Breaking News

Krisis di Tubuh Askab PSSI Jember, Wakil Ketua Terseret Laporan Pidana

Rabu, 17 Juni 2026 - 19:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jember,suryaindonesia.net,- Asosiasi Sepak Bola Kabupaten (Askab) PSSI Jember tengah diterpa gejolak internal. Konflik yang semula terjadi di ruang organisasi kini merembet ke ranah hukum setelah Wakil Sekretaris Askab PSSI Jember, Nila Widyastuti, melaporkan Wakil Ketua berinisial AS ke Mapolres Jember.

Laporan tersebut dilayangkan pada 5 Mei 2026 atas dugaan perbuatan tidak menyenangkan dan perundungan. Perselisihan itu disebut bermula saat pelaksanaan Kongres Askab PSSI Jember yang digelar di Dira Ambulu pada 10 Desember 2025.

Menurut Nila, insiden berawal ketika dirinya mempertanyakan tidak dilibatkannya Sekretaris Askab PSSI Jember, Jaya Hartono, dalam forum kongres tersebut. Padahal, posisi sekretaris memiliki peran strategis dan menjadi salah satu pilar penting dalam tata kelola organisasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Nila menambahkan, sangat aneh jika Sekretaris Askab PSSI Jember tidak diundang dalam forum penting tersebut. Namun alih-alih mendapat jawaban dari AS, situasi justru memanas hingga terjadi cekcok. Ia mengaku mendapat intimidasi dan bahkan nyaris mengalami tindakan kekerasan dari orang yang disebut sebagai bagian dari kelompok AS.

“Padahal saya sebagai pengurus punya hak berbicara,” ujar Nila di Jember, Ahad (11/6/2026).

Perselisihan tersebut, menurut Nila, tidak berhenti pada perdebatan di forum kongres. Dalam perkembangan berikutnya, pada akhir Desember 2025, ia mengaku anaknya yang bermain di salah satu Sekolah Sepak Bola (SSB) ternama di Jember mengalami perundungan. Anak tersebut disebut tidak diperbolehkan bermain oleh kelompok AS dalam sebuah kejuaraan yang diselenggarakan Askab PSSI Jember.

Selain itu, Nila juga mengaku anaknya sempat akan dipinjam oleh sebuah klub dari luar Jember untuk mengikuti kejuaraan di Jember. Namun rencana tersebut, kata dia, kembali mendapat hambatan yang diduga dilakukan oleh AS beserta jaringannya.

“Kalau soal cekcok di Dira, saya ngalah, tapi ini kok bawa-bawa anak saya. Ini kan demi regenerasi pemain Jember, bisa untuk Persid dan sebagainya,” jelas Nila.

Sebagai tindak lanjut atas laporan yang telah diajukannya, Nila mengaku telah memenuhi panggilan penyidik Polres Jember pada Kamis (11/6/2026) guna memberikan keterangan dan mengonfirmasi kronologi peristiwa yang dilaporkannya.

“Saya berharap agar kasus ini diselesaikan dengan seadil-adilnya. Soalnya, kalau tidak satu kelompok dengan dia, terus dihambat, mana bisa sepak bola Jember maju,” urainya.

Seperti diketahui, pelaksanaan Kongres Askab PSSI Jember di Dira Ambulu sempat diwarnai keributan. Situasi tersebut dipicu oleh protes yang disampaikan Mila Wahyuningtyas, anggota Komite Pengembangan Usia Dini Askab PSSI Jember, bersama Nila (kanan) Wakil Sekretaris Askab PSSI Jember, saat keluar ruangan penyidik.

Keduanya melayangkan protes keras karena menilai terdapat persoalan dalam pelaksanaan kongres, salah satunya terkait tidak diundangnya hampir separuh pengurus dalam forum yang menjadi agenda penting organisasi tersebut.

Tanggapan Jaya Hartono

Dihubungi secara terpisah, Sekretaris Askab PSSI Jember, Jaya Hartono, menyayangkan terjadinya konflik internal di tubuh organisasi sepak bola tersebut. Menurutnya, perseteruan antar pengurus hanya akan menghambat upaya pembinaan dan pengembangan sepak bola di Kabupaten Jember.

“Mengelola sepak bola itu butuh kebersamaan, jangan arogan dan merasa paling hebat.! Lebih dari itu, kita juga bertanggung jawab kepada publik, pecinta sepak bola Jember,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Askab PSSI Jember, Abdullah Waid, saat dikonfirmasi melalui pesan singkat hingga berita ini ditulis belum memberikan tanggapan.( Nono Kartika).

Berita Terkait

DPP LSM GEMPUR Desak Kejati Sumut Usut Dugaan Korupsi Dana Desa di Dua Desa Kabupaten Simalungun
Polres Pasuruan Kota Amankan 4 orang Debt Collector Diduga Lakukan Pemerasan
Longsor Berulang di SDN Palangsari 1 Puspo, Warga Pertanyakan Keseriusan Pemerintah
Ditemukan BBM Bersubsidi  satu  Pic up Sopir Menghilang 
Jalan Haji Anif Diduga Masuk HGB PT GMC, Masyarakat Pertanyakan Legalitas Perizinan Proyek Pesona Indah Cemara
12 Jamaah Tertahan di Jeddah, AMI Pertanyakan Kinerja Imigrasi TPI Surabaya
Pemkot Malang Pasang Papan Pengawasan: Sudah Tau Kali Sukun Itu Fasum Ngotot Dibangun
Polisi Cinta Petani Polsek Sedati Dukung Swasembada Pangan Nasional

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 19:46 WIB

Krisis di Tubuh Askab PSSI Jember, Wakil Ketua Terseret Laporan Pidana

Rabu, 17 Juni 2026 - 07:59 WIB

DPP LSM GEMPUR Desak Kejati Sumut Usut Dugaan Korupsi Dana Desa di Dua Desa Kabupaten Simalungun

Senin, 15 Juni 2026 - 21:04 WIB

Polres Pasuruan Kota Amankan 4 orang Debt Collector Diduga Lakukan Pemerasan

Minggu, 14 Juni 2026 - 07:10 WIB

Longsor Berulang di SDN Palangsari 1 Puspo, Warga Pertanyakan Keseriusan Pemerintah

Sabtu, 13 Juni 2026 - 18:03 WIB

Ditemukan BBM Bersubsidi  satu  Pic up Sopir Menghilang 

Sabtu, 6 Juni 2026 - 18:40 WIB

Jalan Haji Anif Diduga Masuk HGB PT GMC, Masyarakat Pertanyakan Legalitas Perizinan Proyek Pesona Indah Cemara

Kamis, 4 Juni 2026 - 18:35 WIB

12 Jamaah Tertahan di Jeddah, AMI Pertanyakan Kinerja Imigrasi TPI Surabaya

Rabu, 3 Juni 2026 - 20:39 WIB

Pemkot Malang Pasang Papan Pengawasan: Sudah Tau Kali Sukun Itu Fasum Ngotot Dibangun

Berita Terbaru