Kita utara, Surya Indonesia.net – Aparat Polsek Kuta masih memburu terduga pelaku penjambretan terhadap warga negara asing (WNA) asal Selandia Baru berinisial MBE, 26, di kawasan Underpass Simpang Tugu Ngurah Rai, Kelurahan Tuban, Kecamatan Kuta Badung, Jumat (12/6).
Kanit Reskrim Polsek Kuta Iptu Matheus Diaz Prakoso mengungkapkan para pelaku memiliki modus yang cukup rapi saat beraksi. Mereka tidak pernah membawa telepon genggam dan selalu mengenakan masker untuk menyulitkan identifikasi.
Selain itu, para pelaku juga diduga membawa sejumlah pakaian ganti dan pelat nomor kendaraan palsu di dalam bagasi sepeda motor yang digunakan. Perlengkapan tersebut dipakai untuk mengubah penampilan dan identitas kendaraan saat berkeliling mencari korban.
“Saat beraksi mereka tidak pernah membawa HP, selalu memakai masker. Di bagasi motor ada banyak baju, celana, dan pelat nomor palsu. Jadi saat berputar mencari target mereka bisa berganti pakaian maupun pelat nomor kendaraan,” ujar Iptu Diaz, Kamis (19/6).
Menurutnya, modus tersebut membuat upaya pelacakan menjadi lebih sulit. Terlebih, para pelaku diduga merupakan bagian dari sindikat yang sudah berulang kali melakukan aksi serupa dan memahami pola kerja kepolisian.
“Mereka ini sindikat. Mereka sudah sangat lihai karena banyak yang residivis dan mereka tahu cara kerja polisi,” bebernya.
Meski demikian, Iptu Diaz menegaskan pihaknya akan terus melakukan penyelidikan hingga para pelaku berhasil ditangkap dan diproses sesuai hukum yang berlaku. “Nanti kami informasikan lebih lanjut. Setiap pelaku akan ditindak sesuai proses hukum yang berlaku,” tegasnya.
Sebelumnya diberitakan, seorang WNA asal Selandia Baru berinisial MBE, 26, menjadi korban penjambretan di kawasan Underpass Tuban, Kuta, pada Jumat (12/6/2026) sore. Saat itu pelaku merampas iPhone milik korban yang sedang digunakan untuk melihat petunjuk arah saat dibonceng rekannya. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian yang ditaksir mencapai Rp17 juta.
( red)

























