Breaking News

kontroversi mulai dari wasit hingga adanya isu mafia dalam sepak bola Indonesia, pelatih Bali United, Stefano Cugurra ikut bereaksi.

Jumat, 23 Mei 2025 - 16:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gianyar ,Surya indonesia.net  – Liga 1 2024/2025 sudah memasuki pekan terakhir. Dugaan mafia sepak bola kembali menyeruak. Apalagi pekan ini, adalah penentuan untuk Barito Putera, PSS Sleman, dan Semen Padang.

Ketiganya masih berpotensi turun kasta ke Liga 2 musim depan. Dengan banyaknya kontroversi mulai dari wasit hingga adanya isu mafia dalam sepak bola Indonesia, pelatih Bali United, Stefano Cugurra ikut bereaksi.

Ia menuntut tindakan tegas dari federasi dan menyebut bahwa siapa pun yang terbukti terlibat praktik kotor harus masuk penjara.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kalau memang ada mafia, harus dibuktikan dan dipenjara. Kami para pelatih dan pemain sudah kerja keras di latihan dan pertandingan. Kalau ada yang main belakang, itu merusak semuanya,” tegas Teco.

Menurut Teco, tindakan kotor sedikit pun, tentu akan semakin mencoreng Liga 1. Bahkan kualitas sepak bola Indonesia akan menurun. Bukti nyata adalah koefisiensi Liga 1 terperosok ke peringkat 11 di Asia. Bahkan situasi ini menempatkan Liga 1 berada dibawah Liga Kamboja dan Liga Hong Kong.

Pelatih asal Brasil tersebut juga menyoroti bahwa dari 33 pekan Liga 1 yang telah berjalan, kualitas wasit lokal masih mengecewakan, meskipun penggunaan VAR (Video Assistant Referee) sudah diterapkan.

“Pelatih jelek bisa dipecat. Pemain jelek bisa dicoret. Tapi wasit? Tidak pernah saya lihat dihukum. Harusnya ada sistem jelas, kalau wasit buruk, ya turunkan ke Liga 2 atau Liga 3. Biar mereka belajar,” ucapnya lantang.

Teco bahkan menyarankan agar federasi mendatangkan wasit asing secara rutin, agar bisa menjadi standar kualitas dan tempat belajar bagi wasit lokal.

“Sekarang waktunya tegas. Jangan biarkan wasit yang bikin banyak kesalahan terus-terusan pimpin pertandingan, apalagi di laga penting. Sepak bola kita harus fair,” tutup Teco.

( ags )

Berita Terkait

Buka Opening Cup Tournament U-10, Kepala Desa Plalangan Kalisat Tekankan Pentingnya Pembinaan Usia Dini
Febriana Atlet Bulu Tangkis SEA Games 2025 Pulang Kampung Bawa Rindu untuk Jember
Persahabatan SSB Dharaka Jaguar vs Putra Kalisat di Lapangan Brigif 9 Jember
Lomba Marching Band Kapolres Gresik Cup 2025 Resmi Dibuka, Ratusan Peserta Tunjukkan Semangat Prestasi
Bupati dan Kapolresta Sidoarjo Tutup Pertandingan Bola Volly Indoor dan Volly Pantai U-17 Bhayangkara Cup Tingkat Nasional
” Best Swimmer” SMPN 1 Ambulu Menoreh Juara 1 Antar Pelajar Se- Kabupaten Jember 2025
Polres Tabanan Gelar Blue Light Patrol Gabungan, Sasar Titik Keramaian untuk Jaga Situasi Tetap Kondusif
“Jaguar FC Jember” Juara 1 KU 12 di Satria Super League Ignik Mini Soccer Jember

Berita Terkait

Sabtu, 10 Januari 2026 - 10:56 WIB

Buka Opening Cup Tournament U-10, Kepala Desa Plalangan Kalisat Tekankan Pentingnya Pembinaan Usia Dini

Selasa, 16 Desember 2025 - 21:56 WIB

Febriana Atlet Bulu Tangkis SEA Games 2025 Pulang Kampung Bawa Rindu untuk Jember

Jumat, 5 Desember 2025 - 17:39 WIB

Persahabatan SSB Dharaka Jaguar vs Putra Kalisat di Lapangan Brigif 9 Jember

Minggu, 23 November 2025 - 07:58 WIB

Lomba Marching Band Kapolres Gresik Cup 2025 Resmi Dibuka, Ratusan Peserta Tunjukkan Semangat Prestasi

Jumat, 21 November 2025 - 04:56 WIB

Bupati dan Kapolresta Sidoarjo Tutup Pertandingan Bola Volly Indoor dan Volly Pantai U-17 Bhayangkara Cup Tingkat Nasional

Senin, 17 November 2025 - 08:58 WIB

” Best Swimmer” SMPN 1 Ambulu Menoreh Juara 1 Antar Pelajar Se- Kabupaten Jember 2025

Selasa, 11 November 2025 - 05:49 WIB

Polres Tabanan Gelar Blue Light Patrol Gabungan, Sasar Titik Keramaian untuk Jaga Situasi Tetap Kondusif

Minggu, 2 November 2025 - 09:17 WIB

“Jaguar FC Jember” Juara 1 KU 12 di Satria Super League Ignik Mini Soccer Jember

Berita Terbaru