Denpasar,Surya Indonesia.net – Suasana perayaan Tahun Baru Imlek mulai terasa di kawasan Jalan Gajah Mada, Denpasar, sabtu (14/2). Sekitar 1.000 lampion mulai dipasang di sepanjang jalan tersebut dengan berbagai bentuk dan ukuran, menambah nuansa khas perayaan sekaligus mempercantik kawasan heritage Kota Denpasar.
Ketua Pembina Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) Bali, Sudiarta Indrajaya, mengatakan pemasangan lampion ini merupakan hasil kolaborasi antara INTI Bali dengan Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Pariwisata Kota Denpasar. Kegiatan ini dikemas dalam Festival Cahaya Lampion yang akan berlangsung pada 17–21 Februari mendatang.
Menurutnya, perayaan Imlek tahun 2026 digelar dalam skala lebih sederhana dibanding tahun sebelumnya. Hal ini karena Festival Imlek Bersama yang biasanya dilaksanakan secara besar hanya digelar dua tahun sekali sesuai arahan Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara. “Festival besar memang tidak digelar tahun ini. Sesuai arahan Bapak Wali Kota, Festival Nusantara atau perayaan skala besar dilaksanakan dua tahun sekali, sehingga tahun ini konsepnya lebih sederhana,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kota Denpasar, Ni Luh Putu Riyastiti, mengatakan Festival Cahaya Lampion menjadi simbol keberuntungan, kebahagiaan, serta harapan masa depan. Lampion juga dimaknai sebagai penerang di tengah kegelapan dan simbol kebersamaan keluarga, dengan warna merah yang identik dengan kemakmuran.
Festival ini tidak hanya menghadirkan dekorasi lampion, tetapi juga dirangkaikan dengan Cafe Festival yang melibatkan pelaku UMKM lokal di sepanjang Jalan Gajah Mada. Beberapa usaha yang turut berpartisipasi di antaranya Bhineka Djaja, Pizza Tjahaja, Kafe Jago, BKKOFFEE, dan Terasa Seperti Kopi Minggu. Selain itu, festival akan dimeriahkan dengan penampilan musik akustik oleh pemuda-pemudi Kota Denpasar yang tampil di sejumlah coffee shop di kawasan tersebut sebagai wadah pengembangan kreativitas .
( red)

























