Denpasar,Surya Indonesia.net – Satreskrim Polresta Denpasar mengingatkan masyarakat agar lebih memperketat keamanan lingkungan, menyusul terungkapnya pola baru pelaku pencurian dengan pemberatan atau curat di wilayah hukum Denpasar.
Kasat Reskrim Polresta Denpasar, Kompol Agus Riwayanto Diputra, menjelaskan bahwa mayoritas pelaku kini tidak lagi beraksi secara spontan. Mereka lebih dulu mempelajari lokasi, memantau situasi sekitar, hingga mencari celah keamanan sebelum melakukan pembobolan.
Pola tersebut terlihat dari kasus pembobolan jaringan minimarket dan sejumlah kedai kecil di Denpasar Selatan yang melibatkan pelaku lintas provinsi dari luar Bali. Berkat kecepatan tim, bantuan rekaman CCTV, serta informasi masyarakat, pelaku berhasil diamankan sebelum memperluas aksinya ke wilayah lain.
Menurut Kompol Agus, sasaran pelaku tidak hanya minimarket modern atau usaha besar, tetapi juga warung dan kedai kecil yang sistem pengamanannya dinilai lemah. Barang bukti yang diamankan pun beragam, mulai dari tabung gas LPG hingga material besi.
Selain pembobolan toko, pola mengintai juga ditemukan pada kasus kejahatan jalanan seperti jambret. Pelaku biasanya memilih lokasi yang sepi, minim penerangan, dan tidak terpantau CCTV.
Karena itu, masyarakat diminta lebih peka terhadap keberadaan orang asing yang mondar-mandir tanpa tujuan jelas di sekitar rumah, toko, atau tempat usaha. Aktivitas semacam itu perlu diwaspadai karena bisa menjadi tanda awal pelaku sedang memetakan target.
Polresta Denpasar menegaskan, menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat tidak bisa hanya mengandalkan aparat kepolisian. Peran warga, pemasangan CCTV, kewaspadaan lingkungan, dan kecepatan pelaporan menjadi kunci untuk mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan.
Jika terjadi tindak kejahatan atau melihat aktivitas mencurigakan, masyarakat diminta segera menghubungi layanan kepolisian 110. Semakin cepat laporan diterima, semakin besar peluang petugas mengungkap dan menangkap pelaku.
( red)

























