Surya Indonesia.net – Suasana Desa Langkap, Kecamatan Besuki, Situbondo, Jawa Timur, mendadak mencekam.
Seorang pria muda berinisial T (25) mengamuk membabi buta menggunakan senjata tajam, mengubah pertengkaran rumah tangga menjadi pertumpahan darah massal.
Pemicu tragedi ini diduga kuat adalah masalah klasik namun fatal, yaitu persoalan ekonomi yang membuat pelaku stres berat hingga hilang akal.
Korban pertama dan terparah adalah istri pelaku sendiri.
– Sang istri diketahui sedang mengandung buah hati mereka dengan usia kandungan sekitar 5 bulan.
– Tanpa belas kasihan pada kondisi sang istri yang sedang berbadan dua, T melakukan kekerasan fisik menggunakan sajam hingga sang istri kini dalam kondisi kritis di rumah sakit.
Kekacauan semakin meluas saat warga sekitar mendengar keributan dan mencoba melakukan tindakan heroik.
– Lima orang tetangga yang mendengar jeritan mencoba masuk untuk melerai dan menyelamatkan korban.
– Sayangnya, T yang sudah kalap tidak pandang bulu, kelima warga yang berniat menolong itu justru ikut diserang secara brutal.
– Akibatnya, mereka semua tumbang dan mengalami luka-luka sabetan.
Setelah puas melampiaskan emosinya, T sempat mencoba kabur untuk menghindari tanggung jawab.
– Namun, pelariannya tidak berlangsung lama, warga yang marah dan sigap berhasil mengepung serta mengamankan pelaku sebelum menyerahkannya ke pihak kepolisian.
– Kini, seluruh korban (istri dan 5 warga) sedang berjuang pulih dalam perawatan medis, sementara T harus mendekam di sel tahanan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Kasus di Situbondo ini menjadi peringatan keras bahwa tekanan ekonomi bisa memicu gangguan mental sesaat yang fatal.
Emosi sesaat telah menghancurkan satu keluarga dan melukai lima tetangga yang tidak berdosa.
( red)

























