Jember, suryaindonesia.net,- Dalam sosialisasi untuk persiapan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026/2027 mulai dimatangkan lebih awal di SMAN 4 Jember.
Untuk memastikan informasi tersampaikan secara utuh kepada calon wali murid untuk menggelar Sosialisasi SPMB tahun 2026 di SMAN 4 Jember, Rabo Pagi, 6 Mei 2026.
Puluhan perwakilan calon wali murid SMAN 4 Jember diundang agar tidak terjadi kebingungan saat tahapan pendaftaran dimulai dimana SMAN 4 Jember.

Calon peserta wali murid SMAN 4 Jember dari SMP dan MTsN dan sederajat hadir mengikuti kegiatan tersebut. “Ini memang amanat dari juknis untuk kami sosialisasi kepada calon siswa melalui wali murid yang mau daftar di rayon 2,”.
Untuk diketahui, Rayon 2 terdiri dari enam sekolah, yakni SMAN 3 Jember, SMAN Arjasa, SMAN 4 Jember, SMKN 1 Jember, SMAN 5 Jember, dan SMKN 3 Jember.
Seluruh sekolah itu terlibat agar informasi yang diterima sekolah-sekolah pengirim benar-benar seragam. Nantinya, hasil sosialisasi ini diharapkan diteruskan kepada siswa kelas IX beserta wali murid masing-masing.
Menurut kepala sekolah SMAN 4 Jember Dora Indriana.S.pd. M.Pd. bahwa fokus utama sosialisasi ini menjelaskan sejumlah perubahan aturan dalam SPMB Jawa Timur 2026 dibandingkan tahun sebelumnya. Oleh karena itu penyesuaian tersebut dinilai perlu dipahami sejak awal agar tidak menimbulkan salah tafsir di tengah masyarakat.
“Karena ada beberapa perubahan dari model SPMB tahun kemarin ke tahun sekarang, maka memang perlu disampaikan bersama supaya sama-sama paham, dimana ada 4 tahapan domisili reguler atau domisili setara, jalur afirmasi, jalur prestasi baik akademik atau non akademik, ucap Ibu Dora Kepala Sekolah SMAN 4 Jember.
Di sisi lain, masing-masing sekolah anggota rayon juga mulai menyiapkan perangkat layanan informasi.
Dalam proses SPMB ada panitia penerimaan siswa baru yang telah dibentuk, termasuk helpdesk yang bisa dihubungi warga masyarakat jika mengalami kendala saat proses pendaftaran berlangsung.

“Dimana tujuan utama SMAN 4 Jember adalah mewujudkan pelajar yang berkarakter, takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan mampu berdaya saing baik nasional atau internasional nasional, dengan motto setiap orang berhak untuk meraih cita cita dan SMAN 4 Jember tempat untuk menggapai cita cita masa depan”, pesannya.
Ia berharap pola sosialisasi terpusat seperti ini membuat penyebaran informasi lebih masif dan tidak menimbulkan simpang siur di lapangan. Dengan pemahaman yang sama antara sekolah pengirim dan sekolah tujuan, proses penerimaan murid baru diharapkan berjalan lebih tertib dan lancar serta harapannya supaya lebih masif dan tidak ada calon wali murid kebingungan, harapnya santun.( Nono Kartika).

























