Breaking News

Dengan Pengamanan Humanis, Aksi Buruh Gresik Berjalan Damai dan Kondusif

Selasa, 25 November 2025 - 18:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suryaindonesia.net || GRESIK – Ratusan buruh yang tergabung dalam Dewan Pimpinan Cabang Serikat Pekerja/Serikat Buruh (DPC SP/SB) di bawah payung Sekretariat Bersama (SEKBER) Gresik memadati halaman Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik, Jalan Dr. Wahidin Sudirohusodo, Selasa (25/11/2025). Sebanyak 820 massa aksi dari empat zona wilayah bergerak secara terkoordinasi untuk menyuarakan tuntutan strategis terkait kesejahteraan buruh dan stabilitas iklim investasi di Kabupaten Gresik.

Meski melibatkan jumlah massa yang besar, aksi yang dipimpin Presidium SEKBER Gresik Agus Salim, serta tokoh serikat lainnya seperti Imam Syaifudin (Ketua Konfederasi SPSI/Anggota Komisi IV DPRD Gresik), berlangsung damai, tertib, dan tanpa insiden. Keberhasilan ini tidak lepas dari pola pengamanan humanis yang diterapkan aparat gabungan TNI-Polri.

Sebelum massa aksi tiba, Wakapolres Gresik Kompol Shabda Purusha Putra memimpin apel pengamanan dan menegaskan bahwa tugas aparat adalah memberi pelayanan, bukan membatasi ruang demokrasi buruh.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Pengamanan ini untuk memberikan pelayanan agar aksi dapat berjalan tanpa korban, baik materi maupun jiwa,” tegasnya.

Aparat diinstruksikan untuk mematuhi SOP, menjaga emosi, bertindak dalam satu komando, serta tidak membawa senjata api selama pengamanan. Arahan tersebut terbukti efektif menjaga situasi tetap kondusif sepanjang pergerakan massa dari wilayah Kota, Tengah, Selatan, hingga Utara Gresik.

Setelah menyampaikan aspirasi di beberapa perusahaan, massa aksi menuju Pemkab Gresik. Di Ruang Putri Cempo, perwakilan 12 Ketua DPC SP/SB SEKBER Gresik melakukan dialog dengan jajaran pemerintah diantaranya Bupati Gresik H. Fandi Akhmad Yani, Ketua DPRD Gresik Syahrul Munir, Kadisnaker Gresik Zainul Arifin, serta Wakapolres Gresik.

Dalam forum resmi tersebut, buruh mengajukan beberapa tuntutan penting, di antaranya:
* Rekomendasi kenaikan UMK 8,5–10%.
* Penguatan program Unit Reaksi Cepat (URC) untuk menindak pelanggaran hak normatif, sekaligus menyiapkan anggaran operasional tahun 2026.
* Pemerintah diminta hadir membantu perusahaan yang berpotensi pailit demi mencegah PHK massal.
* Prioritas bagi SDM lokal dalam proses perekrutan tenaga kerja, termasuk KEK JIIPE.
* Perbaikan layanan UHC serta penyelarasan komunikasi terkait prosedur Laporan Polisi (LP) Laka Lantas bagi pekerja.

Bupati Gresik menyambut positif seluruh aspirasi tersebut. Ia menegaskan bahwa Pemkab berkomitmen menjaga iklim investasi tetap stabil, sambil memastikan hak dan kesejahteraan buruh tetap diperhatikan. Ketua DPRD Gresik Syahrul Munir bahkan menegaskan kesiapan legislatif untuk menanggung anggaran URC dan perayaan Mayday 2026.

Sebagai bentuk transparansi, Bupati Gresik H. Fandi Akhmad Yani langsung menemui ratusan buruh di halaman kantor Pemkab. Di hadapan massa, ia menyampaikan secara langsung beberapa poin hasil dialog, Disnaker akan diperintahkan menindak perusahaan pelanggar hak normatif melalui URC ; Pemkab menolak praktik pelanggaran hak normatif dan siap terlibat mencegah PHK akibat kepailitan perusahaan; Anggaran URC Tahun 2026 akan ditanggung penuh oleh DPRD Gresik; Komitmen penyerapan tenaga kerja lokal serta peningkatan koordinasi dengan BPJS Kesehatan; Pemkab akan mengupayakan rekomendasi agar kewenangan; pengawasan ketenagakerjaan dikembalikan ke Kabupaten/Kota.

Setelah mendengar penjelasan tersebut, massa aksi dengan tertib membubarkan diri. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, lancar, dan kondusif.

Aksi buruh kali ini menjadi contoh nyata bagaimana pengamanan humanis, dialog terbuka, dan komunikasi dua arah mampu menciptakan ruang penyampaian aspirasi yang efektif tanpa mengganggu ketertiban umum. Sinergi antara buruh, pemerintah, dan aparat keamanan menunjukkan bahwa perjuangan kesejahteraan tenaga kerja dapat berjalan berdampingan dengan upaya menjaga stabilitas iklim investasi di Kabupaten Gresik.

Berita Terkait

Kisah Pak Sunarno Penjual Jamu Keliling di Pasar Sampoerna yang Menginspirasi
*Patroli KRYD dan Yustisi Polsek Baturiti Pantau SPBU, Perbankan dan Pasar Baturiti*
*Pengamanan Kegiatan Piodalan di Pura Terate Bang Berjalan Aman dan Kondusif*
*Pengamanan Jalur Menuju Obyek Wisata Bedugul Terpantau Aman dan Lancar*
Teror Dini Hari di Pulokerto : Ibu dan Bayi 11 Bulan Disekap 3 Pria Bertopeng, Polisi Didesak Segera Tangkap Pelaku
Pelayanan Humanis Satlantas Polresta Denpasar, Pemohon SIM Diberi Pendampingan Langsung
Pemkot Surabaya Dinilai Tidak Tegas, Gelombang Penertiban Dituding Menyasar ke Bawah
*Jaga Kondusivitas Tumpek Landep, Polsek Selemadeg Intensifkan Patroli KRYD*  

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 16:05 WIB

Kisah Pak Sunarno Penjual Jamu Keliling di Pasar Sampoerna yang Menginspirasi

Sabtu, 18 April 2026 - 15:52 WIB

*Patroli KRYD dan Yustisi Polsek Baturiti Pantau SPBU, Perbankan dan Pasar Baturiti*

Sabtu, 18 April 2026 - 15:50 WIB

*Pengamanan Kegiatan Piodalan di Pura Terate Bang Berjalan Aman dan Kondusif*

Sabtu, 18 April 2026 - 15:48 WIB

Teror Dini Hari di Pulokerto : Ibu dan Bayi 11 Bulan Disekap 3 Pria Bertopeng, Polisi Didesak Segera Tangkap Pelaku

Sabtu, 18 April 2026 - 15:47 WIB

Pelayanan Humanis Satlantas Polresta Denpasar, Pemohon SIM Diberi Pendampingan Langsung

Sabtu, 18 April 2026 - 15:46 WIB

Pemkot Surabaya Dinilai Tidak Tegas, Gelombang Penertiban Dituding Menyasar ke Bawah

Sabtu, 18 April 2026 - 15:45 WIB

*Jaga Kondusivitas Tumpek Landep, Polsek Selemadeg Intensifkan Patroli KRYD*  

Sabtu, 18 April 2026 - 15:43 WIB

*Atensi Peningkatan Arus Lalulintas, Personil Polsek Kediri Laksanakan Strong Point Sore*

Berita Terbaru