Breaking News
IconSurya Indonesia - Kapolres Ngawi Tegaskan Komitmen Perangi Narkotika Saat Hadiri Pengukuhuan Relawan P4GN Ngawi – Kapolres Ngawi AKBP Prayoga Angga Widyatama, S.I.K., M.Si., menghadiri kegiatan Pengukuhan Relawan Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) yang digelar di GOR Bung Hatta Ngawi. Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Ngawi H. Ony Anwar Harsono. Pengukuhan relawan P4GN ini menjadi langkah nyata dalam memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan masyarakat dalam memerangi bahaya narkotika yang kian mengancam generasi muda. Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Ngawi menyampaikan bahwa keterlibatan masyarakat melalui relawan P4GN sangat penting sebagai garda terdepan dalam upaya pencegahan dan pemberantasan narkotika. Menurutnya, perang melawan narkoba tidak bisa hanya mengandalkan aparat, namun membutuhkan dukungan aktif dari seluruh elemen masyarakat. “Kegiatan ini merupakan wujud komitmen bersama dalam memerangi bahaya narkotika serta memperkuat peran aktif masyarakat dalam menjaga lingkungan dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika,” ujarnya, saat dikonfirmasi pada Rabu (6/5/2026) Lebih lanjut, Polres Ngawi menegaskan akan terus mendukung langkah-langkah strategis dalam upaya pemberantasan narkotika demi terciptanya generasi yang sehat, produktif, dan berdaya saing. Masyarakat juga diimbau untuk tidak ragu melaporkan apabila menemukan adanya potensi gangguan kamtibmas, khususnya yang berkaitan dengan penyalahgunaan narkotika, melalui nomor layanan yang telah disediakan Call Center 110. Dengan adanya pengukuhan relawan P4GN ini, diharapkan upaya pencegahan narkotika di wilayah Kabupaten Ngawi semakin optimal dan mampu menciptakan lingkungan yang aman serta kondusif.

Langgar Aturan Keimigrasan dan Dugaan Prostitusi, 3 WNA Uganda Dideportasi Rudenim Denpasar, Salah Satunya Pengidap HIV-AIDS

Sabtu, 19 Oktober 2024 - 11:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Denpasar , Surya Indonesia.net – Rudenim Denpasar dibawah kepemimpinan Menkumham RI Supratman Andi Agtas ini kembali mendeportasi 3 orang Wanita WNA berwarganegara Uganda di Bali, yakni NN (29), TN (19), DAN TCN (23) karena melanggar Pasal 75 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian.

Dalam ketentuan Pasal 75 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 Tentang Keimigrasian menyebutkan bahwa Pejabat Imigrasi berwenang melakukan Tindakan Administratif Keimigrasian terhadap Orang Asing yang berada di Wilayah Indonesia yang melakukan kegiatan berbahaya dan patut diduga membahayakan keamanan dan ketertiban umum atau tidak menghormati atau tidak menaati peraturan perundang-undangan dikenai Tindakan Administratif Keimigrasian berupa Deportasi dan Penangkalan.

Plh. Kepala Rumah Detensi Imigrasi Denpasar Raden Fajar Jaya Wicaksono menjelaskan bahwa ke-tiga Wanita Uganda ini datang ke Bali pada waktu yang berbeda-beda namun terdapat pola kemiripan aktivitas yang merupakan sebuah pelanggaran keimigrasian.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kasus NN
Wanita kelahiran Masaka, Uganda pada 1995 ini pertama kali tiba di Indonesia pada 9 Juli 2024 menggunakan visa kunjungan B211A. Ia memilih Kuta, Bali untuk menetap selama di Indonesia. Selama tinggal di Kuta, NN mengaku menggunakan waktunya untuk berwisata, namun dalam sebuah bukti tangkapan layar percakapan dengan teman-temannya, ia mengungkapkan keterlibatan dalam aktivitas yang melanggar hukum. Ia suatu ketika dipertemukan dengan seorang pria oleh temannya yang pada akhirnya menjadi sebuah transaksi bisnis dengan memberikan jasa hubungan badan terhadap pria tersebut. Dari hasil jual jasanya tersebut NN meraup 1,4 juta Rupiah. NN juga menjelaskan pengalaman ketika petugas imigrasi mendatangi tempat tinggalnya dan ia menyebarkan pesan itu kepada teman temannya dengan tujuan agar teman temannya dapat menghindar dari pemeriksaan petugas imigrasi.
Dalam sebuah pernyataan dalam percakapan bersama temannya, diketahui NN mengaku mengidap HIV-AIDS.

