Jembrana,Surya Indonesia.net – Suasana duka menyelimuti kediaman keluarga almarhum I Made Berta Mahendra, 22, di Banjar Kaleran Kauh, Desa Yehembang, Kecamatan Mendoyo, Jembrana. Jenazah sang mahasiswa magang yang meninggal dunia di Malaysia pada Sabtu (24/1) lalu, akhirnya tiba di rumah duka pada Kamis (29/1) malam. Pihak keluarga telah bersepakat untuk melaksanakan prosesi pengabenan pada Kamis (5/2).
Proses pemulangan jenazah pemuda malang ini dikawal langsung oleh Pemkab Jembrana melalui Dinas Ketenagakerjaan dan Perindustrian (Disnakerperin). Kepala Bidang Penempatan, Pelatihan, Produktivitas, dan Transmigrasi (Kabid P3T) Disnakerperin Jembrana, Putu Agus Arimbawa, mengonfirmasi bahwa jenazah tiba di Terminal Cargo Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Tuban, Badung, sekitar pukul 19.28 WITA.
“Begitu tiba di terminal cargo, langsung dilakukan proses pengecekan dokumen dan pencabutan berkas oleh pihak otoritas bandara. Kami hadir di sana bersama perwakilan BP3MI (Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia) Bali untuk memastikan seluruh administrasi berjalan lancar sebelum jenazah diserahkan kepada pihak keluarga,” ujar Agus Arimbawa, Jumat (30/1).
Dalam proses penjemputan tersebut, hadir perwakilan keluarga almarhum, I Ketut Suala, serta perwakilan dari lembaga yang memberangkatkan almarhum ke Malaysia. Proses serah terima jenazah di bandara dilakukan oleh tim BP3MI Bali yang dipimpin Kadek Arnawa kepada perwakilan keluarga pada pukul 19.40 WITA.
“Usai serah terima, ambulans yang membawa jenazah langsung bertolak menuju Jembrana dan tiba di rumah duka sekitar pukul 21.45 WITA,” ucap Agus Arimbawa yang juga turun langsung saat proses penjemputan dan pengantaran jenazah hingga ke rumah duka.
( red)

























