Breaking News

Ida Pandita Rsi Acarya Swi Rarendra Maha Dharma Tekankan Makna Spiritual Nyepi dalam Dharma Santi Caka 1948 di Gria Sempidi

Minggu, 10 Mei 2026 - 17:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Badung, Surya Indonesia.net — Perayaan Dharma Santi dalam rangka Hari Raya Nyepi Caka 1948 berlangsung khidmat di Gria Sempidi, Minggu (10/5/2026) mulai pukul 17.00 WITA. Kegiatan tersebut dihadiri tokoh spiritual, perwakilan organisasi masyarakat, serta umat Hindu yang berkumpul dalam suasana penuh kebersamaan, simakrama, dan rasa syukur.

Perwakilan Pura Peyungsungan Gedong Suci (PPGS) Bali dalam sambutannya menyampaikan ucapan syukur kepada Ida Hyang Widhi Wasa karena seluruh undangan dapat berkumpul bersama di Gria Sempidi dalam keadaan damai dan harmonis. Dharma Santi disebut sebagai momentum mempererat tali persaudaraan, memperkuat nilai spiritual, sekaligus menjadi ajang saling maaf memaafkan antarumat pasca Hari Raya Nyepi.

Turut hadir perwakilan Forum Bela Negara Republik Indonesia Kabupaten Badung yang diwakili I Putu Suda, S.Pd selaku Ketua I mewakili Ketua Forum Bela Negara Badung, Ketut Roman. Dalam penyampaiannya ditegaskan bahwa setiap warga negara memiliki peran penting dalam menjaga keutuhan NKRI. Menurutnya, tantangan terbesar saat ini bukan hanya persoalan sosial, tetapi juga persoalan lingkungan, khususnya persoalan sampah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT


Ia mengajak seluruh masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan dengan mulai mengolah sampah menjadi energi yang bermanfaat bagi kehidupan. Menurutnya, menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan merupakan bagian dari tanggung jawab bersama sebagai warga negara.

Dalam kegiatan tersebut juga disampaikan pemaknaan filosofi Hari Raya Nyepi oleh Ida Pandita Rsi Acarya Swi Rarendra Maha Dharma dari Griya Wedanta Sempidi, Badung, Bali. Dijelaskan bahwa Hari Raya Nyepi yang jatuh pada Kamis, 19 Maret 2026 merupakan satu-satunya Hari Raya Nasional yang dirayakan dengan keheningan total dan telah dikenal dunia sebagai ikon spiritual Pulau Bali.

Rangkaian Nyepi diawali dengan prosesi Melasti sebagai simbol penyucian buana agung dan buana alit yang dilaksanakan di laut maupun sungai sebelum Hari Raya Nyepi. Ida Pandita Rsi Acarya Swi Rarendra Maha Dharma menjelaskan bahwa Melasti memiliki makna penyucian diri dan alam semesta. Umat Hindu diajak bangga karena memiliki tradisi spiritual yang tidak hanya membersihkan diri secara lahir dan batin, tetapi juga menjaga keseimbangan alam.

Sehari sebelum Nyepi dilaksanakan Tawur Agung sebagai simbol keharmonisan alam semesta. Caru dimaknai sebagai sesuatu yang indah, harmonis, dan menjaga keseimbangan kehidupan yang kemudian dilanjutkan dengan tradisi ogoh-ogoh pada Tilem Kesanga sebagai simbol menetralisir energi negatif.

Sementara itu, pada Hari Raya Nyepi umat Hindu menjalankan Catur Brata Penyepian, yakni Amati Geni tidak menyalakan api, Amati Karya tidak bekerja, Amati Lelungan tidak bepergian, dan Amati Lelanguan tidak bersenang-senang. Seluruh prosesi tersebut bertujuan untuk melakukan introspeksi diri, mengendalikan hawa nafsu, serta mengenal jati diri melalui suasana hening dan perenungan.

