Breaking News

SHE: TERBUKANYA TOPENG KEPALSUAN JOKOWI

Selasa, 4 November 2025 - 19:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Opini:

TERBUKANYA TOPENG KEPALSUAN JOKOWI
Oleh Saiful Huda Ems.

Pernahkah kita berpikir, kenapa kebanyakan orang-orang yang berada di sekitar pertemanan Jokowi, kebanyakan merupakan orang-orang yang bermasalah? Sebut saja misalnya Noel, Silfester, Budi Arie, Luhut, Tito dll.? Terakhir saya juga mendengar kabar selentingan, bahwa Andi A. juga disebut oleh Noel terlibat dalam perkara TPPU.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Belum lagi jika kita membicarakan persoalan Bobby Nasution yang pernah disebut di PN TIPIKOR oleh salah seorang mantan Gubernur Maluku Utara, alm. Abdul Ghani Kasuba, tersangka korupsi tambang di Halmahera, bahwa Bobby Nasution telah terlibat dalam penyalah gunaan izin pengelolaan tambang disana, yang terkenal dengan Mafia Blok M.

Lalu masih banyak lagi yang bisa disebutkan, keluarga Jokowi yang terlibat korupsi di masa kepemimpinan nasional Jokowi.

Selain keluarga inti Jokowi, orang-orang bermasalah yang saya sebutkan itu, saat ini tiba-tiba menjauh dari Jokowi, terkecuali Silfester yang mungkin masih bersembunyi di benteng pengaruh Jokowi yang tersisa.

Bahkan anehnya, Luhut sendiri yang awalnya seolah menjadi “Kakak Pembina” Jokowi dan bersama menggagas Kereta Api Cepat (Whoosh), yang saat ini ramai dipersoalkan oleh publik gara-gara mengalami kerugian triliunan dan terindikasi ada korupsi besar disana, malah mengatakan Proyek Kereta Api Cepat Jakarta-Bandung (Whoosh) itu sudah bermasalah dari awal perencanaan. Kacau sekali bukan?

Jika kita cermati orang-orang bermasalah di lingkaran pertemanan inti Jokowi ini, semuanya masih terus mendukung Jokowi ketika Jokowi di bulan-bulan pertama menyelesaikan tugasnya sebagai Presiden, namun belakangan setelah satu persatu mereka terlibat masalah hukum (korupsi), mereka satu persatupun menjauh dari Jokowi.

Entah ini taktik untuk melindungi Jokowi dari keterlibatan korupsi yang mereka lakukan, ataukah ada persoalan lain, yakni ingin mencari perlindungan di benteng penguasa baru, yakni Presiden Prabowo Subianto.

Mengenai hal itu, tentu mereka yang lebih tau alasan yang sebenarnya, namun yang pasti pertemanan mereka dengan Jokowi sebelumnya, sangatlah pasti berpengaruh dalam memuluskan rencana-rencana jahat korupsinya, karena telunjuk Jokowi sebagai presiden ketika itu, sangat menentukan di acc tidaknya proyek-proyek strategis pemerintah.

Di sisi lain, kitapun melihat ada orang-orang baik seperti Adian Napitupulu, Deddy Sitorus, Connie Rahakundini Bakrie, Haidar Alwi dll., yang dahulu berteman baik dengan Jokowi, namun kemudian setelah mereka mengetahui bagaimana jahatnya Jokowi, mereka satu persatu mulai menjauh dari Jokowi, dan kemudian malah berbalik terus menerus mengkritisi Jokowi, bahkan disaat Jokowi masih berkuasa di periode keduanya.

Ada lagi hal yang harusnya membuat kita berpikir, kenapa menteri-menteri terbaik ketika Jokowi masih menjadi Presiden, malah dikeluarkan atau setidaknya tidak diangkat lagi oleh Jokowi duduk di kabinet, pada periode kedua pemerintahannya?

