DENPASAR, Surya Indonesia. Net – Jalan Tunjung Biru, Pemogan, mendadak jadi zona perang pada Minggu (26/4/2026) dini hari! Hanya karena salah paham saat pesta miras, puluhan pemuda terlibat bentrok brutal yang bikin warga sekitar ketakutan setengah mati.
Berawal dari Gelas Pecah, Berakhir di Kantor Polisi: Niatnya ngerjain tugas sambil minum miras, mahasiswa bernama Gregorius Andrean Solo (22) malah terlibat cekcok dengan kakak beradik, Andre Nani dan Ino Nani. Gelas pecah tak sengaja jadi pemicu kejadian dan ada rasa dendam!
Tak terima dipukul, Solo bukannya pulang malah menelepon gerombolannya. Sekitar 15-20 orang datang mengepung lokasi
Senjata Tajam dan Teror , dari keterangan Saksi yang melihat kejadian tersebut massa membawa parang dan melakukan pelemparan batu secara membabi buta.
Ancaman pun di serukan oleh salah seorang pelaku berupa Pengusiran dan para Pelaku pun sempat mengancam akan mengeluarkan seluruh penghuni kos jika tidak menemukan target yang dicari. “Besok pagi kami datang dan keluarkan semua penghuni!” teriak salah satu pelaku.
Mobil Warga pun menJadi sasaran amukan. Korban dari Mobil Innova rental milik warga yang belum tahu apa-apa saja yang hancur. Yang terlihat kaca belakangnya terkena lemparan batu. Rugi jutaan rupiah hanya karena ulah oknum mabuk!
“Ketiganya dalam pengaruh minuman keras. Kami sudah amankan salah satu orang dan sedang menyelidiki sekitar 20 orang lainnya yang terlibat.” Iptu Azel Arisandi (Kanit Reskrim Polsek Densel)
Bali butuh wisatawan dan pendatang yang tertib, bukan yang bawa parang dan bikin rusuh saat mabuk! Masyarakat mulai geram dengan aksi premanisme yang mengganggu ketenangan Lingkungan Taruna Bineka. Ucap salah satu warga menyerukan.
Polsek Denpasar Selatan kini tengah memburu belasan pelaku lainnya. Tidak ada ruang bagi pelaku kekerasan di tanah Bali!
( red)

























