Breaking News

Ketegangan Antara Petugas Dishub dan Anggota AMI di Surabaya Soal Parkir Liar

Senin, 13 Oktober 2025 - 23:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suryaindonesia.net || Surabaya – Ketegangan terjadi antara petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya dan seorang anggota Aliansi Madura Indonesia (AMI) di kawasan Grand City Mall, Jalan Walikota Mustajab, Kecamatan Genteng, Senin (13/10/2025) sekitar pukul 18.12 WIB.

Insiden bermula saat anggota AMI menegur petugas terkait dugaan parkir liar. Namun, teguran tersebut memicu adu mulut. Salah satu petugas berinisial JT diduga terpancing emosi dan mengeluarkan pernyataan bernada menantang.

Video amatir berdurasi tiga menit yang beredar di media sosial menunjukkan suasana memanas di lokasi. Beberapa warga mencoba menenangkan situasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketua Umum AMI, Baihaqi Akbar, mengecam tindakan arogan petugas Dishub dan menyatakan akan melayangkan surat resmi ke Wali Kota dan Kepala Dishub. Ia menegaskan bahwa masyarakat berhak memberi kritik terhadap pelayanan publik.

Saksi mata mengonfirmasi bahwa awalnya hanya terjadi teguran biasa terkait pengelolaan parkir yang dinilai tidak sesuai aturan. Namun, respon petugas memicu ketegangan lebih lanjut.

Hingga kini, Dishub Surabaya belum mengeluarkan pernyataan resmi. Seorang sumber internal menyebut pihaknya masih menelusuri kronologi kejadian.

Masalah parkir liar memang menjadi persoalan lama di Surabaya. Lemahnya pengawasan dan dugaan kerja sama oknum dengan pengelola parkir disebut sebagai penyebab utama belum tuntasnya persoalan ini.

Masyarakat berharap Pemkot Surabaya segera bertindak tegas dan memperbaiki sistem pengawasan agar kejadian serupa tidak terulang.

Berita Terkait

Suasana Memanas, Massa AMI Kepung Kantor Wilayah Ditjen PAS Jatim di Surabaya
Kapolsek Sedati Ambil Langkah Tegas Menutup Aktivitas Judi Sabung Ayam di Desa Pepe
Suasana duka menyelimuti kediaman keluarga almarhum I Made Berta Mahendra, 22, di Banjar Kaleran Kauh, Desa Yehembang,
PUSKESMAS ATAU SARANG HANTU? Pustu di Jembrana Terlantar “Dimakan” Semak Belukar, Anggaran Mana Anggaran?
Atas Jasanya Terhadap Negara, 23 Prajurit Marinir TNI AL Yang Gugur Dianugerahi Kenaikan Pangkat Luar Biasa
Tiga orang pekerja proyek mengalami kecelakaan kerja, tertimbun longsor di Desa Ungasan, Kuta Selatan
Kebakaran Rumah di Pemogan, Diduga Akibat Konsleting Panel Listrik Tenaga Surya
Polda Bali Kerahkan Unit Sar Direktorat Samapta Guna Cari Ibu dan Anak Hanyut di Tabanan

Berita Terkait

Selasa, 10 Februari 2026 - 19:24 WIB

Suasana Memanas, Massa AMI Kepung Kantor Wilayah Ditjen PAS Jatim di Surabaya

Selasa, 10 Februari 2026 - 15:48 WIB

Kapolsek Sedati Ambil Langkah Tegas Menutup Aktivitas Judi Sabung Ayam di Desa Pepe

Sabtu, 31 Januari 2026 - 15:16 WIB

Suasana duka menyelimuti kediaman keluarga almarhum I Made Berta Mahendra, 22, di Banjar Kaleran Kauh, Desa Yehembang,

Sabtu, 31 Januari 2026 - 14:28 WIB

PUSKESMAS ATAU SARANG HANTU? Pustu di Jembrana Terlantar “Dimakan” Semak Belukar, Anggaran Mana Anggaran?

Sabtu, 31 Januari 2026 - 07:25 WIB

Atas Jasanya Terhadap Negara, 23 Prajurit Marinir TNI AL Yang Gugur Dianugerahi Kenaikan Pangkat Luar Biasa

Sabtu, 24 Januari 2026 - 09:54 WIB

Tiga orang pekerja proyek mengalami kecelakaan kerja, tertimbun longsor di Desa Ungasan, Kuta Selatan

Jumat, 23 Januari 2026 - 15:17 WIB

Kebakaran Rumah di Pemogan, Diduga Akibat Konsleting Panel Listrik Tenaga Surya

Rabu, 21 Januari 2026 - 20:17 WIB

Polda Bali Kerahkan Unit Sar Direktorat Samapta Guna Cari Ibu dan Anak Hanyut di Tabanan

Berita Terbaru