Breaking News

Drs. KETUT WIRATA SINDHU: DARI BUPATI BULELENG HINGGA PENDIDIK

Selasa, 22 September 2026 - 15:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Buleleng, Surya Indonesia.net – Drs. I Ketut Wirata Sindhu merupakan salah satu tokoh yang pernah memimpin Kabupaten Buleleng pada periode 1993–2002. Pada masa kepemimpinannya, Buleleng menghadapi kondisi ekonomi dan sosial yang belum seperti sekarang. Menurut kesaksian mantan Sekda Buleleng Dewa Ketut Puspaka, Wirata Sindhu dikenal menggunakan pendekatan humanis dan bermartabat dalam menjalankan pemerintahan. Era tersebut juga disebut sebagai periode pembangunan fondasi ekonomi daerah di tengah tingginya persoalan kemiskinan.

 

Salah satu jejak yang kemudian dikaitkan dengan masa kepemimpinannya adalah perkembangan sektor kebudayaan. Gedong Kirtya dikembangkan menjadi museum yang menyimpan berbagai koleksi lontar dan manuskrip Bali. Sementara Museum Buleleng juga mulai direalisasikan dari gagasan yang sebelumnya telah muncul dan kemudian dilanjutkan atas dorongan Wirata Sindhu. Museum tersebut akhirnya dibuka pada 20 Maret 2002.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Namun, perjalanan politiknya sebagai bupati juga tidak sepenuhnya tanpa polemik. Catatan arsip pemberitaan tahun 2001 menyebut Wirata Sindhu secara resmi mengundurkan diri setelah laporan pertanggungjawabannya ditolak DPRD Buleleng sebanyak dua kali.

 

Setelah masa jabatannya berakhir, kiprahnya berlanjut di dunia pendidikan. Ia dikenal sebagai salah satu pendiri Universitas Ngurah Rai (UNR) Denpasar dan kemudian aktif sebagai pembina kampus tersebut. Bahkan ketika kondisi kesehatannya menurun, keluarga menyebut ia masih rutin datang ke kampus dan mengikuti perkembangan akademik.

 

Wirata Sindhu meninggal dunia pada 7 Oktober 2019 dalam usia 77 tahun. Setelah wafat, kontribusinya kembali dikenang, termasuk melalui Life Time Achievement Award dari Komunitas Jurnalis Buleleng pada 2019.

( red)

Berita Terkait

DMI Kabupaten Probolinggo Perkuat Pemahaman Islam Rahmatan Lil Alamin
DI BALIK NAMA JALAN DAN PATUNG RENON SOSOK PAHLAWAN DENPASAR
Mati tan Tumut Pejah, Film Puputan Badung 1906 Tayang Perdana, Manfaatkan AI 
Polsek Tanggulangin Dukung Ketahanan Pangan, Upayakan Keluhan Petani di Desa Randegan
Triwung Lor Night Culture Festival Jadi Ruang Jaga Tradisi dan Kreativitas Warga
Semarak Hari Jadi ke-667 Kota Probolinggo Areal Mayangan Art and Culture Carnival
Probolinggo Bersolek Exhibition Resmi Dibuka, 132 Tenant Ramaikan Hari Jadi ke-667 Kota Probolinggo
Tembakau Paiton VO Probolinggo Resmi Kantongi Sertifikat Indikasi Geografis

Berita Terkait

Minggu, 4 Oktober 2026 - 23:18 WIB

DMI Kabupaten Probolinggo Perkuat Pemahaman Islam Rahmatan Lil Alamin

Selasa, 22 September 2026 - 15:07 WIB

Drs. KETUT WIRATA SINDHU: DARI BUPATI BULELENG HINGGA PENDIDIK

Selasa, 22 September 2026 - 15:05 WIB

DI BALIK NAMA JALAN DAN PATUNG RENON SOSOK PAHLAWAN DENPASAR

Selasa, 22 September 2026 - 15:01 WIB

Mati tan Tumut Pejah, Film Puputan Badung 1906 Tayang Perdana, Manfaatkan AI 

Selasa, 22 September 2026 - 12:33 WIB

Polsek Tanggulangin Dukung Ketahanan Pangan, Upayakan Keluhan Petani di Desa Randegan

Senin, 21 September 2026 - 15:07 WIB

Triwung Lor Night Culture Festival Jadi Ruang Jaga Tradisi dan Kreativitas Warga

Minggu, 20 September 2026 - 19:38 WIB

Semarak Hari Jadi ke-667 Kota Probolinggo Areal Mayangan Art and Culture Carnival

Sabtu, 19 September 2026 - 15:26 WIB

Probolinggo Bersolek Exhibition Resmi Dibuka, 132 Tenant Ramaikan Hari Jadi ke-667 Kota Probolinggo

Berita Terbaru

Serba-Serbi

Kapolri Suyudi Membrutal, 19 Kapolda Dicopot Langsung Kena Mental

Minggu, 4 Okt 2026 - 17:25 WIB