Denpasar, Surya Indonesia.net – Niat mencari kerja di Bali berubah menjadi mimpi buruk bagi Krisno, pria asal Sumba, Nusa Tenggara Timur.
Krisno mengaku menjadi korban sindikat lowongan kerja palsu setelah mendapat informasi pekerjaan melalui aplikasi online dari seseorang yang mengaku sebagai bos perusahaan.
la kemudian diundang untuk mengikuti wawancara kerja di sebuah hotel kawasan Seminyak. Namun setelah sesi wawancara, barang-barang miliknya seperti HP, laptop, koper, hingga pakaian disebut dirampas oleh pelaku.
Korban lalu dipindahkan ke hotel lain di kawasan Kedonganan. Di sana, ia mengaku dituduh mencuri uang dan melakukan pelecehan, lalu mengalami kekerasan selama berjam-jam.
Tak hanya itu, pelaku juga diduga menghubungi keluarga korban di Sumba dan meminta uang tebusan sebesar Rp100 juta disertai ancaman serius jika permintaan tersebut tidak dipenuhi.
Krisno akhirnya berhasil kabur saat penjaga tertidur dan meminta pertolongan di sebuah warung. Kasus ini telah dilaporkan ke Polresta Denpasar penyelidikan oleh kepolisian.
( red)

























