Tabanan, Surya Indonesia.net – Polsek Baturiti menerima laporan terjadinya bencana alam tanah longsor yang memutus akses Jalan Provinsi jurusan Baturiti–Petang pada Kamis, 15 Januari 2026 sekira pukul 22.30 WITA. Kejadian tersebut terjadi di Banjar Poyan, Desa Luwus, Kecamatan Baturiti, setelah wilayah tersebut diguyur hujan deras sejak sore hari. Longsoran dengan panjang sekitar 15 meter dan kedalaman kurang lebih 10 meter menyebabkan jalan tidak dapat dilalui baik oleh kendaraan roda dua, roda empat, maupun pejalan kaki sehingga jalur tersebut dinyatakan tutup total.
Informasi awal diperoleh dari Kawil Banjar Poyan, I Wayan Sukadi, yang melaporkan adanya jebol pada badan jalan akibat terkikisnya tanah di bawah jembatan oleh aliran irigasi Tukad Poyan. Beruntung tidak terdapat korban jiwa dalam kejadian tersebut. Selain memutus akses jalan, longsor juga mengakibatkan putusnya saluran air PDAM yang berdampak pada terhentinya suplai air bersih bagi warga Banjar Poyan. Peristiwa ini merupakan kejadian susulan setelah longsor serupa terjadi pada 17 Desember 2025, di mana kondisi jalan saat itu masih memungkinkan dilalui pejalan kaki dan sepeda motor, namun hingga kini belum mendapat perbaikan menyeluruh.
Seizin Kapolres Tabanan AKBP I Putu Bayu Pati, S.I.K., M.H. – Melalui Kapolsek Baturiti Kompol I Komang Agus Sudarsana, S.E. personel Polsek Baturiti segera mendatangi lokasi untuk melakukan identifikasi, pendataan saksi, dokumentasi, serta mengatur lalu lintas. Petugas juga memasang plang peringatan serta menutup total jalur Baturiti–Petang demi keamanan masyarakat. Upaya koordinasi lebih lanjut dengan instansi terkait akan dilakukan untuk percepatan penanganan dan pemulihan akses jalan provinsi yang sangat vital bagi mobilitas warga.
Meskipun tidak menimbulkan korban jiwa, dampak material dan gangguan akses ini menjadi perhatian serius mengingat pentingnya jalur tersebut sebagai penghubung utama antarwilayah. Polsek Baturiti mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana susulan, mengingat cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi. Informasi perkembangan penanganan bencana akan terus dilaporkan secara berkala kepada pimpinan dan pihak terkait.
( red)

























