Denpasar, Surya Indonesia.net – Ratusan jamaah memenuhi Masjid Agung Sudirman, Denpasar, saat Kodam IX/Udayana menggelar Peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW 1447 H/2026 M, pada Rabu (28/1/2026). Kegiatan yang diikuti sekitar 400 peserta itu mengusung tema “Dengan Meneladani Akhlak Mulia Rasulullah SAW Membentuk Karakter Prajurit yang PRIMA Guna Menuju Indonesia Maju.”
Peringatan Isra Mikraj tersebut menjadi momentum pembinaan rohani bagi prajurit dan PNS TNI AD, sekaligus penguatan nilai keimanan dan ketakwaan dalam kehidupan kedinasan. Melalui kegiatan ini, diharapkan nilai-nilai akhlak Rasulullah SAW dapat tercermin dalam sikap, disiplin, dan tanggung jawab prajurit sebagai garda terdepan pertahanan negara.
Acara diawali pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh ibu Eri Fitria, S.Pd.I., (anggota Persit Kodam IX/Udayana) peraih Juara I MTQ tingkat Mabes TNI, yang menambah kekhidmatan suasana. Selanjutnya, Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto dalam sambutannya menegaskan bahwa peringatan Isra Mikraj bukan sekadar seremonial keagamaan, tetapi sarana membangun karakter prajurit yang berintegritas, profesional, dan berakhlak mulia.
“Peringatan Isra Mikraj ini hendaknya tidak dimaknai sekadar seremonial, melainkan momentum meneladani akhlak mulia Rasulullah SAW dalam pelaksanaan tugas. Dengan keimanan, disiplin, dan integritas yang kuat, prajurit dan PNS Kodam IX/Udayana diharapkan semakin profesional, humanis, dan bertanggung jawab demi pengabdian terbaik kepada bangsa dan negara,” ungkap Pangdam.
Selanjutnya ceramah hikmah Isra Mikraj disampaikan oleh Ketua Komisi Fatwa MUI Kabupaten Badung, KH. Ahmad Faisol Tantowi, yang menekankan makna perjalanan spiritual Nabi Muhammad SAW sebagai sumber keteladanan moral dan spiritual umat Islam. Ia mengajak seluruh jamaah menjadikan Isra Mikraj sebagai refleksi untuk memperbaiki kualitas ibadah, etika, serta kepedulian sosial dalam kehidupan sehari-hari.
Sementara itu, Kapendam IX/Udayana Kolonel Inf Widi Rahman, S.H., M.Si., menyampaikan bahwa penguatan mental spiritual merupakan fondasi utama dalam menghadapi dinamika tugas ke depan. Menurutnya, prajurit yang memiliki karakter religius yang kuat akan lebih bijak dan disiplin dalam menjalankan instruksi komando.
“Kegiatan ini adalah bagian dari pembinaan mental terpadu. Kita ingin memastikan bahwa setiap prajurit Kodam IX/Udayana tidak hanya unggul secara fisik dan taktis, tetapi juga memiliki keteguhan moral. Akhlak mulia adalah rem sekaligus motivasi bagi prajurit agar tetap berada di jalur yang benar dalam menjaga kedaulatan serta melayani masyarakat,” ujar Kapendam
Momentum ini dihadiri oleh unsur pimpinan dan pejabat Kodam IX/Udayana, antara lain Kapok Sahli Pangdam, Danrindam, Asrendam, para Asisten Kasdam, Staf Ahli Pangdam, serta Pama, Bintara, Tamtama, dan PNS Garnisun Denpasar. Acara ditutup dengan doa bersama dan pelaksanaan Sholat Dzuhur berjamaah, menandai komitmen bersama untuk mengimplementasikan nilai-nilai Isra Mikraj dalam pengabdian kepada bangsa dan negara.
( red)

























