Breaking News

Darurat begal: Mengurai narasi tembak di tempat oleh polisi

Senin, 25 Mei 2026 - 16:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Surya Indonesia.net – Aksi begal muncul secara cukup masif dalam beberapa waktu belakangan, terutama di sekitar ibu kota Jakarta. Rentetan kejadian ini marak diberitakan oleh media massa dan disebarluaskan kepolisian di bermacam platform, menurut peneliti media sosial.

 

Sepanjang April hingga pertengahan Mei 2026, beberapa rekaman CCTV yang menunjukkan aksi begal ramai ditonton. Bahkan muncul tagline khusus yang menggambarkan fenomena ini: ‘Jakarta darurat begal.’

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Darurat begal: Mengurai narasi tembak di tempat oleh polisi

Di media sosial, isu begal telah menjadi “krisis” yang menciptakan kepanikan dan ketakutan bagi khalayak luas, mengacu argumen peneliti kebijakan publik dari Monash University, Ika Idris.

 

Penyebabnya, informasi sehubungan begal “diamplifikasi oleh media massa,” imbuh Ika.

 

Di luar pemberitaan media, narasi perkara begal turut didistribusikan pihak kepolisian.

 

“Akhirnya muncul framing bahwa memang Jakarta darurat begal dan harus ada Tim Pemburu Begal,” paparnya.

 

“Apakah ini didesain atau enggak, saya melihat, intinya, ketika ada begal, polisi langsung menaikkan narasi bahwa mereka siap mengamankan.”

 

Aparat keamanan, baik Polri maupun TNI, menyatakan bakal merespons tindak pidana begal secara serius.

 

Polda Metro Jaya mendirikan unit tersendiri bernama Tim Pemburu Begal, disusul wacana instruksi agar begal ditembak di tempat.

 

Sementara TNI menyatakan tidak menutup kemungkinan akan menurunkan personelnya, melalui batalyon-batalyon yang baru diresmikan.

 

BBC News Indonesia mengurai perbincangan mengenai aksi begal di media sosial serta narasi “tembak di tempat” yang mengekor di belakangnya.

( red)

Berita Terkait

Gerak Cepat Tim Samong Polres Badung Ringkus Pelaku Jambret HP di Darmasab
Kasus BBM Subsidi di Tapsel Diduga Ditutup-Tutupi, SPBU Pemasok Belum Tersentuh Hukum
Polrestabes Surabaya Amankan Tersangka Pengedar Narkoba, Sita 42,9 Gram Sabu
Pesta Miras di Kos Denpasar Berujung petak , pria sumba ambruk bersimbah darah.
Polisi Evakuasi Pria Bawa Sajam dan Ancam Pengguna Jalan di Sumberpucung
Polisi Selidiki Penemuan Bayi Laki-laki Meninggal di Pinggir Jalan Karangploso Malang
Diduga Rekayasa BAP dan Pemalsuan Tanda Tangan hingga Seret Warga ke Penjara, CB dan ERW Dilaporkan ke Polda Sumut
Terungkap Motif Bullying Berujung Maut, Empat Pelaku Bunuh Rekan Kerja di Darmasaba

Berita Terkait

Senin, 25 Mei 2026 - 16:25 WIB

Darurat begal: Mengurai narasi tembak di tempat oleh polisi

Senin, 25 Mei 2026 - 13:40 WIB

Gerak Cepat Tim Samong Polres Badung Ringkus Pelaku Jambret HP di Darmasab

Minggu, 24 Mei 2026 - 18:09 WIB

Kasus BBM Subsidi di Tapsel Diduga Ditutup-Tutupi, SPBU Pemasok Belum Tersentuh Hukum

Sabtu, 23 Mei 2026 - 07:38 WIB

Polrestabes Surabaya Amankan Tersangka Pengedar Narkoba, Sita 42,9 Gram Sabu

Jumat, 22 Mei 2026 - 17:56 WIB

Pesta Miras di Kos Denpasar Berujung petak , pria sumba ambruk bersimbah darah.

Kamis, 21 Mei 2026 - 17:09 WIB

Polisi Evakuasi Pria Bawa Sajam dan Ancam Pengguna Jalan di Sumberpucung

Kamis, 21 Mei 2026 - 17:05 WIB

Polisi Selidiki Penemuan Bayi Laki-laki Meninggal di Pinggir Jalan Karangploso Malang

Kamis, 21 Mei 2026 - 08:28 WIB

Diduga Rekayasa BAP dan Pemalsuan Tanda Tangan hingga Seret Warga ke Penjara, CB dan ERW Dilaporkan ke Polda Sumut

Berita Terbaru