Breaking News

DJOKO SUKMONO: KORAH-KORAH

Selasa, 5 Agustus 2025 - 21:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Opini:

 

KORAH-KORAH

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Djoko Sukmono

– Regulasi Selalu tidak Terhubung dengan Kondisi Obyektif

 

Kesadaran kolektif telah menjadi penumpukan sampah dan kekotoran kesadaran ini perlu dibersihkan. Sehingga Virus dan kuman yang telah berkembang biak pada kesadaran kolektif tidak berubah menjadi pandemi pola pikir yang keliru.

Pola berpikir tidak terikat oleh waktu,
Pola pikir itu sama dan sebangun dengan Era.

Tidak ada stigmanisasi terhadapnya,
yang terjadi pada sebuah Era adalah Paradigma.

Agen-agen perubahan itu belum menyadari sepenuhnya bahwa dirinya adalah Agen Dogma. Dogma itu adalah pandemi pikiran.

Stratifikasi sosial telah terdekonstruksi oleh paradigma baru sedangkan yang baru adalah konstruksi yang Lebih kokoh dari yang lama.

Yang Baru itu bernama free generations.
Keberadaannya adalah respon terhadap yang saat ini dianggap Paradox.

Situasi ini bernama situasi Yang Kronis.
Inilah lingkaran setan Sosial Politik. Dan hal yang sederhana itu mengakibatkan kesemrawutan konseptual.

Situasi Batas Sosial politik telah mengakibatkan stagnasi sosial politik. Dan kondisi seperti ini tidak bisa dibatasi lagi
bahkan Dekrit pun tidak bisa mengatasinya.
Dan bahkan akan berakibat kepada Situasi yang semakin rumit pelik dan berbelit-belit

Tidak hanya KKN. Tidak hanya ketidakadilan saja sebagai akar permasalahannya, melainkan penumpukan dendam sosial. Dan borok Politik yang sudah memasuki stadium terminal.

Bersiaplah menyambut kedatangan Situasu Sosial Politik Kronik yang mengerikan. Miris!

Situasi batas sosial politik di Indonesia sudah memasuki situasi kronil, sudah sampai kepada yang bernama lingkaran setan Sosial Politik.

Tidak ada keputusan apapun yang bisa mengeluarkan dari lingkaran setan yang telah menjeratnya.

Keputusan apapun, apakah itu Dekrit maupun Referendum tidak akan bisa, karena keputusan tersebut berasal dari situasi kronik dan tetap Saja menghasilkan uang Lebih Kronik lagi.

Untuk aufklarung tidaklah mungkin, dikarenakan pencerahan model abad pertengahan di Eropa itu memiliki permasalahan yang berbeda dengan di Indonesia.

Indonesia memiliki situasi yang bernama lengkap, “Kesemrawutan konseptual”. Kecelakaan yang terjadi adalah kejahatan sejarah, kekeliruan cara berfikir, dan lingkungan yang masih biadab. ***)

Posted: suryaindonesia.net
Surabaya, 5 Agustus 2025

Djoko Sukmono, Filsuf dan penulis

 

Berita Terkait

Tindakan Eksistensial Politik, Provokasi, dan Kebuntuan Negosiasi dalam Konstruksi Dechiperisme
DEMOKRASI PANCASILA
Kondisi Sosial Politik di Indonesia dalam Konstruksi Dechiperisme
Konstruksi Idiologi Politik di Indonesia Menjelang Sebuah Orde
IACN Soroti Penanganan Kasus Saripah Hanum Lubis, Tekankan Harus Tuntas dan Tidak Dipolitisasi
Proyeksi Dunia Sosial Politik dalam Konstruksi Dechiperisme
Sebelum Kerja, Satgas TMMD Gelar Apel Pagi Dipimpin Komandan SSK
Ruang Sosial POLITIK dalam Konstruksi Dechiperisme

Berita Terkait

Jumat, 8 Mei 2026 - 17:48 WIB

Tindakan Eksistensial Politik, Provokasi, dan Kebuntuan Negosiasi dalam Konstruksi Dechiperisme

Kamis, 7 Mei 2026 - 20:19 WIB

DEMOKRASI PANCASILA

Rabu, 6 Mei 2026 - 20:17 WIB

Kondisi Sosial Politik di Indonesia dalam Konstruksi Dechiperisme

Senin, 4 Mei 2026 - 13:42 WIB

Konstruksi Idiologi Politik di Indonesia Menjelang Sebuah Orde

Minggu, 3 Mei 2026 - 19:12 WIB

IACN Soroti Penanganan Kasus Saripah Hanum Lubis, Tekankan Harus Tuntas dan Tidak Dipolitisasi

Minggu, 3 Mei 2026 - 13:39 WIB

Proyeksi Dunia Sosial Politik dalam Konstruksi Dechiperisme

Minggu, 3 Mei 2026 - 08:22 WIB

Sebelum Kerja, Satgas TMMD Gelar Apel Pagi Dipimpin Komandan SSK

Kamis, 30 April 2026 - 17:05 WIB

Ruang Sosial POLITIK dalam Konstruksi Dechiperisme

Berita Terbaru