Ida Pandita Rsi Acarya Swi Rarendra Maha Dharma juga menyampaikan bahwa puncak dari seluruh rangkaian Hari Raya Nyepi adalah Dharma Shanti, yakni momentum setelah keheningan Nyepi untuk mempererat silaturahmi dan saling memaafkan antar sesama umat manusia. Menurutnya, Dharma Shanti menjadi simbol kebangkitan kesadaran spiritual serta keharmonisan dalam kehidupan bermasyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, keluarga besar PPGS juga mengajak seluruh umat untuk terus menjaga semangat simakrama dan saling memaafkan demi terciptanya keharmonisan bersama. PPGS sendiri diketahui telah berjalan sejak tahun 2000 dan terus berkembang dalam pelayanan spiritual kepada masyarakat. Pada tahun 2007 lembaga tersebut resmi berdiri dengan nama Pura Peyungsungan Gedong Suci dan hingga kini aktif membantu umat lintas agama yang memohon anugerah kesehatan dan keselamatan.

Perjalanan pelayanan PPGS terus berkembang, termasuk saat pandemi Covid-19 ketika komunikasi tatap muka terbatas. Saat itu dibentuk grup WhatsApp PPGS sebagai sarana komunikasi umat yang hingga kini berkembang luas dengan anggota di seluruh Indonesia bahkan luar negeri. Untuk wilayah Bali sendiri, pusat kegiatan PPGS berada di Gria Sempidi dengan sekitar 378 DMUH PPGS Bali.

Melalui momentum Dharma Santi Nyepi Caka 1948 ini, keluarga besar PPGS berharap seluruh umat tetap memiliki keyakinan kepada Tuhan serta terus menebarkan pelayanan, keharmonisan, dan semangat kemanusiaan bagi seluruh masyarakat.

 

(Irn)

Berita Terkait

Terpidana Militer Klaim Kooperatif Hadiri Panggilan Dua Kali, Namun Eksekusi 5 Bulan Penjara Tertunda Akibat Belum Ada Surat Sehat; LBH Lira Siap Ajukan PK
Jadi DPO Penganiayaan Bersama-sama, LS Ternyata Residivis, Kini Dilaporkan Kasus Penyebaran Berita Bohong
Sinergitas Pengelolaan Hutan di Ngawi, Kapolres Terima Kunjungan Direktur KHDTK UGM
Bank Syariah Annisa Mukti Berikan Pembekalan Literasi dan Edukasi Keuangan Syariah Kepada Ibu PKK di Perumahan Jaya Regency 
Proyek PIC Diduga Gunakan Material Tanah Timbun Ilegal, Dirkrimsus Polda Bungkam
Dharma Santi Nyepi Caka 1948 di Gria Sempidi, Perkuat Simakrama dan Kebersamaan Umat
Serda Yulius Marianus: Bebas Tanpa Narkoba, Sosialisasi Tanamkan Kesadaran Sejak Sekolah Dasar  
Patroli Dialogis Babinsa Jagapati, Ajak Warga Peduli Keamanan Lingkungan  

Berita Terkait

Minggu, 10 Mei 2026 - 18:25 WIB

Terpidana Militer Klaim Kooperatif Hadiri Panggilan Dua Kali, Namun Eksekusi 5 Bulan Penjara Tertunda Akibat Belum Ada Surat Sehat; LBH Lira Siap Ajukan PK

Minggu, 10 Mei 2026 - 18:19 WIB

Jadi DPO Penganiayaan Bersama-sama, LS Ternyata Residivis, Kini Dilaporkan Kasus Penyebaran Berita Bohong

Minggu, 10 Mei 2026 - 18:17 WIB

Sinergitas Pengelolaan Hutan di Ngawi, Kapolres Terima Kunjungan Direktur KHDTK UGM

Minggu, 10 Mei 2026 - 18:17 WIB

Bank Syariah Annisa Mukti Berikan Pembekalan Literasi dan Edukasi Keuangan Syariah Kepada Ibu PKK di Perumahan Jaya Regency 

Minggu, 10 Mei 2026 - 18:14 WIB

Proyek PIC Diduga Gunakan Material Tanah Timbun Ilegal, Dirkrimsus Polda Bungkam

Minggu, 10 Mei 2026 - 17:40 WIB

Dharma Santi Nyepi Caka 1948 di Gria Sempidi, Perkuat Simakrama dan Kebersamaan Umat

Minggu, 10 Mei 2026 - 17:20 WIB

Serda Yulius Marianus: Bebas Tanpa Narkoba, Sosialisasi Tanamkan Kesadaran Sejak Sekolah Dasar  

Minggu, 10 Mei 2026 - 17:18 WIB

Patroli Dialogis Babinsa Jagapati, Ajak Warga Peduli Keamanan Lingkungan  

Berita Terbaru