BALI – Badung, Surya Indonesia.net – Pada hari Senin, 20 April 2026, telah dilaksanakan rapat koordinasi dalam rangka Kegiatan Program Pertanian Berkelanjutan yang bertempat di kantor BPP Desa Sobangan, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung. Pertemuan ini menjadi wadah diskusi strategis untuk merumuskan langkah-langkah konkret dalam pengembangan sektor pertanian yang ramah lingkungan dan berkelanjutan di wilayah tersebut.
Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai pihak terkait, mulai dari unsur pemerintahan hingga akademisi dan pelaku usaha. Di antaranya Danramil 1611-04/Mengwi, Mayor Inf I Komang Suardika, perwakilan Pemerintah Provinsi Bali, Pemerintah Kabupaten Badung, serta Balai Besar Riset dan Pengembangan Pertanian (BBRBP) Bali. Turut hadir pula perwakilan Organik Dewata (GOD), BPP setempat, dosen dan peneliti dari Universitas Udayana, serta Kelian Subak Desa Sobangan sebagai representasi masyarakat petani.
Dalam kesempatan tersebut, seluruh peserta rapat sepakat untuk menerapkan pendekatan budidaya pertanian dan pengelolaan lingkungan yang berbasis pada bahan alami. Upaya ini dilakukan untuk menghilangkan ketergantungan terhadap bahan kimia sintetis yang dinilai dapat merusak ekosistem. Tujuannya adalah menciptakan sistem pertanian yang tidak hanya produktif, tetapi juga mampu bertahan dalam jangka panjang atau berkelanjutan.
Sasaran utama dari program ini adalah menghasilkan pangan yang sehat dan aman dikonsumsi oleh masyarakat. Selain itu, program ini juga dirancang khusus untuk menjaga kesuburan dan kesehatan tanah, serta berperan aktif dalam mengurangi polusi lingkungan. Dengan metode ini, diharapkan keseimbangan alam dapat terjaga dengan baik tanpa mengorbankan hasil produksi pertanian.
Dalam kesempatan tersebut Danramil 1611-04/Mengwi, Mayor Inf I Komang Suardika memberikan pandangannya terkait kegiatan “Saya sangat mengapresiasi terselenggaranya rapat koordinasi ini. Program Pertanian Berkelanjutan yang mengutamakan penggunaan bahan alami dan bebas kimia ini sangat penting untuk menjaga kelestarian lingkungan serta kesehatan masyarakat,” ujarnya.
Sambung, “Kami dari Koramil 1611-04/Mengwi siap mendukung penuh dan bersinergi bersama semua pihak demi kesuksesan program ini. Semoga melalui pendekatan ini, kesejahteraan petani meningkat, tanah tetap subur, dan hasil panen yang sehat dapat dinikmati bersama secara berkelanjutan,” imbuh Danramil.
Lebih jauh, inisiatif ini juga bertujuan untuk memaksimalkan keanekaragaman hayati yang ada di lingkungan pertanian. Pemanfaatan dan pengelolaan daur ulang bahan organik menjadi kunci utama dalam sistem ini. Melalui sinergi berbagai elemen ini, diharapkan pertanian di Desa Sobangan dapat menjadi contoh model agrikultur modern yang harmonis dengan alam dan memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi para petani.
( red)

