Pada 10 September 2024 NN didetensi di Kantor Imigrasi Ngurah Rai pasca penangkapan saat kegiatan pengawasan keimigrasian yang diadakan rutin. Selanjutnya dikarenakan pendeportasian belum dapat dilakukan maka Kanim Ngurah Rai menyerahkan NN ke Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Denpasar pada 11 September 2024 untuk didetensi dan diupayakan pendeportasiannya lebih lanjut.

Kasus TN
Gadis kelahiran tahun 2005 in tiba di Indonesia pada 20 Mei 2024. Karena merasa betah di Bali, Ia mengajukan perpanjangan izin tinggal hingga 9 September 2024. Selama di Bali, TN tinggal di sebuah penginapan di wilayah Kuta dan dilaporkan terlibat dalam dugaan prostitusi online. Ketika diperiksa oleh petugas imigrasi pada 10 September 2024, TN tidak dapat menunjukkan dokumen yang diperlukan dan memberikan keterangan yang tidak benar. Dalam peristiwa tersebut TN diamankan dan didetensi di Kantor Imigrasi Ngurah Rai. Namun karena pendeportasian belum dapat dilakukan maka Kanim Ngurah Rai menyerahkan TN ke Rudenim Denpasar pada 11 September 2024 untuk didetensi dan diupayakan pendeportasiannya lebih lanjut.

Kasus TCN
Gadis kelahiran tahun 2001 ini juga diduga terlibat dalam jaringan prostitusi online. Ia datang ke Bali pada 17 Juni 2024 dan melakukan aktivitas menawarkan jasa massage kepada klien laki-lakinya. Dirinya ditemukan oleh petugas imigrasi Ngurah Rai saat kegiatan pengawasan keimigrasian di lokasi yang sama dengan TN. Saat pemeriksaan, TCN berusaha melarikan diri dan tidak dapat menunjukkan paspor yang seharusnya ada padanya. Ia pun diboyong bersama sama dengan TN dan didetensi di Kantor Imigrasi Ngurah Rai. Keesokan harinya, pada 11 September 2024 ia dipindahkan ke Rudenim Denpasar untuk didetensi dan diupayakan pendeportasiannya lebih lanjut.

Tindakan Hukum
Berdasarkan fakta-fakta yang ada, pihak imigrasi memutuskan untuk melakukan tindakan administratif kepada NN, TN, dan TCN, termasuk pendetensian dan pendeportasian, serta memasukkan nama mereka ke dalam Daftar Penangkalan sesuai dengan ketentuan Pasal 75 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian.

Dudy menerangkan setelah NN, TN, dan TCN didetensi selama 36 hari, dan dengan berbagai upaya ekstra jajarannya dalam mengusahakan pendeportasiannya, akhirnya ke-tiganya dapat dideportasi ke Negara asal mereka. NN, TN, dan TCN telah dideportasi melalui bandara Internasional Soekarno Hatta pada 17 Oktober 2024 dengan tujuan akhir Entebbe International Airport dengan dikawal oleh petugas Rudenim Denpasar. Ke-tiga Wanita tersebut telah diusulkan dalam daftar penangkalan ke Direktorat Jenderal Imigrasi.

