Mangupura, Surya Indonesia.net – Emosi IBSAM (31) benar-benar lepas kendali. Gara-gara permintaan uang Rp3 juta tak dituruti sang ibu, pria asal Banjar Bernasi, Desa Buduk ini justru melampiaskan amarahnya dengan merusak tempat sembahyang (Merajan) di Banjar Sengguan, Desa Buduk, Mengwi, Badung.
Peristiwa ini terjadi Selasa (6/1) malam, sekitar pukul 21.00 WITA. Suara benturan benda keras yang terdengar warga ternyata berasal dari aksi perusakan tempat ibadah Hindu di dekat rumah saksi. Tak lama berselang, kejadian itu dilaporkan ke pihak berwajib.
Polisi mengungkap, pelaku merusak Merajan menggunakan pipa besi, menghancurkan berbagai pelinggih suci seperti Pelinggih Ratu Ngurah, Padma, Rong Telu, Surya Natah, hingga dua patung, Bale Dangin, dan pot bunga. Total kerugian ditaksir mencapai Rp200 juta.
Menurut keterangan kepolisian, pelaku nekat mengamuk karena merasa dikucilkan keluarga dan mengaku jarang diberi makan. Selama ini, ia kerap meminta uang kepada ibu kandungnya, namun hanya diberi Rp100 ribu. Penolakan terakhir itulah yang memicu amukan.
Tak butuh waktu lama, Unit Reskrim Polsek Mengwi menangkap pelaku di lokasi kejadian pada Rabu (7/1) sore. Kini, pelaku harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.
Ia dijerat Pasal 305 ayat (2) jo 521 KUHP tentang mengganggu tempat ibadah dan perusakan, dengan ancaman pidana maksimal lima tahun penjara.
Amarah sesaat, dampaknya panjang. Tempat suci rusak, keluarga hancur, masa depan pun terancam.
( red)

























