Jabar, Surya Indonesia.net – Kasus pembunuhan yang menewaskan seorang pemuda bernama Zain di kawasan Kampung Gajah memasuki babak baru. Aparat kepolisian mengungkap bahwa motif kejahatan diduga berkaitan dengan persoalan perasaan pribadi antara pelaku dan korban.
Dari hasil penyelidikan awal, pelaku disebut telah menyimpan ketertarikan terhadap korban sejak keduanya masih menempuh pendidikan di lingkungan pesantren. Perasaan tersebut diduga tidak mendapat respons yang diharapkan, hingga akhirnya berkembang menjadi konflik yang berujung pada tindakan kekerasan.
Pihak kepolisian menegaskan bahwa dugaan motif ini masih didalami melalui pemeriksaan saksi-saksi serta pengumpulan alat bukti lain.
“Masih kami dalami, termasuk hubungan antara pelaku dan korban di masa lalu. Semua akan disimpulkan berdasarkan fakta penyidikan,” ujar sumber penyidik.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, pelaku dan korban sudah saling mengenal cukup lama. Relasi yang awalnya berjalan biasa diduga berubah menjadi persoalan pribadi yang tidak terselesaikan.
Sejumlah saksi juga telah dimintai keterangan untuk mengungkap dinamika hubungan keduanya sebelum kejadian tragis tersebut terjadi.
Aparat mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarkan asumsi atau narasi yang belum terverifikasi, terutama di media sosial, karena dapat mengganggu proses penyidikan serta memperkeruh situasi keluarga korban maupun pelaku.
Saat ini, penyidik masih fokus menyusun kronologi lengkap, termasuk memastikan faktor pemicu utama serta kondisi psikologis pelaku saat kejadian.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa konflik personal, jika tidak dikelola dengan baik, dapat berkembang menjadi tindakan yang merugikan banyak pihak. Polisi memastikan proses hukum akan berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.
( red)

























