PACITAN | SURYA IMDONESIA || – Tim gabungan Polres Pacitan menggelar razia tempat hiburan malam, cafe, tempat wisata, dan lokasi keramaian lainnya untuk menertibkan peredaran narkoba, miras, serta pelanggaran ketertiban umum, Sabtu malam (17/10/2026).
Operasi yang menyasar sejumlah titik keramaian ini dimulai dari kawasan wisata Pantai Pancer Door.
Di lokasi tersebut, petugas menyisir sejumlah kafe dan warung dan mendapati sejumlah pengunjung tengah asyik mengonsumsi minuman keras (miras).
Petugas mengamankan ratusan botol miras berbagai jenis dari salah satu warung, sekaligus mengamankan penjualnya untuk diproses tindak pidana ringan (Tipiring).
Selain penindakan miras, polisi juga melakukan tes urine terhadap sejumlah pengunjung untuk mendeteksi penyalahgunaan narkoba.
Razia kemudian dilanjutkan ke jalan raya dengan pemeriksaan kendaraan dan pengguna jalan secara acak. Setelah itu, petugas menyasar sejumlah tempat hiburan malam (THM) di wilayah Pacitan dengan pemeriksaan intensif terhadap badan, pakaian, dan barang bawaan pengunjung.
Kasat Narkoba Polres Pacitan, IPTU Sumianto Harsya Fahroni, S.H., M.H., CPHR, mengatakan razia ini merupakan tindak lanjut perintah Kapolri melalui Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD), khususnya dalam penegakan hukum narkoba.
“Tim gabungan Polres Pacitan melaksanakan razia di beberapa tempat hiburan malam, tempat keramaian, dan jalan raya yang diindikasikan sebagai lokasi rawan penyalahgunaan narkoba,” ujar IPTU Harsya, Minggu (18/10) dini hari.
Dari rangkaian pemeriksaan, polisi melakukan tes urine secara acak terhadap 14 orang. Hasilnya, seluruhnya dinyatakan negatif.
“Pada malam hari ini, beberapa orang kami lakukan tes urine secara acak, namun semuanya negatif,” katanya.
Meski tidak menemukan indikasi penyalahgunaan narkoba, penindakan terhadap peredaran miras tetap dilakukan sebagai langkah preventif untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di Kabupaten Pacitan.
Polres Pacitan menegaskan razia serupa akan terus dilakukan secara intensif dengan waktu yang fleksibel menyesuaikan kebutuhan di lapangan.
“Untuk razia, kami rutin melaksanakan, tetapi waktunya fleksibel, tergantung sesuai kebutuhan,” tambahnya. (Redho Fitriyadi)

























