Breaking News

TANAH NEGARA DICAPLOK INVESTOR? Pansus DPRD Bali seakan diam dan membisu

Selasa, 21 April 2026 - 17:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bali, Surya Indonesia.net – DPRD Provinsi Bali melalui Pansus TRAP (Tata Ruang, Aset, dan Perizinan) baru saja meledakkan “bom” informasi dalam rapat panas pada Senin (20/4). Bukan cuma soal angka, ini soal harga diri dan tanah leluhur Bali yang diduga mulai “digrogoti” kepentingan korporasi!

Berikut poin-poin krusial yang bikin publik mengelus dada: Hutan Mangrove (Tahura) Disertifikatkan?

Ketua Pansus, I Made Supartha, mempertanyakan keberanian oknum yang mengeluarkan sertifikat di kawasan Tahura. Padahal, sesuai UU No. 27 Tahun 2007, kawasan pesisir dan hutan lindung HARAM diprivatisasi! “Apakah ada pengecualian untuk investor? Setahu kami, TIDAK ADA!” tegasnya. Pura Masuk Kawasan SHGB!

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ini yang paling provokatif! Di Jimbaran Hijau, diduga ada sekitar 5 PURA yang masuk dalam skema Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB) perusahaan. Dampaknya? Krama (masyarakat) kesulitan sembahyang apalagi merenovasi tempat suci. Miris!

Pansus menyoroti kerusakan lingkungan di Kembang Merta. Ratusan pohon ditebang dan hutan dibeton sepanjang 2 KM. “Masyarakat tebang satu pohon diproses hukum, ini ratusan pohon kok diam saja?” sindir Supartha.

PT BTID disebut-sebut punya janji menyediakan lahan pengganti mangrove yang setara, tapi sampai sekarang rimbanya belum jelas. Di sisi lain, aset negara di Bali Handara hingga Jimbaran Hijau terus disisir karena indikasi kejanggalan status lahan seluas 80 hektare!

Pansus TRAP tidak tinggal diam! Dalam waktu dekat, mereka akan turun ke lapangan dan menggelar RDP untuk menyeret fakta ke permukaan. Rakyat Bali berhak tahu ke mana perginya tanah negara mereka!

( red)

Berita Terkait

Kisah Inspiratif Kadek Vivi, Lulusan Hukum yang Sukses Bangun Tujuan Cafe di Denpasar
22 Tahun Menunggu, UU PPRT Disahkan: Nyoman Parta Tegas Minta Stop Sebut “Pembantu” atau “Babu”
Dari Pengabdian Menuju Babak Baru, Lapas Tabanan Lepas Pegawai
Limbah Dapur SPPG Ngancar Picu Amarah Warga: Bau Menyengat Ganggu Hidup dan Usaha
Jro Melati, Sosok Spiritual Pencinta Alam, Mengajak Kita Semua Menjaga Keseimbangan Alam Nusantara
Kapolres Tabanan Hadiri Pelantikan Pengurus PPTI 2026–2031, Perkuat Sinergi Perangi TBC
Kartini Masa Gen Z, Emansipasi yang Berubah Wajah
Babinsa Bersama Tim Gabungan Gelar Sidak Duktang di Banjar Sanglah Timur, Cek Kelengkapan STLD

Berita Terkait

Selasa, 21 April 2026 - 18:59 WIB

Kisah Inspiratif Kadek Vivi, Lulusan Hukum yang Sukses Bangun Tujuan Cafe di Denpasar

Selasa, 21 April 2026 - 18:59 WIB

22 Tahun Menunggu, UU PPRT Disahkan: Nyoman Parta Tegas Minta Stop Sebut “Pembantu” atau “Babu”

Selasa, 21 April 2026 - 17:56 WIB

TANAH NEGARA DICAPLOK INVESTOR? Pansus DPRD Bali seakan diam dan membisu

Selasa, 21 April 2026 - 17:48 WIB

Dari Pengabdian Menuju Babak Baru, Lapas Tabanan Lepas Pegawai

Selasa, 21 April 2026 - 17:44 WIB

Limbah Dapur SPPG Ngancar Picu Amarah Warga: Bau Menyengat Ganggu Hidup dan Usaha

Selasa, 21 April 2026 - 17:42 WIB

Jro Melati, Sosok Spiritual Pencinta Alam, Mengajak Kita Semua Menjaga Keseimbangan Alam Nusantara

Selasa, 21 April 2026 - 16:07 WIB

Kapolres Tabanan Hadiri Pelantikan Pengurus PPTI 2026–2031, Perkuat Sinergi Perangi TBC

Selasa, 21 April 2026 - 16:05 WIB

Kartini Masa Gen Z, Emansipasi yang Berubah Wajah

Berita Terbaru

Politik

PERJALANAN POLITIK INDONESIA MENUJU INDONESIA EMAS 2045

Selasa, 21 Apr 2026 - 20:27 WIB