Breaking News

Akhir dari pelarian dari sang Raja Narkoba, cerita Saat akan ditangkap, Ko Erwin.

Minggu, 1 Maret 2026 - 10:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, 28 Februari 2026, Surya Indonesia.net — Peribahasa “sepandai-pandainya tupai melompat, akhirnya jatuh juga” tampaknya harus diperbarui menjadi “sepandai-pandainya bandar menyuap, akhirnya kena tembak di kaki juga.”

​Aksi kejar-kejaran ala film laga benar-benar terjadi di perairan Sumatra Utara. Bareskrim Polri berhasil menangkap buronan bandar narkoba Erwin Iskandar alias Ko Erwin dalam situasi dramatis: saat kapal yang ditumpanginya hampir sampai ke perairan Malaysia, Kamis (26/2/2026) sore .

Ya, hampir. Kalau terlambat 10 menit, mungkin Ko Erwin sudah bisa selfie sambil ngopi di negeri jiran. Tapi nasib berkata lain. Tim gabungan Subdit IV Dittipidnarkoba Bareskrim dan Satgas NIC sukses mencegatnya di Tanjung Balai, Sumatera Utara, ketika pelariannya tinggal selangkah lagi menuju Malaysia lewat jalur ilegal .

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Brigjen Pol. Eko Hadi Santoso membeberkan kisah pelarian yang penuh intrik ini. Semuanya bermula saat tim melakukan penyelidikan intensif terhadap pihak-pihak yang diduga membantu buron. Nama pertama yang terendus adalah Akhsan Al Fadhli alias Genda, yang membantu pergerakan Erwin menuju Tanjung Balai .

Dari Genda, pengembangan berlanjut ke Rusdianto alias Kumis, fasilitator penyeberangan yang dihubungi seseorang misterius berjuluk “The Doctor” untuk menyiapkan kapal. Rusdianto kemudian menghubungi Rahmat, si penyedia kapal. Ia bahkan mengantarkan Erwin ke titik keberangkatan dan membayar biaya kapal sebesar Rp7 juta kepada Rahmat . Murah banget untuk ukuran menyelamatkan diri dari hukuman mati, ya?

“Pada tanggal 24 Februari 2026 sekitar pukul 20.00 WIB, Rusdianto mengantarkan Erwin ke titik keberangkatan di wilayah Tanjung Balai serta melakukan pembayaran biaya kapal sebesar Rp7 juta,” ungkap Brigjen Eko .

Tim yang sudah memantau pergerakan kapal pun bergerak cepat. Begitu tahu kapal sudah berangkat dan Erwin hampir mencapai perairan Malaysia, pengejaran dilakukan.

Nah, bagian ini yang seru. Saat akan ditangkap, Ko Erwin ternyata tidak serta-merta mengangkat tangan. Kepala Satgas NIC Dittipidnarkoba Bareskrim Kombes Pol. Kevin Leleury mengakui bahwa buronan ini sempat melawan petugas .

“Ada perlawanan tapi sedikit, bisa kami tangani,” ucap Kevin di Tangerang, Jumat (27/2/2026) .

Akibat perlawanan itu, penyidik memberikan “tindakan tegas terukur” berupa tembakan di kaki. Alhasil, saat tiba di Gedung Bareskrim Polri, Jumat siang, Ko Erwin terlihat duduk di kursi roda dengan kaki terluka, tangan diborgol, dan wajah pasrah . Dari balik kaos abu-abunya, ia hanya terdiam saat awak media melontarkan pertanyaan .

Saat penangkapan, polisi menyita sejumlah barang bukti yang cukup menarik yaitu uang tunai Rp4,8 juta, uang tunai 20.000 ringgit Malaysia, satu unit jam tangan merek TAG Heuer, dan satu unit HP Samsung . Lumayan, setidaknya untuk modal hidup di sel sambil nunggu proses hukum.

Ko Erwin bukan bandar kelas teri. Ia adalah pemasok sabu yang diduga menyetor uang Rp2,8 miliar kepada mantan Kapolres Bima Kota AKBP Didik Putra Kuncoro . Uang itu diterima Didik selama periode Juni hingga November 2025 melalui anak buahnya, AKP Malaungi, selaku Kasat Resnarkoba Polres Bima Kota .

