Breaking News

DI BALIK NAMA JALAN DAN PATUNG RENON SOSOK PAHLAWAN DENPASAR

Selasa, 22 September 2026 - 15:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Denpasar, Surya Indonesia.net – Nama Kapten Anumerta Ida Bagus Putu Djapa tidak bisa dilepaskan dari sejarah perjuangan mempertahankan kemerdekaan di Denpasar. Lahir dari keluarga Geriya Bengkel, Banjar Bengkel, Denpasar, Djapa pernah mengikuti pendidikan militer PETA pada masa pendudukan Jepang. Setelah itu ia menjadi perwira dan terlibat dalam perjuangan bersenjata setelah Proklamasi.

Ketika pasukan Belanda/NICA kembali mendarat di Bali pada 2 Maret 1946, para pejuang Denpasar menyusun rencana untuk melakukan serangan. Pada 11 April 1946, berlangsung Serangan Umum Kota Denpasar dengan sasaran antara lain Tangsi Kayumas, Tangsi Satria dan Lapangan Terbang Tuban. Djapa bersama Letnan Kusuma Yuda memimpin sekitar 800 pejuang dari arah timur. Dalam pertempuran tersebut, sejumlah pejuang gugur, termasuk Djapa. Ia gugur di sekitar Tangsi Kayumas, wilayah yang kini berada di kawasan Renon.

Untuk mengenang perjuangannya, namanya kemudian diabadikan sebagai Jalan Kapten Japa di kawasan Yangbatu, Denpasar. Pemerintah Daerah Tingkat II Badung juga membangun Patung Pahlawan Kapten Anumerta Ida Bagus Putu Djapa di Bundaran Niti Mandala Renon. Monumen tersebut diresmikan pada 20 November 1987, bertepatan dengan peringatan Puputan Margarana ke-41. Lokasinya dipilih karena berkaitan langsung dengan kawasan perjuangan dan tempat gugurnya Djapa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kini, setiap kali warga melewati Jalan Kapten Japa atau melihat patungnya di Renon, nama tersebut menjadi pengingat bahwa Denpasar juga memiliki sejarah perjuangan yang panjang dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

( red)

Berita Terkait

DMI Kabupaten Probolinggo Perkuat Pemahaman Islam Rahmatan Lil Alamin
Drs. KETUT WIRATA SINDHU: DARI BUPATI BULELENG HINGGA PENDIDIK
Mati tan Tumut Pejah, Film Puputan Badung 1906 Tayang Perdana, Manfaatkan AI 
Polsek Tanggulangin Dukung Ketahanan Pangan, Upayakan Keluhan Petani di Desa Randegan
Triwung Lor Night Culture Festival Jadi Ruang Jaga Tradisi dan Kreativitas Warga
Semarak Hari Jadi ke-667 Kota Probolinggo Areal Mayangan Art and Culture Carnival
Probolinggo Bersolek Exhibition Resmi Dibuka, 132 Tenant Ramaikan Hari Jadi ke-667 Kota Probolinggo
Tembakau Paiton VO Probolinggo Resmi Kantongi Sertifikat Indikasi Geografis

Berita Terkait

Minggu, 4 Oktober 2026 - 23:18 WIB

DMI Kabupaten Probolinggo Perkuat Pemahaman Islam Rahmatan Lil Alamin

Selasa, 22 September 2026 - 15:07 WIB

Drs. KETUT WIRATA SINDHU: DARI BUPATI BULELENG HINGGA PENDIDIK

Selasa, 22 September 2026 - 15:05 WIB

DI BALIK NAMA JALAN DAN PATUNG RENON SOSOK PAHLAWAN DENPASAR

Selasa, 22 September 2026 - 15:01 WIB

Mati tan Tumut Pejah, Film Puputan Badung 1906 Tayang Perdana, Manfaatkan AI 

Selasa, 22 September 2026 - 12:33 WIB

Polsek Tanggulangin Dukung Ketahanan Pangan, Upayakan Keluhan Petani di Desa Randegan

Senin, 21 September 2026 - 15:07 WIB

Triwung Lor Night Culture Festival Jadi Ruang Jaga Tradisi dan Kreativitas Warga

Minggu, 20 September 2026 - 19:38 WIB

Semarak Hari Jadi ke-667 Kota Probolinggo Areal Mayangan Art and Culture Carnival

Sabtu, 19 September 2026 - 15:26 WIB

Probolinggo Bersolek Exhibition Resmi Dibuka, 132 Tenant Ramaikan Hari Jadi ke-667 Kota Probolinggo

Berita Terbaru