Kakanwil Kemenkumham Bali, Pramella Yunidar Pasaribu, menanggapi kasus ini dengan menegaskan bahwa pihaknya akan terus memperkuat pengawasan terhadap warga negara asing di Bali. “Kami berkomitmen untuk menjaga keamanan dan ketertiban di Bali, khususnya dalam kaitannya dengan aktivitas warga negara asing. Setiap pelanggaran yang mengancam keamanan atau ketertiban umum akan kami tindak tegas sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” ujar Pramella. Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa Kanwil Kemenkumham Bali akan terus melakukan operasi pengawasan secara rutin, bekerja sama dengan pihak-pihak terkait, untuk mencegah pelanggaran keimigrasian, terutama yang terkait dengan kasus-kasus sensitif seperti prostitusi.

“Sesuai Pasal 102 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian, penangkalan dapat dilakukan paling lama enam bulan dan setiap kali dapat diperpanjang paling lama enam bulan dan selain itu penangkalan seumur hidup juga dapat dikenakan terhadap Orang Asing yang dianggap dapat mengganggu keamanan dan ketertiban umum. Namun demikian keputusan penangkalan lebih lanjut akan diputuskan Direktorat Jenderal Imigrasi dengan melihat dan mempertimbangkan seluruh kasusnya” tutup Dudy.

( Ags )

Berita Terkait

Polresta Sidoarjo Ungkap Sindikat LPG Oplosan di Rumah Kontrakan Amankan Dua Tersangka
Gedung Pemerintah Disergap, KPK Gelar Pertemuan Tertutup Tanpa Ponsel di Blitar
Polsek kuta ungkap kasus pengeroyokan serta Aksi viral di media sosial
Kabur Bawa Motor Majikan, Pelaku Curanmor Ditangkap Tim Opsnal Polsek Dentim di Gilimanuk
Ranjau Sabu di Blitar, Polisi Amankan 13 Paket dan 23 Gram Sabu dari Pemasang Jaringan
BIADAB! Bayi Perempuan Dibuang di Halaman Rumah Warga Sanur, Tali Pusar Cuma Dijepit Penjepit Kertas!
EDR (23), mahasiswi asal Sidoarjo menjadi korban begal di depan Wisata Bhakti Alam, Jalan Raya Dusun Wadung,
Hendak Kabur ke Kuala Lumpur, Tiga WNA Tiongkok Diamankan 

Berita Terbaru

Serba-Serbi

Kapolres Ngawi Tegaskan Komitmen Perangi Narkotika Saat Hadiri Pengukuhuan Relawan P4GN Ngawi – Kapolres Ngawi AKBP Prayoga Angga Widyatama, S.I.K., M.Si., menghadiri kegiatan Pengukuhan Relawan Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) yang digelar di GOR Bung Hatta Ngawi. Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Ngawi H. Ony Anwar Harsono. Pengukuhan relawan P4GN ini menjadi langkah nyata dalam memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan masyarakat dalam memerangi bahaya narkotika yang kian mengancam generasi muda. Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Ngawi menyampaikan bahwa keterlibatan masyarakat melalui relawan P4GN sangat penting sebagai garda terdepan dalam upaya pencegahan dan pemberantasan narkotika. Menurutnya, perang melawan narkoba tidak bisa hanya mengandalkan aparat, namun membutuhkan dukungan aktif dari seluruh elemen masyarakat. “Kegiatan ini merupakan wujud komitmen bersama dalam memerangi bahaya narkotika serta memperkuat peran aktif masyarakat dalam menjaga lingkungan dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika,” ujarnya, saat dikonfirmasi pada Rabu (6/5/2026) Lebih lanjut, Polres Ngawi menegaskan akan terus mendukung langkah-langkah strategis dalam upaya pemberantasan narkotika demi terciptanya generasi yang sehat, produktif, dan berdaya saing. Masyarakat juga diimbau untuk tidak ragu melaporkan apabila menemukan adanya potensi gangguan kamtibmas, khususnya yang berkaitan dengan penyalahgunaan narkotika, melalui nomor layanan yang telah disediakan Call Center 110. Dengan adanya pengukuhan relawan P4GN ini, diharapkan upaya pencegahan narkotika di wilayah Kabupaten Ngawi semakin optimal dan mampu menciptakan lingkungan yang aman serta kondusif.