Bahkan, dalam berita acara pemeriksaan, AKP Malaungi mengaku kenal dengan Ko Erwin setelah bandar ini memberinya sabu 488 gram di Hotel Marina Inn, Kota Bima, pada akhir 2025. Pemberian itu disebut sebagai tindak lanjut suap Rp1 miliar yang bertujuan membantu Malaungi membelikan mobil Alphard seharga Rp1,8 miliar untuk sang atasan . Biar ganteng pas patroli, kali ya?

Kini, Ko Erwin resmi mendekam di Rutan Bareskrim Polri, ditemani kursi roda dan kenangan pahit tentang pelarian yang gagal. Sementara itu, dua orang pembantunya Genda dan Rusdianto juga ikut diamankan. Mereka semua sekarang punya waktu luang cukup panjang untuk memikirkan ulang pilihan karier masing-masing.

( red)

Berita Terkait

Video viral Soal Penyerangan OTK dan Korban Anak Kecil di Graha Jermal Dibantah Korban, Korban Disekap, Dianiya Sampai Disiram Air Kencing dan Disuruh Makan Kotoran Manusia (T*i)
AMI Laporkan Dua Oknum DPRD Surabaya ke Kejari Tanjung Perak, Diduga Oknum Fraksi PKS Embat Dana Reses
Bintara di Polres Karanganyar, resmi diberhentikan tidak dengan hormat dari dinas kepolisian
Bhabinkamtibmas bersama Babinsa dan Linmas Amankan Perompesan Pohon di Depan Kantor Desa Sumerta Kauh
Polsek Rogojampi Bongkar Peredaran Pil Trex di Kalangan Remaja, Satu Pengedar Diciduk
Respon cepat Polda Bali mengungkap Pelaku Penculikan WNA Ukraina. Terbitkan DPO dan Red Notice
MAFIA ASING JADIKAN BALI TEMPAT JAGAL? 7 WNA Tersangka, 6 Jadi Buronan Dunia Terkait Mutilasi Ukraina!
Penemuan potongan tubuh manusia di Muara Sungai Wos Teben, Desa Ketewel, Sukawati, menemui titik terang

Berita Terkait

Minggu, 1 Maret 2026 - 18:01 WIB

Video viral Soal Penyerangan OTK dan Korban Anak Kecil di Graha Jermal Dibantah Korban, Korban Disekap, Dianiya Sampai Disiram Air Kencing dan Disuruh Makan Kotoran Manusia (T*i)

Minggu, 1 Maret 2026 - 10:14 WIB

AMI Laporkan Dua Oknum DPRD Surabaya ke Kejari Tanjung Perak, Diduga Oknum Fraksi PKS Embat Dana Reses

Minggu, 1 Maret 2026 - 10:09 WIB

Bintara di Polres Karanganyar, resmi diberhentikan tidak dengan hormat dari dinas kepolisian

Minggu, 1 Maret 2026 - 10:06 WIB

Akhir dari pelarian dari sang Raja Narkoba, cerita Saat akan ditangkap, Ko Erwin.

Sabtu, 28 Februari 2026 - 16:53 WIB

Bhabinkamtibmas bersama Babinsa dan Linmas Amankan Perompesan Pohon di Depan Kantor Desa Sumerta Kauh

Sabtu, 28 Februari 2026 - 07:19 WIB

Polsek Rogojampi Bongkar Peredaran Pil Trex di Kalangan Remaja, Satu Pengedar Diciduk

Jumat, 27 Februari 2026 - 20:26 WIB

Respon cepat Polda Bali mengungkap Pelaku Penculikan WNA Ukraina. Terbitkan DPO dan Red Notice

Jumat, 27 Februari 2026 - 19:53 WIB

MAFIA ASING JADIKAN BALI TEMPAT JAGAL? 7 WNA Tersangka, 6 Jadi Buronan Dunia Terkait Mutilasi Ukraina!

Berita Terbaru

Pendidikan

SISWA BERPRESTASI SMKN 1 DONOROJO KAB PACITAN PROVINSI JAWA TIMUR

Minggu, 1 Mar 2026 - 18:41 WIB