Denpasar, Surya Indonesia.net – Suasana khidmat menyelimuti wilayah Desa Pemecutan Kaja, Denpasar, pada Rabu, 6 April 2026, saat berlangsungnya upacara Mabyakala sebagai bagian dari rangkaian prosesi adat Hindu Bali. Upacara ini diikuti oleh Jro Tunjung, tokoh spiritual asal Bali, bersama Andreas, warga negara Austria, yang tengah menjalani prosesi menuju pawiwahan (pernikahan adat Bali).
Upacara sakral tersebut dipimpin oleh seorang Pinandita dan dilaksanakan dengan penuh ketulusan serta nuansa religius yang kental. Prosesi natab sajen byakala menjadi bagian utama dalam ritual ini, yang digelar di halaman tempat upacara sebagai simbol penyucian diri secara lahir dan batin.
Mabyakala, yang juga dikenal sebagai Mebyakaon atau Mekala-kalaan, merupakan ritual penting dalam ajaran Hindu Bali. Upacara ini bertujuan untuk membersihkan individu dari pengaruh energi negatif atau bhutakala, sekaligus menetralkan kekuatan yang tidak seimbang sebelum memasuki tahapan kehidupan baru, khususnya dalam konteks pernikahan.
Dalam rangkaian pawiwahan, upacara ini menjadi bagian dari prosesi madengen-dengenan yang dilaksanakan sebelum mewidhi widana. Momen ini dinilai krusial karena melambangkan kesiapan spiritual kedua mempelai dalam membangun rumah tangga yang harmonis, seimbang, dan penuh berkah.
Upacara ini turut disaksikan oleh Kelian Adat Banjar Kusumajati dan Kelian Dinas Kusumajati, serta dihadiri oleh keluarga dekat dan masyarakat setempat. Kehadiran para tokoh adat dan warga menjadi bentuk dukungan sekaligus memperkuat nilai kebersamaan dalam menjaga tradisi leluhur di Desa Pemecutan Kaja.
Melalui upacara Mabyakala, diharapkan kedua mempelai dapat memulai kehidupan baru dengan jiwa yang bersih, pikiran yang jernih, serta terhindar dari pengaruh buruk, demi terciptanya keharmonisan dalam kehidupan berumah tangga ke depan.
(Irn)

























