjen TNI I Ketut Mertha Gunarda, melaksanakan kunjungan kerja ke Kantor Unit Pelayanan Teknis Daerah (KUPTD) Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwung, Kecamatan Denpasar Selatan, pada hari Senin, 25 Mei 2026. Kunjungan ini bertujuan untuk meninjau langsung rencana pembangunan akses jalan yang akan menghubungkan kawasan TPA Suwung menuju kawasan Akame atau Pusat Sistem Pengelolaan Lingkungan (PSEL), serta menuju lokasi Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Tahura.
Rombongan Kapok Sahli Pangdam IX/Udayana tiba di lokasi dan disambut secara langsung oleh Kepala Seksi Teknis UPTD Pengolahan Sampah, I Putu Gede Wiradana, serta Jero Bendesa Adat Pedungan. Dalam kegiatan ini, Brigjen TNI I Ketut Mertha Gunarda didampingi langsung oleh Komandan Kodim (Dandim) 1611/Badung, Kolonel Inf I Putu Tangkas Wiratawan, S.I.P., serta para pejabat utama dari jajaran Kodim 1611/Badung dan unsur terkait lainnya. Kehadiran pihak TNI dalam kunjungan ini menjadi bentuk sinergitas antara aparat, pemerintah daerah, dan masyarakat adat dalam memastikan kelancaran setiap tahapan perencanaan pembangunan.
Agenda utama kegiatan ini meliputi pengecekan langsung lokasi rencana pembangunan akses jalan yang membentang dari kawasan TPA Suwung melewati jalur menuju TPST Tahura hingga sampai ke kawasan Akame (PSEL). Di lokasi tersebut, rombongan melakukan peninjauan mendalam terkait kondisi lahan, rute yang akan dilewati, serta tantangan yang mungkin dihadapi selama proses pembangunan nanti. Pihak pengelola KUPTD TPA Suwung memaparkan bahwa akses jalan ini sangat strategis dan akan menjadi urat nadi baru dalam mendistribusikan serta mengelola sampah secara lebih efisien, terintegrasi, dan ramah lingkungan.
Turut hadir mendampingi kegiatan ini antara lain Kasdim 1611/Badung, Pabung Dim 1611/Badung, Danramil 1611-02/Denpasar Selatan, serta Kapten Made Arta dari Topdam IX/Udayana. Selain unsur TNI, hadir pula pejabat Kasi KUPTD Pengolahan Sampah, Lurah Pedungan, Jero Bendesa Adat Pedungan, dan Mangku Pura Dalem Satru TPA Suwung. Kehadiran tokoh adat dan pemangku adat menunjukkan dukungan penuh dari masyarakat setempat terhadap rencana pembangunan ini, serta memastikan bahwa nilai-nilai kearifan lokal tetap terjaga dalam setiap pelaksanaan kegiatan pembangunan di wilayah tersebut.
Brigjen TNI I Ketut Mertha Gunarda dalam keterangannya menekankan pentingnya kesiapan infrastruktur pendukung guna menunjang kinerja fasilitas pengolahan sampah yang ada. Ia berharap perencanaan akses jalan ini dapat disusun secara matang, terkoordinasi dengan baik antarinstansi, dan memperhatikan aspek kelayakan lingkungan maupun kepentingan masyarakat sekitar. “Pihaknya juga berkomitmen untuk terus mendukung dan memfasilitasi agar rencana strategis ini dapat segera direalisasikan demi kemajuan pengelolaan persampahan yang lebih baik di Kota Denpasar dan Bali pada umumnya.” Ujar Brigjen TNI I Ketut Mertha Gunarda.
Adapun dalam kunjungan tersebut, Dandim 1611/Badung mengatakan bahwa “Kami dari Kodim Badung sangat mendukung penuh rencana pembangunan akses jalan ini. Sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan tokoh adat sangat penting agar proyek strategis ini berjalan dengan lancar, bermanfaat nyata bagi pengelolaan sampah, serta tetap menjaga nilai kearifan lokal masyarakat setempat.” Terang Kolonel I Putu Tangkas.
Kegiatan kunjungan dan peninjauan lokasi ini berjalan dengan tertib dan aman. Seluruh pihak yang terlibat sepakat untuk terus berkoordinasi dan bersinergi mulai dari tahap perencanaan hingga pelaksanaan pembangunan nantinya. Pembangunan akses jalan dari TPA Suwung menuju Akame ini diharapkan tidak hanya mempermudah aksesibilitas operasional pengelolaan sampah, tetapi juga memberikan dampak positif berupa peningkatan nilai guna lahan dan kenyamanan lingkungan bagi masyarakat Denpasar Selatan.
(anggi)

























