Jembrana, Surya Indonesia.net – Miris! Di saat teknologi medis makin canggih, fasilitas kesehatan tingkat desa di Jembrana justru tampak seperti bangunan angker. Salah satunya di Pustu Desa Tegal Badeng Barat—bangunannya kusam, gerbang digembok, dan halaman dipenuhi rumput liar setinggi pinggang!
Bukannya jadi tempat warga berobat, gedung-gedung ini malah nampak lebih cocok jadi sarang semak belukar.
Fakta Pahit Kesehatan di Jembrana:
44 Gedung “Layu Sebelum Berkembang”: Dinas Kesehatan mengakui sebagian besar dari 44 Pustu di Jembrana sudah tidak layak huni. Tenaga Medis “Pindah Alamat”: Karena bangunan fisiknya nyaris roboh dan tak mendukung, nakes lebih memilih bertugas di Puskesmas Induk atau sekadar kunjungan lapangan. Alasan Klasik: Anggaran! Rehabilitasi gedung terhambat efisiensi anggaran daerah. Saat ini, pemerintah baru dalam tahap “memilah” prioritas sambil berharap bantuan dari Pusat atau Provinsi.
Apakah nyawa dan kesehatan warga desa harus terus menunggu antrean “inventarisasi kerusakan”? Sampai kapan alasan “keterbatasan anggaran” dipakai untuk membiarkan fasilitas publik hancur dimakan usia?
Jangan sampai warga baru diperhatikan kalau sudah ada insiden atau viral di media sosial. Gedung kesehatan itu dibangun untuk melayani manusia, bukan untuk menghidupkan semak belukar.
( red)

























