Mangupura, Surya Indonesia.net – Satpol PP Badung kembali memanggil sembilan pemilik bangunan yang berada di hulu aliran sungai kawasan Jalan Sri Kahyangan, Berawa, Desa Tibubeneng, Kuta Utara. Pemanggilan tahap kedua ini dilakukan untuk mengklarifikasi perizinan bangunan sekaligus meminta kesediaan pemilik memundurkan tembok sejauh satu meter dari bibir sungai.
“Kami sudah panggil lagi sembilan perwakilan pemilik bangunan. Itu yang adanya di hulu sungai, bukan di hilir. Di hulu itu juga yang sangat berpengaruh kepada aliran irigasi sungai,” ujar Kepala Satpol PP Badung I Gusti Agung Ketut Suryanegara saat ditemui di kantornya, Kamis (22/1/2026).
“Intinya pemerintah tidak mengambil satu meter itu untuk menjadi hak milik pemerintah, tidak. Karena tujuan kami adalah membuat jalan inspeksi untuk memastikan kebersihan dan kelancaran dari saluran irigasi tersebut,” jelas Suryanegara.
“Dari sembilan ini ada yang berbentuk vila, ada juga berbentuk warung, tapi mayoritas vila. Hak mereka tidak hilang dan jalur inspeksi itu masih milik mereka, yang boleh menggunakan adalah pemilik tanah itu sendiri dan petugas PU,” terangnya.
Langkah persuasif ini diambil sebagai respons atas banjir yang merendam kawasan Jalan Sri Kahyangan pada 12 Desember 2025. Saat itu, ketinggian air dilaporkan hampir mencapai dua meter akibat aliran sungai yang tersumbat serta terbatasnya ruang bagi petugas untuk melakukan pembersihan.
“Jangan lagi terulang kejadian 12 Desember di mana di lokasi khususnya jembatan Gang Sri Kahyangan itu terjadi hampir dua meter tinggi air di sana menggenang. Ini untuk menggugah kesadaran mereka agar secara mandiri melakukan pembongkaran atau memundurkan tembok,” tegas Suryanegara.
Saat ini, Satpol PP bersama Dinas PUPR Badung telah diterjunkan ke lapangan untuk memastikan batas lahan yang akan digunakan sebagai jalan inspeksi. Jika tidak ada kendala, pembongkaran mandiri oleh salah satu pemilik bangunan direncanakan dimulai pada pekan ini sebagai percontohan.
“Mudah-mudahan tidak lama lagi, mungkin minggu ini ada satu paling pertama mengawali mundur seperti itu. Kami tadi tugaskan lagi anggota untuk mengecek bersama dinas PU memastikan yang mana yang dimaksud,” pungkasnya.
( red)

