Sebut saja misalnya Ignasius Jonan, Susi Pudjiastuty, alm. Rizal Ramli dll. Padahal, bukankah orang-orang yang baik seperti itu dan berprestasi, seharusnya malah dipertahankan?

Orang Jahat memang akan lebih nyaman berkumpul dengan orang jahat, sebab sebagaimana Oli yang bau tidak mungkin menyatu dengan air yang jernih. Begitulah hukum alam bekerja sesuai ketentuan-Nya.

Melalui itu semua tanpa kita sadari, bahwa Tuhan seolah menunjukkan pada kita, Rakyat Indonesia, bagaimana Topeng Jokowi itu pada akhirnya terbuka.

Orang yang dahulu terlihat ndeso namun jujur dan sangat sederhana, tidak tahunya menyimpan birahi kekuasaan yang membara hingga masa tuanya.

Keluarganya gemar barang-barang impor yang mahal dan mewah-mewah, sebagaimana ditunjukkan oleh istrinya, Iriana yang tas bermerk Hermesnya saja diperkirakan berharga Rp. 494 juta.

Sebagai rakyat yang rindu keadilan, kita tentu menunggu, kapan Jokowi itu mulai diadili. Bukan karena iri namun semata karena kita sudah berjanji pada Ibu Pertiwi, bahwa keadilan harus diperjuangkan, meskipun itu kadang sulit untuk kita dapatkan! (SHE).

Posted: suryaindonesia.net
Jakarta, 3 November 2025.

Berita Terkait

Layanan BPKB di Polres Tabanan Kian Efisien, Proses Jelas dan Terukur
DPO Leo Sembiring dkk Belum Tertangkap, Penanganan Dibandingkan dengan Kasus Roberto
Bau Mafia Cukai Kian Menyengat! AMI Tekan KPK Usai Periksa Pengusaha Rokok
Suasana sosiopolitik di Kabupaten Aceh Singkil (ACEH)
Propam Polres Bandara Ngurah Rai Periksa Senpi Dinas, Pastikan Penggunaan Sesuai Prosedur
Bau Mafia Cukai Kian Menyengat! AMI Tekan KPK Usai Periksa Pengusaha Rokok
Polres Gresik Bongkar Jaringan Narkoba Lintas Madura – Pulau Bawean, 6 Tersangka Diamankan
Sinergi Bersama APH, Lapas Tabanan Gelar Razia dan Tes Urine Sambut HBP ke-62

Berita Terkait

Selasa, 7 April 2026 - 11:01 WIB

Layanan BPKB di Polres Tabanan Kian Efisien, Proses Jelas dan Terukur

Selasa, 7 April 2026 - 07:24 WIB

DPO Leo Sembiring dkk Belum Tertangkap, Penanganan Dibandingkan dengan Kasus Roberto

Senin, 6 April 2026 - 20:24 WIB

Bau Mafia Cukai Kian Menyengat! AMI Tekan KPK Usai Periksa Pengusaha Rokok

Senin, 6 April 2026 - 18:49 WIB

Suasana sosiopolitik di Kabupaten Aceh Singkil (ACEH)

Senin, 6 April 2026 - 18:38 WIB

Bau Mafia Cukai Kian Menyengat! AMI Tekan KPK Usai Periksa Pengusaha Rokok

Senin, 6 April 2026 - 16:52 WIB

Polres Gresik Bongkar Jaringan Narkoba Lintas Madura – Pulau Bawean, 6 Tersangka Diamankan

Senin, 6 April 2026 - 16:49 WIB

Sinergi Bersama APH, Lapas Tabanan Gelar Razia dan Tes Urine Sambut HBP ke-62

Senin, 6 April 2026 - 16:29 WIB

Sinergi Menjaga Kondusivitas, Bhabinkamtibmas Desa Bunutin Perkuat Koordinasi Jelang Pemilihan Perbekel

Berita Terbaru

Serba-Serbi

Suasana sosiopolitik di Kabupaten Aceh Singkil (ACEH)

Senin, 6 Apr 2026 - 18:49 WIB