Breaking News

UPACARA 17 AGUSTUS 2025 DI BANTARAN SUNGAI BRANTAS

Selasa, 19 Agustus 2025 - 10:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KOTA MALANG, SURYA INDONESIA, – Upacara untuk merayakan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke 80 th dan juga mengenang jasa-jasa pahlawan yang telah berjuang untuk kemerdekaan Republik Indonesia.

Upacara dan kirap merah putih 80 meter dilaksanakan dengan hikmat di Bantaran sungai Brantas Kampung Gerabah Penanggungan RW 05 Kecamatan Klojen.

Kirap bendera Merah Putih sepanjang 80 meter start dari jalan raya (Mbetek) memasuki area sungai brantas dengan diiringi drumband Karang Taruna RW 05 beserta warga sekitar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Upacara dilakukan setelah bendera sepanjang 80 meter tiba di tepian sungai brantas Kecamatan Klojen, dengan hikmat dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, pembacaan Proklamasi yang dibacakan oleh Haryono (warga setempat) dan inspektur upacara adalah Ki Demang.

Ketua RW 05 memberikan sambutan menyampaikan bahwa untuk mengisi kemerdekaan ini dengan hidup guyub rukun, pupuk kesatuan saling mengenal dan saling peduli terhadap sesama.

“Hati tenang berfikiran positif, karena dengan fikiran positif, maka kita tidak akan memandang negative terhadap orang lain dan tidak mudah memfitnah. Kemerdekaan ini di isi dengan sebaik baiknya,” tegas Ketua RW dalam sambutannya.

Dalam Pidatonya Ki Demang juga menyampaikan bahwa upacara bendera ini diadakan dengan mengundang beberapa komunitas sebagai rasa persaudaraan yang tinggi untuk memberi semangat kepada seluruh warga di kampung gerabah.

Tujuan ini adalah agar bisa menghimpun pelestarian alam, untuk mengisi pembangunan di kampung gerabah (Kelurahan Penanggungan).

Ki Demang mengajak kepada warga untuk menjaga kebersihan sungai Brantas agar selalu bersih, terlihat cantik dan agar bisa dimanfaatkan untuk lumbung pelestarian alam, kebudayaan, kesenian yang nantinya akan bisa mengundang wisatawan.

Yang pada akhirnya, akan bisa meningkatkan taraf hidup dengan bsrkembangnya UMKM masyarakat sekitar sungai brantas.

Kembali kepada jiwa nasionalisme, dengan cara menjaga adat istiadat dan tradisi kita yang salah satunya adalah pelestarian penggunaan busana Kebaya untuk para wanita, yang telah diakui oleh UNESCO sebagai busana nasional Indonesia pada tanggal 04 Desember 2024, untuk digunakan saat acara-acara gelaran budaya.

Upacara dan kirap bendera ini mengundang beberapa komunitas dari Kota Malang; seperti APKLI, Srikandi, Perempuan Berkonde, Kain Kebaya Indonesia, Bersanggul Nusantara, Jowo Line Dance, Kampung Budaya Polowijen dan lainnya.

Para wanita memakai busana kebaya, dan pada penutupan upacara seluruh hadirin ikut menandatangani lembar kain yang menyuarakan bahwa menolak kebaya yang digunakan untuk sesuatu yang tidak baik (porno aksi).

Pelestarian berkebaya agar selalu dikembangkan terus sampai anak cucu. Karena kebaya saat ini sudah diakui oleh dunia bahwa kebaya merupakan budaya dari Indonesia yang pelu dilestarikan.

Pada prinsipnya, kebaya adalah busana yang bagus dan dapat dipergunakan di semua acara, baik itu acara resmi maupun acara santai. (vera)

Berita Terkait

Evakuasi Lansia Terlantar Secara Diam Diam Pada Malam Hari Jadi Sorotan
PERTAMBANGAN ILEGAL TERUS MENGERUK BUMI SIDRAP, KAPAN BERHENTI?!
Wartawan Dianiaya Oknum Aparat di Probolinggo, Bung Taufik Kutuk Keras dan Desak Penegakan Hukum Tegas
Suasana haru menyelimuti pabrik rokok HS di Magelang, Jumat Sang pemilik, Muhammad Suryo, kembali hadir di tengah-tengah karyawan.
Di jalur Selat – Sidemen – Klungkung, jalan bukan lagi sekadar rusak. Ini sudah berubah menjadi jalur maut.
Jangan Terkecoh OTT Wartawan Amir: Dugaan Skema Rehabilitasi Narkoba, ‘Bambu Penyangga’, dan Taruhan Jabatan Terungkap
Mengungkap Dugaan, Dibalas Tersangka: Kisah Wartawan Amir dan Bayang-Bayang Abuse of Power
Diskusi Kebangsaan Perkuat Komitmen PMKRI Meneguhkan Pancasila

Berita Terkait

Senin, 30 Maret 2026 - 12:20 WIB

Evakuasi Lansia Terlantar Secara Diam Diam Pada Malam Hari Jadi Sorotan

Minggu, 29 Maret 2026 - 22:08 WIB

PERTAMBANGAN ILEGAL TERUS MENGERUK BUMI SIDRAP, KAPAN BERHENTI?!

Minggu, 29 Maret 2026 - 10:31 WIB

Wartawan Dianiaya Oknum Aparat di Probolinggo, Bung Taufik Kutuk Keras dan Desak Penegakan Hukum Tegas

Minggu, 29 Maret 2026 - 07:37 WIB

Suasana haru menyelimuti pabrik rokok HS di Magelang, Jumat Sang pemilik, Muhammad Suryo, kembali hadir di tengah-tengah karyawan.

Minggu, 29 Maret 2026 - 07:28 WIB

Di jalur Selat – Sidemen – Klungkung, jalan bukan lagi sekadar rusak. Ini sudah berubah menjadi jalur maut.

Jumat, 27 Maret 2026 - 14:25 WIB

Jangan Terkecoh OTT Wartawan Amir: Dugaan Skema Rehabilitasi Narkoba, ‘Bambu Penyangga’, dan Taruhan Jabatan Terungkap

Jumat, 27 Maret 2026 - 14:21 WIB

Mengungkap Dugaan, Dibalas Tersangka: Kisah Wartawan Amir dan Bayang-Bayang Abuse of Power

Sabtu, 7 Maret 2026 - 18:55 WIB

Diskusi Kebangsaan Perkuat Komitmen PMKRI Meneguhkan Pancasila

Berita Terbaru