Breaking News

PNIB, Yogyakarta Istimewah Suarakan Lawan Intolerant: Desak 16 November Ditetapkan Sebagai Hari Toleran Nasional (HTN)

Kamis, 7 Agustus 2025 - 18:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

YOGYAKARTA, SURYA INDONESIA, – Senin 4 Agustus 2025, Dalam saresehan, Istighotsah, dan Ngaji Pancasila di Yogyakarta menyambut 80 tahun kemerdekaan Indonesia.

Ketua Umum Organisasi Kemasyarakatan Lintas agama, suku, dan budaya anti Intoleransi, Khilafah Radikalisme Terorisme Pejuang Nusantara Indonesia Bersatu PNIB

AR Waluyo Wasis Nugroho (Gus Wal) Ketua Umum Pejuang Nusantara Indonesia Bersatu (PNIB) dan bersama segenap pengurus PNIB DIY Jogja Istimewa untuk Indonesia menyatakan perlawanan terhadap Intoleransi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

PNIB Dari Yogyakarta Istimewa untuk Indonesia mengajak seluruh masyarakat Indonesia mendeklarasikan menolak dan melawan Intoleransi, Khilafah, Radikalisme, Terorisme dan Narkoba.

Dari Jogja Yang Istimewa, sangat kental dengan sejarah perjalanan perjuangan bangsa Indonesia dalam mendirikan dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

PNIB mengajak seluruh lapisan masyarakat di seluruh Indonesia untuk menyatakan perang terhadap Intoleransi, Khilafah Radikalisme, Terorisme dan Narkoba.

“Mari Bersama-sama segenap lapisan masyarakat untuk menyatakan perang total, menolak dan melawan segala macam bentuk dan Intoleransi, Khilafah, Terorisme dan Narkoba,” ujar Gus Wal.

Gus Wal, PNIB juga mendesak pemerintah untuk segera menetapkan Hari Toleransi Nasional (HTN) yang selama ini belum ada, dengan hari penetapan pada tanggal 16 November.

“Karena tanggal 16 November sebagai Hari Toleransi Nasional (HTN) mengikuti hari Toleransi Internasional,” terang Gus Wal.

Penetapan Hari Toleransi Nasional 16 November sangat penting bukan sekedar sebagai hari peringatan atau simbolik, namun juga sebagai pengingat bahwasanya Indonesia adalah negara yang menghormati dan menjunjung tinggi toleransi yang berdasarkan Pancasila sebagai dasar negara.

“Hal tersebut dimaksudkan untuk menunjukkan dan menguatkan bahwa Intoleransi, Khilafah, Radikalisme dan Terorisme haram ada di Indonesia,” lanjut Gus Wal.

Penetapan Hari Toleransi Nasional (HTN)  sebaiknya diselaraskan dengan Hari Toleransi Internasional yang diperingati setiap tanggal 16 November.

“Peringatan ini ditetapkan oleh Majelis Umum PBB pada tahun 1996 untuk memperingati adopsi Deklarasi Prinsip-Prinsip Toleransi oleh UNESCO pada tahun 1995.

“Tujuan utamanya adalah untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya toleransi dan saling menghormati dalam kehidupan sosial, terutama di tengah keberagaman budaya dan agama, mengingat saat ini Indonesia sedang darurat Intoleransi, Khilafah, Radikalisme dan Terorisme,” tutup Gus Wal. ***)

Berita Terkait

Evakuasi Lansia Terlantar Secara Diam Diam Pada Malam Hari Jadi Sorotan
PERTAMBANGAN ILEGAL TERUS MENGERUK BUMI SIDRAP, KAPAN BERHENTI?!
Wartawan Dianiaya Oknum Aparat di Probolinggo, Bung Taufik Kutuk Keras dan Desak Penegakan Hukum Tegas
Suasana haru menyelimuti pabrik rokok HS di Magelang, Jumat Sang pemilik, Muhammad Suryo, kembali hadir di tengah-tengah karyawan.
Di jalur Selat – Sidemen – Klungkung, jalan bukan lagi sekadar rusak. Ini sudah berubah menjadi jalur maut.
Jangan Terkecoh OTT Wartawan Amir: Dugaan Skema Rehabilitasi Narkoba, ‘Bambu Penyangga’, dan Taruhan Jabatan Terungkap
Mengungkap Dugaan, Dibalas Tersangka: Kisah Wartawan Amir dan Bayang-Bayang Abuse of Power
Dugaan Penyalahgunaan Jabatan, Bag. Wassidik Polda Riau Diminta Periksa Penyidik Polsek Kandis

Berita Terkait

Senin, 30 Maret 2026 - 12:20 WIB

Evakuasi Lansia Terlantar Secara Diam Diam Pada Malam Hari Jadi Sorotan

Minggu, 29 Maret 2026 - 22:08 WIB

PERTAMBANGAN ILEGAL TERUS MENGERUK BUMI SIDRAP, KAPAN BERHENTI?!

Minggu, 29 Maret 2026 - 10:31 WIB

Wartawan Dianiaya Oknum Aparat di Probolinggo, Bung Taufik Kutuk Keras dan Desak Penegakan Hukum Tegas

Minggu, 29 Maret 2026 - 07:37 WIB

Suasana haru menyelimuti pabrik rokok HS di Magelang, Jumat Sang pemilik, Muhammad Suryo, kembali hadir di tengah-tengah karyawan.

Minggu, 29 Maret 2026 - 07:28 WIB

Di jalur Selat – Sidemen – Klungkung, jalan bukan lagi sekadar rusak. Ini sudah berubah menjadi jalur maut.

Jumat, 27 Maret 2026 - 14:25 WIB

Jangan Terkecoh OTT Wartawan Amir: Dugaan Skema Rehabilitasi Narkoba, ‘Bambu Penyangga’, dan Taruhan Jabatan Terungkap

Jumat, 27 Maret 2026 - 14:21 WIB

Mengungkap Dugaan, Dibalas Tersangka: Kisah Wartawan Amir dan Bayang-Bayang Abuse of Power

Jumat, 20 Maret 2026 - 22:53 WIB

Dugaan Penyalahgunaan Jabatan, Bag. Wassidik Polda Riau Diminta Periksa Penyidik Polsek Kandis

Berita Terbaru