Berita Terkait

Selasa, 5 Mei 2026 - 16:09 WIB

Polresta Sidoarjo Ungkap Sindikat LPG Oplosan di Rumah Kontrakan Amankan Dua Tersangka

Selasa, 5 Mei 2026 - 11:18 WIB

Gedung Pemerintah Disergap, KPK Gelar Pertemuan Tertutup Tanpa Ponsel di Blitar

Selasa, 5 Mei 2026 - 08:34 WIB

Polsek kuta ungkap kasus pengeroyokan serta Aksi viral di media sosial

Senin, 4 Mei 2026 - 18:32 WIB

Kabur Bawa Motor Majikan, Pelaku Curanmor Ditangkap Tim Opsnal Polsek Dentim di Gilimanuk

Senin, 4 Mei 2026 - 12:11 WIB

Ranjau Sabu di Blitar, Polisi Amankan 13 Paket dan 23 Gram Sabu dari Pemasang Jaringan

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:43 WIB

BIADAB! Bayi Perempuan Dibuang di Halaman Rumah Warga Sanur, Tali Pusar Cuma Dijepit Penjepit Kertas!

Minggu, 3 Mei 2026 - 10:00 WIB

EDR (23), mahasiswi asal Sidoarjo menjadi korban begal di depan Wisata Bhakti Alam, Jalan Raya Dusun Wadung,

Sabtu, 2 Mei 2026 - 19:16 WIB

Hendak Kabur ke Kuala Lumpur, Tiga WNA Tiongkok Diamankan 

Berita Terbaru

Serba-Serbi

Kapolres Ngawi Tegaskan Komitmen Perangi Narkotika Saat Hadiri Pengukuhuan Relawan P4GN Ngawi – Kapolres Ngawi AKBP Prayoga Angga Widyatama, S.I.K., M.Si., menghadiri kegiatan Pengukuhan Relawan Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) yang digelar di GOR Bung Hatta Ngawi. Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Ngawi H. Ony Anwar Harsono. Pengukuhan relawan P4GN ini menjadi langkah nyata dalam memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan masyarakat dalam memerangi bahaya narkotika yang kian mengancam generasi muda. Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Ngawi menyampaikan bahwa keterlibatan masyarakat melalui relawan P4GN sangat penting sebagai garda terdepan dalam upaya pencegahan dan pemberantasan narkotika. Menurutnya, perang melawan narkoba tidak bisa hanya mengandalkan aparat, namun membutuhkan dukungan aktif dari seluruh elemen masyarakat. “Kegiatan ini merupakan wujud komitmen bersama dalam memerangi bahaya narkotika serta memperkuat peran aktif masyarakat dalam menjaga lingkungan dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika,” ujarnya, saat dikonfirmasi pada Rabu (6/5/2026) Lebih lanjut, Polres Ngawi menegaskan akan terus mendukung langkah-langkah strategis dalam upaya pemberantasan narkotika demi terciptanya generasi yang sehat, produktif, dan berdaya saing. Masyarakat juga diimbau untuk tidak ragu melaporkan apabila menemukan adanya potensi gangguan kamtibmas, khususnya yang berkaitan dengan penyalahgunaan narkotika, melalui nomor layanan yang telah disediakan Call Center 110. Dengan adanya pengukuhan relawan P4GN ini, diharapkan upaya pencegahan narkotika di wilayah Kabupaten Ngawi semakin optimal dan mampu menciptakan lingkungan yang aman serta kondusif.

Rabu, 6 Mei 2026 - 08:06 WIB

Serba-Serbi

Usai Apel Gabungan, Satgas TMMD Ke-128 Tancap Gas Kerjakan Talut

Rabu, 6 Mei 2026 - 06:17 WIB