Denpasar, Surya Indonesia.net – Operasi Zebra Agung 2025 menunjukkan perkembangan penting dalam aspek keselamatan lalu lintas dan pola penindakan pelanggaran di wilayah hukum Polda Bali. Berdasarkan evaluasi terbaru, sejumlah indikator kunci memperlihatkan tren positif, khususnya terkait penurunan fatalitas kecelakaan serta peningkatan efektivitas penegakan hukum berbasis teknologi.
Selama pelaksanaan Ops Zebra Agung 2025, jumlah kecelakaan lalu lintas tercatat naik tipis sebesar 4%, yang menunjukkan situasi masih relatif stabil dibandingkan tahun sebelumnya. Meskipun demikian, indikator keselamatan justru memperlihatkan perkembangan yang sangat positif.
Korban meninggal dunia (MD) turun drastis hingga 38%, menjadi sinyal kuat bahwa langkah-langkah preventif dan pengawasan yang diterapkan telah memberikan dampak signifikan terhadap berkurangnya fatalitas.
Korban luka berat (LB) juga turun hingga 50%, sementara luka ringan (LR) meningkat sekitar 8%. Peningkatan LR ini menunjukkan bahwa kecelakaan yang terjadi cenderung bersifat ringan dan tidak menyebabkan cedera fatal.
Namun demikian, kerugian materiil meningkat 19%, yang mengindikasikan lebih banyak insiden ringan hingga sedang yang berdampak pada kerusakan kendaraan dan biaya perbaikan.
Catatan khusus menunjukkan bahwa hari ke-7, ke-8, dan ke-9 merupakan periode dengan lonjakan kecelakaan paling mencolok. Sebaliknya, tren penurunan korban meninggal terlihat konsisten hampir di seluruh hari pelaksanaan, menandakan efektivitas upaya peningkatan keselamatan oleh jajaran kepolisian.
Dalam aspek pelanggaran lalu lintas, Ops Zebra Agung 2025 menampilkan pergeseran paradigma penegakan hukum yang lebih humanis dan modern.
Jumlah Garis Administratif (GAR) tercatat turun drastis hingga 92% dibandingkan periode yang sama tahun 2024. Penurunan ekstrem ini menunjukkan adanya perubahan pola penindakan atau sistem pencatatan yang kini lebih terintegrasi dan selektif.
Sementara itu, penindakan melalui ETLE Statis meningkat signifikan hingga 900%, memperlihatkan komitmen kepolisian dalam memperluas penggunaan teknologi elektronik sebagai sarana penindakan yang lebih objektif dan transparan.
Untuk ETLE Mobile, angkanya tetap berada di posisi 0, yang dapat mengindikasikan perangkat tidak dioperasikan atau sarana masih terbatas dalam pelaksanaan operasi kali ini.
Sistem penindakan konvensional juga mengalami perubahan besar. Tilang turun 100%, menunjukkan bahwa seluruh pola penindakan telah bergeser secara penuh menuju teguran maupun penindakan berbasis ETLE. Hal ini mempertegas komitmen Polri dalam menerapkan pendekatan yang lebih edukatif dan persuasif.
Di sisi lain, teguran meningkat 57%, menandakan penekanan terhadap pendekatan humanis yang menjadi ciri khas Ops Zebra Agung 2025. Pendekatan ini diharapkan memberi efek jangka panjang dalam pembentukan budaya tertib berlalu lintas di masyarakat.
Polda Bali menegaskan bahwa hasil evaluasi Ops Zebra Agung 2025 ini akan menjadi dasar dalam merumuskan strategi keselamatan lalu lintas yang lebih efektif ke depan. Peningkatan teknologi penindakan, penurunan fatalitas kecelakaan, serta pendekatan humanis diharapkan mampu menciptakan iklim berkendara yang lebih aman, tertib, dan berkesinambungan di seluruh Bali.
( red)





















