Bali, Surya Indonesia.net – Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII (ke-48) Tahun 2026 siap digeber pada Sabtu (13/6) besok! Namun, di balik kemegahan persiapan yang sudah matang, ada sebuah tanda tanya besar yang memicu spekulasi panas di tengah publik. Hingga H-1 acara, Pemerintah Provinsi Bali masih bungkam dan belum mengumumkan secara resmi siapa tokoh nasional yang akan membuka agenda budaya tahunan terbesar di Pulau Dewata ini!
Akankah Presiden RI Prabowo Subianto hadir langsung untuk memukul gong pembukaan? Ataukah Bali lagi-lagi “diduakan” dalam agenda pentingnya?
Kepala Dinas Kebudayaan (Disbud) Provinsi Bali, IB Alit Suryana, terkesan sangat berhati-hati dan memilih main rahasia saat dikonfirmasi. Ia mengaku pihak panitia pun masih dalam posisi digantung dan menunggu kepastian dari pusat.
“Kita tunggu saja kepastiannya untuk pembukaan besok. Kami masih menunggu kepastian informasi siapa yang akan buka,” ungkap Alit Suryana usai menyaksikan gladi Peed Aya (Pawai) di depan Monumen Bajra Sandhi, Renon, Denpasar, Jumat (12/6).
Ketidakpastian ini tentu memicu kasak-kusuk. Sebagai salah satu ajang budaya paling bergengsi di Indonesia, absennya kepastian figur pembuka dinilai sebagian kalangan sebagai hal yang janggal dan kurang profesional untuk acara sekelas PKB.
Meski diterpa isu miring soal ketidakhadiran RI-1, Disbud Bali tetap tancap gas mematangkan kesiapan teknis di lapangan. Gladi resik Peed Aya (Pawai Budaya) dari 9 kabupaten/kota se-Bali sukses digelar untuk memastikan kesesuaian dengan tema sakral tahun ini, Atma Kerthi.
Satu hal yang patut diacungi jempol dan menjadi tamparan positif adalah dominasi anak-anak muda dan anak-anak dalam pawai esok hari. Di tengah gempuran modernisasi, regenerasi seni di Bali terbukti tetap menyala dan tidak mati obor!
Akankah pembukaan PKB besok berjalan antiklimaks tanpa kehadiran orang nomor satu di Indonesia, atau justru ada kejutan di menit-menit terakhir? Siapa pun yang membuka, rakyat Bali siap berpesta!
( red).

























