Mangupura, Surya Indonesia.net – Trase jalan strategis di kawasan Kuta Utara dan Kuta Selatan akan segera dibangun tahun ini. Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa mengungkap, proyek pembangunan infrastruktur tersebut dalam proses persiapan tender alias lelang.
“Di tahun 2026 ini akan segera tender dan mengerjakan pembangunan infrastruktur (jalan) dari Berawa, dari Banjar Semer, sampai Kedampal, sampai Jalan Teuku Umar Barat,” beber Bupati ketika ditemui di Puspem Badung.
Bupati asal Desa Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan itu menuturkan, pembangunan jalan baru ini merupakan upaya pemerintah untuk mengurai kemacetan, terutama di kawasan pariwisata. Sebab, kemacetan dinilai mengancam kelangsungan pariwisata karena dianggap jadi ‘bottleneck’ bagi perkembangan pariwisata yang menjadi tumpuan perekonomian Gumi Keris.
“Kalau ini tidak saya lakukan, mohon maaf, ini akan menjadi suatu bottleneck bagi perkembangan pariwisata kita,” terang eks Sekda Badung itu.
Sementara itu, menurut keterangan dari Kasi Pembangunan Jalan dan Jembatan, Bidang Bina Marga, Dinas PUPR Badung I Putu Teddy Widnyana Putra menjelaskan bahwa terdapat sembilan trase yang direncanakan untuk dibangun tahun ini. Namun, ada enam trase yang sudah rampung proses pembebasan lahan dan akan segera masuk persiapan tender.
Keenam trase tersebut adalah Jalan Subak Sari (Batu Bolong)-Umalas-Jalan Banjar Semer seluas 3.615 m² dengan pembebasan lahan senilai Rp72,3 miliar. Kemudian, Jalan Banjar Semer-Jalan Teuku Umar Barat seluas 11.441 m², senilai Rp99,6 miliar. dan Trase Pecatu-Jalan Melasti seluas 5.142 m², senilai Rp34,7 miliar.
Selanjutnya, Jalan Raya Uluwatu-Pasar Desa Adat Pecatu membentang seluas 2.920 m², dengan pembebasan lahan senilai Rp21,2 miliar. Trase Pecatu-Pura Kulat–Labuan Sait seluas 88.083 m² dengan nilai pembebasan lahan sebesar Rp651,7 miliar, serta Labuan Sait-Pedati senilai Rp275,39 miliar.
( red)

























