Bali, Surya Indonesia.net – Memasuki hari keempat pelaksanaan Operasi Cipta Kondisi (Cipkon) Agung-2026, Polda Bali menegaskan komitmennya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas) menjelang Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1948 dan Idul Fitri 1447 H.
Direktur Samapta Polda Bali, Kombes Pol. Ronny Lumban Gaol, S.I.K. selaku Kaopsda Cipkon Agung-2026 secara tegas meminta seluruh personel yang terlibat dalam operasi untuk memaksimalkan pelaksanaan tugas di lapangan. Ia menekankan bahwa kehadiran Polri harus mampu memberikan efek deterent yang nyata sehingga masyarakat merasakan langsung dampak positif dari kegiatan kepolisian.
“Operasi Cipkon ini harus dilaksanakan secara maksimal. Kehadiran personel di lapangan bukan sekedar formalitas, tetapi harus benar-benar mampu menciptakan situasi yang aman dan kondusif,” tegas Kombes Pol. Ronny Lumban Gaol, S.I.K. saat memimpin apel Ops Cipkon di halaman depan Mapolda Bali, Rabu (4/3/2026).
Menurutnya, Operasi Cipkon Agung-2026 merupakan operasi pendukung sebelum digelarnya Operasi Ketupat yang berskala lebih besar dan dilaksanakan secara terpusat. Karena itu, operasi ini menjadi momentum penting untuk menguji kesiapan personel maupun materiil.
“Selain mewujudkan Harkamtibmas, Operasi Cipkon ini juga untuk menguji kesiapan personel dan materiil. Apakah personel dan peralatan yang saat ini layak untuk nanti dilibatkan dalam Operasi Ketupat yang akan dilaksanakan terpusat,” jelasnya.
Ia juga membuka ruang evaluasi dengan meminta seluruh satuan tugas (Satgas) menyampaikan saran dan masukan apabila ditemukan kendala di lapangan. Pelaksanaan operasi, lanjutnya, harus menyesuaikan dinamika situasi sehingga dapat menghasilkan capaian yang signifikan.
“Mari laksanakan tugas operasi ini dengan sungguh-sungguh dan bertanggung jawab demi terwujudnya Bali yang aman, nyaman, dan kondusif menjelang hari raya besar keagamaan,” tegasnya kembali.
Dengan penguatan pengawasan dan optimalisasi peran personel di lapangan, Polda Bali memastikan seluruh rangkaian kegiatan pengamanan berjalan terukur dan profesional, guna menjaga stabilitas keamanan wilayah menjelang dua momentum besar keagamaan tersebut.
( red)

























