Breaking News

Ida Ayu Rusmarini Dianugerahi Kalpataru 2020, Konsisten Lestarikan Herbal Bali di Lahan 1,3 Hektar

Rabu, 22 April 2026 - 18:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gianyar, Surya Indonesia.net – Di tengah dominasi pengobatan modern, Ir. Ida Ayu Rusmarini, MP atau yang akrab disapa Bu Dayu Ros, justru memilih jalan berbeda. Lahir dari keluarga berlatar belakang medis, ia menekuni dunia herbal sejak 1985. Pengalaman pribadinya melihat keterbatasan pengobatan medis dalam menangani penyakit tertentu, ditambah kenangan masa kecil dirawat sang nenek dengan ramuan tradisional, menjadi titik awal kecintaannya terhadap pengobatan alami berbasis kearifan lokal Bali.

Perjalanannya tidak instan. Bu Dayu Ros memulai dari penanaman tanaman obat, mengikuti pelatihan pada 1990, hingga belajar langsung ke berbagai daerah saat masih bekerja di Dinas Lingkungan Hidup Provinsi. Dari sanalah ia menyerap pengetahuan pengobatan tradisional yang diwariskan secara turun-temurun. Ia kemudian mengombinasikan ilmu lapangan dengan kajian akademik, termasuk menempuh pendidikan S2 Pertanian di Universitas Udayana. Hasil racikan herbalnya bahkan mendapat respons positif hingga dikenal luas, termasuk di lingkungan pemerintahan.

Berbekal tekad melestarikan pengobatan tradisional Bali agar tidak punah, Bu Dayu Ros mengembangkan konsep “Sindrom Jangkep” yang memanfaatkan seluruh bagian tanaman, mulai dari daun, batang, hingga bunga. Ia juga membangun lahan seluas 1,3 hektar sebagai pusat budidaya tanaman obat, serta membentuk kelompok-kelompok masyarakat untuk menjaga keberlanjutan bahan baku. Dari upaya ini, ia aktif dalam berbagai pameran, menjadi pengajar di universitas, hingga memperkenalkan usada Bali ke tingkat internasional.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kontribusinya semakin diakui ketika bekerja sama dengan almarhumah Martha Tilaar dalam pengembangan konsep wellness dan spa Bali. Pengetahuan yang ia bagikan turut mengantarkan spa Bali meraih penghargaan internasional pada 1995. Tak hanya itu, ia juga memberdayakan masyarakat lokal, melatih puluhan orang dalam keterampilan massage dan produksi herbal, bahkan beberapa di antaranya kini berkarier hingga ke luar negeri. Berbagai penghargaan pun diraih, mulai dari tingkat nasional hingga internasional, termasuk Kalpataru dan penghargaan perempuan inspiratif.

Kini, Bu Dayu Ros terus berkarya dengan mengedepankan kualitas dibanding kuantitas. Produksi herbal dilakukan secara terbatas di satu lokasi untuk menjaga kesegaran dan khasiatnya. Ia juga menjalin sinergi dengan dunia medis, termasuk dalam program kehamilan (promil), sebagai bentuk kolaborasi antara pengobatan tradisional dan modern. Harapannya, akan lahir generasi penerus yang mampu mengembangkan pengobatan tradisional Bali, sekaligus menjaga kelestarian alam yang menjadi sumber utama kehidupan dan kesehatan.

(Irn)

Berita Terkait

DMI Kabupaten Probolinggo Perkuat Pemahaman Islam Rahmatan Lil Alamin
Drs. KETUT WIRATA SINDHU: DARI BUPATI BULELENG HINGGA PENDIDIK
DI BALIK NAMA JALAN DAN PATUNG RENON SOSOK PAHLAWAN DENPASAR
Mati tan Tumut Pejah, Film Puputan Badung 1906 Tayang Perdana, Manfaatkan AI 
Polsek Tanggulangin Dukung Ketahanan Pangan, Upayakan Keluhan Petani di Desa Randegan
Triwung Lor Night Culture Festival Jadi Ruang Jaga Tradisi dan Kreativitas Warga
Semarak Hari Jadi ke-667 Kota Probolinggo Areal Mayangan Art and Culture Carnival
Probolinggo Bersolek Exhibition Resmi Dibuka, 132 Tenant Ramaikan Hari Jadi ke-667 Kota Probolinggo

Berita Terkait

Minggu, 4 Oktober 2026 - 23:18 WIB

DMI Kabupaten Probolinggo Perkuat Pemahaman Islam Rahmatan Lil Alamin

Selasa, 22 September 2026 - 15:07 WIB

Drs. KETUT WIRATA SINDHU: DARI BUPATI BULELENG HINGGA PENDIDIK

Selasa, 22 September 2026 - 15:05 WIB

DI BALIK NAMA JALAN DAN PATUNG RENON SOSOK PAHLAWAN DENPASAR

Selasa, 22 September 2026 - 15:01 WIB

Mati tan Tumut Pejah, Film Puputan Badung 1906 Tayang Perdana, Manfaatkan AI 

Selasa, 22 September 2026 - 12:33 WIB

Polsek Tanggulangin Dukung Ketahanan Pangan, Upayakan Keluhan Petani di Desa Randegan

Senin, 21 September 2026 - 15:07 WIB

Triwung Lor Night Culture Festival Jadi Ruang Jaga Tradisi dan Kreativitas Warga

Minggu, 20 September 2026 - 19:38 WIB

Semarak Hari Jadi ke-667 Kota Probolinggo Areal Mayangan Art and Culture Carnival

Sabtu, 19 September 2026 - 15:26 WIB

Probolinggo Bersolek Exhibition Resmi Dibuka, 132 Tenant Ramaikan Hari Jadi ke-667 Kota Probolinggo

Berita Terbaru

Serba-Serbi

Kapolri Suyudi Membrutal, 19 Kapolda Dicopot Langsung Kena Mental

Minggu, 4 Okt 2026 - 17:25 WIB